Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Budidaya Ikan Mas dengan Mudah

Budidaya ikan mas paling baik dilaksanakan di daerah yang terletak pada ketinggian antara 150-1.000 meter dpl. Ikan mas akan berkembang biak dengan bagus saat dipelihara di dalam air dengan pH sekitar 7-8 dan suhunya berkisar 20-25 derajat celsius. Budidaya ikan mas biasanya ditujukan untuk menghasilkan benih untuk keperluan pasar usaha tani serta menghasilkan ikan mas yang layak konsumsi untuk pasar konsumen akhir.

budidaya-ikan-mas.jpg

Di bawah ini langkah-langkah dalam membudidayakan ikan mas bisa Anda terapkan sendiri :

Pembenihan Ikan Mas

Pembenihan ikan mas dimulai dengan memilih calon indukan yang bersifat unggul. Diharapkan ikan indukan yang memiliki sifat demikian mampu menghasilkan ikan-ikan mas dengan produktivitas yang tinggi. Setelah berhasil didapatkan, segera pisahkan ikan jantan dan ikan betina di kolam khusus sampai keduanya siap untuk menjalani proses pemijahan.

Setelah kedua indukan ikan mas terlihat sudah matang gonad, selanjutnya ikan-ikan tersebut dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. Kolam ini harus dilengkapi dengan kakaban yang terbuat dari ijuk sebagai tempat untuk meletakkan telur hasil pembuahan. Kami akan memberikan panduan penanganan ikan mas selama proses perkawinan pada artikel berikutnya.

Pembesaran Ikan Mas

Pembesaran ikan mas biasanya menggunakan benih yang berukuran sekitar 10-12 cm dengan bobot mencapai 80-100 gram/ekor. Diharapkan benih ikan yang berukuran seperti ini sudah mempunyai daya tahan tubuh yang bagus sehingga risiko kegagalan dapat ditekan. Waktu yang dibutuhkan untuk membesarkan benih ikan mas hingga layak konsumsi umumnya antara 2-3 bulan.

Proses budidaya ikan mas biasanya dilaksanakan dengan memanfaatkan kolam air tenang, kolam air deras, serta kolam tumpang sari. Tempat pemeliharaannya biasanya berupa kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal, sawah, keramba, serta jaring apung. Simak panduan membesarkan benih ikan mas sebagai berikut. Pembesaran Ikan Mas dengan Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan kolam yang paling banyak digunakan oleh para petani karena pembuatannya yang cukup mudah dan biaya perawatannya pun lebih murah. Keunggulan lainnya yakni kolam tanah dapat menyediakan pakan alami bagi ikan berupa cacing ataupun tumbuhan air. Ada dua macam kolam tanah yaitu kolam tanah yang dilengkapi tanggul tanah dan kolam tanah dengan tanggul tembok/batu.

Berikut merupakan panduan pembudidayaan ikan mas menggunakan kolam tanah :

  1. Tanah yang akan dijadikan kolam perlu dibajak terlebih dahulu. Kemudian tanah tersebut dijemur diberikan kapur, ditaburi pupuk, sampai diisi dengan air secukupnya.
  2. Pilih benih ikan yang memilik bobot rata-rata 100 gram/ekor dengan kapasitas sekitar 1-2 ekor/m2.
  3. Pakan utama yang dapat diberikan berupa pelet yang mengandung protein dengan kadar 25% dan dosisnya sebanyak 3-4% dari bobot ikan mas. Sebagai contoh, ikan mas yang berbobot 100 gram membutuhkan pelet sebanyak 3-4 gram/ekor/hari. Jadi apabila kolam tersebut berisi 1.000 ekor ikan mas, maka pakan yang dibutuhkan sebanyak 3-4 kg/hari.
  4. Berikan pakan kepada ikan mas setiap tiga kali sehari yaitu pada waktu pagi, siang, dan sore hari.
  5. Bobot ikan mas perlu ditimbang setiap dua minggu sekali. Ikan yang akan dijadikan sampel dapat dipilih secara acak. Tujuan penimbangan ini adalah untuk menyesuaikan jumlah kebutuhan gizi yang diperlukan oleh ikan mas tersebut.
  6. Pada umumnya, bobot ikan mas yang dipelihara akan bertambah menjadi 300-400 gram/ekor setelah tiga bulan kemudian. Dengan postur tersebut, ikan sudah layak dipanen dan didistribusikan ke pasar.

Pembesaran Ikan Mas dengan Kolam Air Deras

Dinamakan kolam air deras karena kolam ini dilengkapi dengan sirkulasi air yang dapat berputar dengan cepat. Persyaratan utama kolam ini adalah debit air yang besar dan arus yang kuat. Kelebihan kolam ini yaitu ikan mas yang dipelihara di dalamnya memiliki nafsu makan yang tinggi dan padat tebar ikan pada kolam pun lebih besar.

Kolam air deras biasanya dibuat dengan membagi lahan/areal kolam menjadi ukuran yang kecil supaya aliran airnya tetap deras. Kedalaman kolam ini umumnya lebih dalam ketimbang kolam air tenang. Sedangkan bagian dindingnya dibuat dari beton untuk mencegah timbulnya erosi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membudidayakan ikan mas menggunakan kolam air deras yaitu :

  1. Kolam air deras membutuhkan debit air yang besar mencapai 25-100 liter/detik dan harus senantiasa lancar.
  2. Benih ikan yang bagus berbobot sekitar 100 gram/ekor dengan kapasitas penebaran benih mencapai 30-60 ekor/m2.
  3. Pakan yang diberikan harus mengandung protein dengan kadar di kisaran 25-30% dengan syarat pelet harus tahan berada di dalam air dan tidak gampang hancur.
  4. Dosis pemberian pakan sebanyak 4% dari total berat ikan tersebut. Oleh karena itu, timbang sampel ikan secara acak untuk mengetahui bobotnya.
  5. Pakan bisa ditebar dengan cara ditebar ke dalam kolam atau diletakkan di dalam wadah.
  6. Pemberian pakan dilakukan setiap tiga hari sekali ketika pagi, siang, dan sore hari.
  7. Ikan mas hasil budidaya memakai kolam air deras ini bisa dipanen setelah usianya mencapai 2,5-3 bulan dengan bobot rata-rata 300-400 gram/ekor.

Kamis, 26 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

3 Penyakit Ikan Nila dan Pengobatannya

Apa sajakah penyakit ikan nila dan pengobatannya? Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh para petani lokal. Ikan ini memiliki beberapa keunggulan terutama pada kecepatan pertumbuhannya, memiliki respons yang bagus terhadap pakan buatan, mampu bertahan hidup dengan populasi yang tinggi, serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Ikan nila juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung daging yang lezat dan banyak disukai oleh masyarakat.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang tergolong dalam famili Chiclidae. Di perdagangan internasional, ikan ini disebut sebagai red tilapia. Sedangkan beberapa daerah di Indonesia menyebutnya dengan istilah kakap merapi atau mujarah. Ikan ini mempunyai postur tubuh agak bulat dan pipih, mulut ada di ujung kepala, serta badannya berwarna kemerah-merahan, bintik-bintik hitam, dan ada pula yang albino.

Terdapat tiga penyakit utama pada ikan nila yaitu penyakit yang menyerang kulit, insang, dan organ dalam. Guna mengetahui jenis penyakit yang menyerang pada seekor ikan nila serta teknik pengendaliannya yang tepat, Anda harus melakukan diagnosa secara menyeluruh. Diagnosa mencakup juga pada pengamatan terhadap gejala-gejala awal yang dialami oleh ikan nila yang berpenyakit.

penyakit-ikan-nila.jpg

Penyakit 1 : Penyakit Kulit

Gejala-gejala dari penyakit kulit ini antara lain munculnya warna merah pada bagian-bagian tubuh tertentu dari ikan nila, kulit berubah warna menjadi tampak pucat, serta tubuhnya juga diselimuti dengan lendir yang cukup tebal. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan merendam ikan tersebut di dalam larutan PK (kalium permanganat) dengan dosis 2 gram/10 liter air selama 30-60 menit. Pengobatan dengan metode ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Opsi lainnya adalah penanggulangan penyakit memakai Negovon dengan dosis 2-3,5% dalam waktu menit.

Penyakit 2 : Penyakit Insang

Ikan nila yang sedang mengidap penyakit pada bagian insangnya bisa dilihat dari ciri-ciri seperti tutup insang mengalami bengkak serta lembaran insang tampak berwarna pucat alias keputih-putihan. Metode yang dapat dilakukan untuk mengobati ikan nila yang sedang sakit pada bagian insangnya sama seperti teknik pertama, yakni bisa menggunakan larutan PK atau Negovon.

Penyakit 3 : Penyakit Organ Dalam

Tanda-tanda awal dari serangan penyakit organ dalam pada ikan nila di antaranya perut ikan membengkak, sisiknya tampak berdiri, dan gerakan ikan menjadi lemas. Pengendalian terhadap penyakit organ dalam masih sama dengan pengobatan penyakit kulit.

Untuk mencegah mewabahnya penyakit pada kolam ikan nila, Anda bisa melakukan upaya-upaya sebagai berikut :

  1. Jangan menebarkan benih ikan nila secara berlebih di dalam suatu kolam sehingga kapasitasnya melebihi anjuran.
  2. Berikan pakan yang kondisinya bagus, kualitasnya tinggi, serta kuantitasnya cukup.
  3. Perhatikan kebersihan air kolam tanah dan lakukan penggantian secara berkala.

Jumat, 13 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Memelihara Ikan Bandeng di Tambak

Bagaimana caranya memelihara ikan bandeng di tambak? Karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, ikan bandeng sering dibudidayakan di tambak. Beternak ikan bandeng juga tidak sesulit dengan apa yang dibayangkan. Ini dikarenakan ikan bandeng mampu beradaptasi dengan cepat baik di perairan, tawar, payau, maupun asin.

cara-memelihara-ikan-bandeng.jpg

Bagi Anda yang tertarik dengan usaha pembudidayaan ikan bandeng, catat kiat-kiat dalam memeliharanya sebagai berikut :

Kiat 1. Persyaratan Lokasi

Area yang akan dijadikan sebagai tambak pemeliharaan ikan bandeng harus banyak mengandung bahan organik, dilengkapi dengan saluran air yang lancar, serta posisinya jauh dari pabrik. Persyaratan untuk kolam yang baik antara lain memiliki tingkat keasaman 6-7, kondisi lingkungan bersih, suhu udaranya normal, dan memiliki suasana yang tenang.

Kiat 2. Pemilihan Benih

Benih ikan bandeng akan berpengaruh besar terhadap tingkat pertumbuhan dan hasilnya. Ciri-ciri benih ikan bandeng yang berkualitas unggul yaitu berasal dari indukan super, kondisinya sehat, tidak mengalami cacat, tingkat pertumbuhannya cepat, dan tingkat produktivitasnya tinggi. Dianjurkan untuk membeli benih di toko yang tepercaya, berkualitas, dan diakui oleh pemerintah.

Kiat 3. Pengelolaan Kolam

Tentukan lokasi yang benar-benar ideal untuk pembuatan media kolam ikan bandeng. Kemudian buat kolam dengan cara menggali tanah yang berukuran 2 x 3 x 3 m. Lalu taburkan kapur pertanian pada kolam tersebut dengan dosis sesuai saran pada kemasan untuk menormalkan pH tanah. Buat juga tanggul yang mengelilingi kolam dengan ketinggian sekitar 30-60 cm. Setelah itu, diamkan kolam tersebut selama 2-3 minggu.

Proses selanjutnya adalah mengisi kolam dengan air yang telah diendapkan selama 24 jam hingga ketinggiannya mencapai 30-40 cm dari bibir kolam. Pasang pula jaring penutup di atas kolam untuk melindungi ikan-ikan di dalamnya sekaligus mencegah ikan bandeng meloncat keluar. Idealnya, Anda bisa memasukkan benih ikan bandeng sebanyak 100-400 ekor/m2.

Kiat 4. Pemberian Pakan

Ikan bandeng perlu diberikan pakan dalam frekuensi dua kali setiap hari. Beberapa pakan yang bagus untuk mendukung pertumbuhan ikan ini yaitu pelet, cacing, dan sisa limbah ikan. Dosis pakan yang diberikan kepada ikan harus disesuaikan dengan jumlah dan usianya. Pakan wajib dikontrol dengan ketat supaya kualitas air dan ikan tetap terjaga dengan baik.

Kiat 5. Pengairan Kolam

Ikan bandeng memerlukan kolam yang airnya terus mengalir agar kualitasnya terjaga dan tidak mudah tercemar oleh sisa pakan atau kotoran ikan. Oleh karena itu, kolam pemeliharaan ini perlu dilengkapi dengan pintu air masuk serta pintu air keluar. Buat rancangan saluran air sedemikian rupa sehingga sirkulasinya bisa lancar dan air pun tidak terlalu lama berada di dalam kolam.

Kiat 6. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Ikan bandeng juga tidak terlepas dari hama dan penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerangnya. Kebanyakan hama bagi ikan ini berasal dari binatang predator seperti ular, biawak, dan ikan-ikan predator. Sementara untuk penyakit yang menyerangnya sebagian besar disebabkan oleh bakteri, jamur, dan cendawan. Ikan bandeng yang terkena penyakit sebaiknya lekas diobati dengan merendamnya di dalam larutan garam, vaksin, atau formalin selama kurun waktu tertentu.

Kamis, 12 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Budidaya Ikan Cupang yang Baik dan Benar

Bagaimana proses budidaya ikan cupang yang baik dan benar? Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang hidup di perairan tropis, khususnya di Asia Tenggara. Habitat asli ikan ini terletak di sungai, danau, dan rawa yang mempunyai arus tenang. Ikan cupang memiliki daya tahan yang sangat tinggi sehingga bisa dipelihara di dalam stoples tanpa dilengkapi sistem aerator.

Ada dua macam ikan cupang yaitu ikan cupang hias dan ikan cupang aduan. Nilai pada ikan cupang hias didapatkan dari keindahan bentuk dan warna serta gerak-geriknya. Sedangkan ikan cupang aduan biasanya dipakai untuk keperluan aduan. Semakin kuat ikan tersebut, maka nilainya akan semakin tinggi.

Terdapat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa spesies ikan cupang yang populer di masyarakat kita antara lain Betta splendens, Betta mahachai, Betta stiktos, Betta smaragdina, serta Betta imbellis. Saat ini juga tengah marak dilakukan upaya-upaya persilangan dari spesies-spesies ikan cupang di atas untuk melahirkan jenis bibit ikan yang baru.

budidaya-ikan-cupang.jpg

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan ikan cupang, ikutilah panduan selengkapnya di bawah ini!

Pemilihan Indukan

Sebisa mungkin pilih indukan yang berkualitas unggul, berasal dari keturunan ikan yang jelas, kondisinya sehat, tidak mengalami kecacatan, dan terbebas dari segala macam bibit penyakit. Tempatkan indukan penjantan dan betina di wadah yang terpisah. Sebelum proses pemijahan dimulai, pastikan kedua ikan indukan ini sedang dalam kondisi matang gonad sehingga telah siap untuk dikawinkan.

Ikan cupang jantan yang cocok dijadikan sebagai indukan mempunyai usia sekitar 4-8 bulan, postur tubuhnya memanjang, sirip berukuran panjang, sisik berwarna cerah, serta memiliki gerakan yang lincah dan agresif. Sementara itu, untuk ikan betinanya harus berumur minimal 3-4 bulan, bentuk badannya membulat dengan perut yang agak membuncit, siripnya agak pendek, warna sisiknya cenderung kusam, dan memiliki gerakan yang lebih lambat.

Pemijahan Indukan

Tempat pemijahan yang ideal berupa akuarium kecil atau baskom plastik yang berukuran kurang lebih 20 x 20 x 20 cm. Setelah kolam pemijahan diisi dengan air secukupnya, masukkan beberapa tanaman air atau ijuk sebagai tempat melekatnya telur ikan cupang. Dalam sekali masa perkawinan, ikan cupang betina mampu menghasilkan telur hingga mencapai 1000 butir. Telur-telur ini selanjutnya akan menetas dalam waktu 24 jam kemudian.

Adapun langkah-langkah cara mengawinkan ikan cupang yang benar ialah siapkan kolam yang berisi air setinggi 10-15 cm. Air yang dipaki harus berasal dari sumur atau sungai yang telah diendapkan. Kemudian masukkan beberapa tanaman air sebagai tempat melekatnya telur sekaligus persembunyian burayak ikan cupang.

Masukkan ikan cupang jantan ke dalam kolam pemijahan. Biarkan selama 24 jam supaya ikan ini mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Anda bisa memancing ikan jantan agar membuat gelembung udara dengan cara menaruh ikan cupang betina ke dalam gelas plastik yang terpisah, lalu masukkan gelas tersebut tepat di tengah-tengah kolam pemijahan. Proses perkawinan ikan cupang umumnya berlangsung pada pukul 7-10 pagi dan 4-6 sore.

Setelah terjadinya pembuahan, segera keluarkan ikan cupang betina dari kolam pemijahan sebab ikan jantan lah yang akan mengurus telur-telur ini. Jika ikan betina tidak segera diangkat, maka kemungkinan besar telur-telur yang telah dihasilkannya tadi akan dimakannya kembali. Telur ikan cupang biasanya akan menetas menjadi burayak dalam waktu 1 hari. Setelah menetas, burayak-burayak ini tidak perlu diberi makanan terlebih dahulu selama 3 hari ke depan karena masih memiliki cadangan makanan pada kuning telur yang menempel di perutnya.

Pakan yang bagus untuk burayak ikan cupang berupa kutu air yaitu moina atau daphnia. Hindari memberikan pakan dalam jumlah yang terlalu berlebihan sebab malah akan mengotori air dan menyebabkan ikan mati. Pada hari ke-14, keluarkan indukan ikan jantan dari kolam pemijahan serta pindahkan burayak-burayak ke kolam pemeliharaan khusus. Pakan yang bisa diberikan pada masa ini adalah kutu air besar dan larva nyamuk. Penyortiran ikan-ikan cupang anakan berdasarkan kualitasnya bisa dilakukan setelah mencapai usia 1,5 bulan.

Pakan Ikan Cupang

Pakan yang bagus untuk mendukung pertumbuhan ikan cupang antara lain kutu air, cacing sutera, dan larva nyamuk. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3-4 kali per hari. Lebih baik lakukan pemberian pakan dalam jumlah yang sedikit demi sedikit namun frekuensinya sering untuk menjaga kualitas pakan tersebut dan mencegah penumpukan sisa pakan di dasar kolam.

Perawatan Ikan Cupang

Karena mempunyai daya tahan yang sangat bagus, ikan cupang bisa dipelihara di dalam kolam yang tidak dilengkapi dengan aerator. Kendati demikian akan lebih baik apabila Anda merawat ikan ini di akuarium yang telah didukung sistem aerator dan filtrasi sehingga kondisi airnya tetap terkontrol dengan baik. Bagaimanapun ikan cupang yang dipelihara di dalam air yang sehat tentu tingkat pertumbuhannya akan lebih cepat dan posturnya pun bakalan lebih baik.

Hindari memelihara beberapa ikan cupang di dalam sebuah akuarium, apalagi jika ukurannya terlalu kecil. Perangai ikan ini yang sangat menjaga daerah kekuasaannya akan menyebabkan bentrok ketika bertemu dengan ikan cupang lain di dalam satu wadah, terutama jika keduanya sama-sama jantan. Akibatnya ikan pun akan mengalami cacat atau bahkan bisa mati.

Khusus untuk ikan cupang dari jenis aduan, Anda harus memeliharanya di toples-toples yang terpisah. Letakkan stoples ini di ruangan yang minim cahaya agar perkembangan ikan cupang lebih optimal. Jangan menaruh stoples yang berisi ikan cupang ini secara berhimpitan sebab ikan cupang aduan memiliki perangai yang sangat agresif. Ia akan terus-menerus membenturkan dirinya ke kaca untuk mencapai stoples lain yang ada di sebelahnya.

Rabu, 11 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Syarat-syarat Budidaya Mina Padi

Apakah syarat-syarat budidaya mina padi? Mina padi adalah suatu teknik budidaya yang menggabungkan antara menanam padi dan memelihara ikan di suatu lahan yang sama. Teknik ini dinilai mampu memaksimalkan penggunaan area sawah dengan baik. Di satu sisi kita bisa mendapatkan hasil dari tanaman padi tersebut dan di sisi lain ikan yang hidup di perairannya pun bisa dipanen.

Akan tetapi, tidak semua area persawahan bisa menerapkan sistem pertanian dengan teknik mina padi. Diperlukan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi mencakup lokasi, debit air, dan luas lahan. Menerapkan sistem mina padi di lahan yang tidak sesuai justru akan mengakibatkan kegagalan panen.

syarat-budidaya-mina-padi.jpg

Di bawah ini syarat-syarat mina padi yang utama, antara lain :

Ketinggian Daerah

Sistem mina padi sebaiknya diterapkan pada sawah yang terletak di ketinggian kurang dari 1000 m di atas permukaan laut. Selain untuk menjaga ketersediaan debit air, lokasi ini juga berpengaruh besar terhadap cuaca dan temperatur udara di sawah. Faktanya, tidak terlalu banyak ikan yang bisa dibudidayakan di lingkungan yang dingin.

Ketersediaan Air

Selama masa pemeliharaan ikan, air harus senantiasa menggenangi sawah. Idealnya, debit air yang normal untuk kolam pemeliharaan ikan berkisar antara 1-2 liter/detik. Kapasitas air yang terlalu rendah di bawah kisaran tersebut akan menyebabkan ikan-ikan tidak bisa tumbuh dengan baik dan mewabahnya bibit penyakit.

Luas Lahan

Agar hasilnya cocok dengan biaya yang telah dikeluarkan selama memelihara padi dan ikan, perhatikan pula luas area persawahan yang ada. Ada baiknya sawah yang akan mengadopsi sistem mina padi memiliki luas kurang lebih 500-1000 m2. Prinsipnya adalah lebih luas akan lebih baik selama ada tenaga yang mengelolanya. Jika luas sawah kurang dari 500 m2, maka hasilnya tidak akan sanggup menutupi biaya, waktu, dan tenaga yang telah dikeluarkan.

Lokasi Sawah

Tidak semua sawah di suatu area persawahan bisa memperoleh irigasi air dengan lancar. Ada sawah yang hanya ketika musim hujan bisa mendapatkan air, tetapi saat musim kemarau akan kekurangan air. Lokasi sawah yang demikian ini sebaiknya dihindari karena di samping tidak bisa dipakai untuk membesarkan ikan, tanaman padi yang tumbuh di dalamnya pun kurang maksimal.

Kontur Tanah

Usahakan kontur tanah pada area yang akan dibuat mina padi memiliki topografi yang landai supaya mempermudah dalam mengatur saluran irigasi. Pastikan pula sawah tidak mudah kebanjiran sehingga menyebabkan airnya sering meluap. Kontrol terhadap air ini sangat penting dilakukan karena berpengaruh besar terhadap tingkat pertumbuhan padi dan ikan yang hidup di dalamnya.

Sabtu, 07 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Teknik Budidaya Ikan Gurame dengan Sistem Boster

Bagaimana cara membudidayakan ikan gurame dengan sistem boster? Sistem boster merupakan suatu sistem dalam memelihara ikan gurame di lahan pekarangan. Dengan mengaplikasikan sistem ini, ikan-ikan gurame yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang lebih baik. Perlu diketahui, umumnya ikan gurame yang dirawat di kolam pekarangan memiliki pertumbuhan yang lamban, masa pemeliharaannya lama, serta memiliki produktivitas yang rendah.

Tujuan dari diberlakukannya metode budidaya dengan sistem boster ialah mengatasi keterbatasan lahan dan mempermudah kontrol pertumbuhan ikan. Sistem ini juga akan menaikkan tingkat produktivitas ikan gurame, mempercepat proses pertumbuhan ikan gurame, serta mendayagunakan lahan yang tersedia. Dan berikut panduan membudidayakan ikan gurame dengan sistem boster yang patut Anda ketahui!

teknik-budidaya-ikan-gurame.jpg

  1. Buat kolam tanah di area pekarangan yang memiliki kondisi paling ideal untuk dipakai memelihara ikan gurame. Anda bisa memperhatikan artikel yang pernah kami bahas di sini untuk memperoleh panduan membuat kolam ikan gurame.
  2. Lengkapi kolam tersebut dengan paralon yang berdiameter 2 inci dan panjang menyesuaikan ketinggian air sebagai saluran pembuangan air. Caranya masukkan salah satu ujung paralon ke dalam bagian shock yang telah diletakkan di dasar kolam.
  3. Kemudian pasang juga paralon yang memiliki diameter 4 inci yang berguna untuk mengeluarkan kotoran di dasar kolam. Salah satu ujung paralon ini lantas dibuat lubang dengan diameter sekitar 1-2 cm.
  4. Isilah kolam menggunakan air sumur dengan volume sesuai tujuan pemeliharaan ikan. Kolam untuk pendederan benih ikan gurame cukup memilik ketinggian air mencapai 80 cm. Sedangkan kolam yang dipakai untuk pembesaran ikan gurame sampai pemanenan, ketinggiannya sekitar 100-120 cm.
  5. Untuk meningkatkan kesuburan air kolam, lakukan pemupukan dengan dosis 1 tutup botol/m3 yang telah dicampur air sebanyak 1-2 liter secara merata. Setelah pelaksanaan pemupukan, kolam perlu didiamkan selama 5-6 hari sehingga pupuk terlarut di air dengan maksimal.
  6. Penggunaan benih ikan gurame perlu disesuaikan dengan program pembudidayaan yang telah direncanakan. Misalnya jika mengharapkan panen dengan bobot ikan berkisar 7-9 ekor/ons, pilih benih yang berukuran 250-300 gram/ekor.
  7. Pakan yang diberikan kepada ikan gurame harus dapat memenuhi 3% dari berat biomassa. Mengingat ikan gurame merupakan omnivora, Anda bisa memberikannya pelet dan dedaunan dengan tambahan probiotik sebanyak 10-20 cc/kb pakan. Pakan diberikan setiap 2-3 kali sehari dan pemberian probiotiknya setiap 1 kali per hari.
  8. Air kolam perlu diganti sebanyak 30% setiap 5-6 hari agar kualitasnya terjaga dengan baik. Kolam pun harus diberikan pupuk susulan memakai probiotik sejumlah 1-2 cc/m3 air setiap 7 hari sekali untuk menjaga tingkat kesuburannya.
  9. Ikan gurame bisa dipanen setelah umurnya berkisar antara 5-8 bulan tergantung ukuran tebar benih dan target panen. Sebelum dilakukan pemanenan, volume air kolam perlu disurutkan hingga ketinggian airnya mencapai 1 m. Setelah itu, ikan-ikan gurame dapat ditangkap satu per satu untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah plastik.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 03 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Teknik Budidaya Ikan dengan Mina Padi

Pada dasarnya, pengertian budidaya ikan dengan mina padi adalah suatu teknik budidaya yang dilakukan dengan menggabungkan penanaman padi dan pemeliharaan ikan di lahan dan waktu yang sama. Kebanyakan teknik ini dilaksanakan di persawahan yang memakai sistem pengairan teknis dan non-teknis karena air memegang faktor yang utama.

Bisa dibilang mina padi menjadi salah satu teknologi budidaya yang baru dan merupakan bentuk perkembangan dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian. Teknologi ini diklaim dapat membantu meningkatkan pendapatan para petani melalui penggunaan lahan produktivitas secara maksimal. Lantas bagaimanakah langkah-langkah dalam membudidayakan ikan dan padi dengan sistem mina padi ini?

budidaya-ikan-mina-padi.jpg

Persiapan Lahan

Siapkan lahan berupa sawah sesuai dengan kebutuhan untuk menanam padi dan memelihara ikan. Adapun caranya yakni tanah diolah dibajak hingga kedalaman 15-30 cm sampai air dan lumpur bercampur membentuk komposisi yang sama. Kemudian buat parit sedalam 60-75 cm sebagai kolam ikan air tawarkolam pemeliharaan ikan air tawar. Selanjutnya diikuti dengan proses penanaman bibit-bibit padi.

Pemupukan Padi

Pemupukan dasar dilakukan dengan menaburkannya secara merata da area persawahan ketika kondisinya masih berlumpur. Hindari memakai pupuk Urea dan TSP pada saat pemupukan dasar ini. Sedangkan pada pemupukan susulan dilakukan setelah semua ikan yang dipelihara di sawah dipindahkan ke kolam lain terlebih dahulu. Penaburan pupuk dapat dikerjakan di antara barisan tanaman atau ditebar merata. Pastikan pupuk dibenamkan di dalam kedalaman lebih dari 3 cm agar efektif terserap oleh media tanam.

Penebaran Ikan

Sesuaikan waktu penebaran benih ikan dengan lama pemeliharaan dan masa panennya. Jumlah padat penebaran dan ukuran benih ikan yang dipilih juga bisa disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan ikan tersebut. Biasanya para petani menggunakan benih ikan yang berukuran 1-3 cm dengan padat tebar 3-5 ekor/m2. Pelihara juga ikan lain yang berukuran lebih besar untuk membantu bibit-bibit ikan tadi dalam mencari makanannya di dalam lumpur. Sebagai alternatif, Anda pun dapat membudidayakan udang galah atau udang lobster dengan ukuran 5-8 gram/ekor dengan padat tebar 2 ekor/m2.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan dengan memantau kondisi perkembangan tanaman padi dan ikan yang hidup di sawah. Jika perkembangan padi kurang optimal sehingga pertumbuhan anakannya kurang, Anda bisa menurunkan ketinggian permukaan air sekitar 5 cm selama 2-4 hari sehingga tanaman mempunyai waktu yang cukup untuk menumbuhkan tunas.

Pakan yang diberikan kepada ikan umumnya berupa dedak sebanyak 4-5% dari bobot ikan. Sedangkan pakan yang cocok untuk udang galah yaitu pelet dengan kadar protein 30% dengan dosis 1%/hari dari berat badannya. Pakan diberikan setiap tiga kali dalam sehari.

Selama berlangsungnya masa pemeliharaan ikan, pastikan kedalaman air terjaga dengan baik yaitu 10-15 cm di pelataran dan 30-40 cm di parit. Agar efisien, pemasukan dan pengeluaran air bisa dilakukan dengan mengandalkan gaya gravitasi. Lama pemeliharaan bisa disesuaikan dengan ukuran ikan/udang yang diharapkan.

Pemanenan Ikan

Idealnya, proses pemanenan ikan dilaksanakan pada saat pagi atau sore hari ketika suhu udara sedang dalam kondisi normal. Keringkan petakan sawah secara perlahan-lahan agar semua ikan bergerak ke dalam parit terlebih dahulu. Lalu air dari parit dikeluarkan melalui satu titik sehingga ikan-ikan berkumpul di titik tersebut. Ikan-ikan ini lantas diambil dan dipindahkan ke wadah penyimpanan yang telah dipersiapkan. Setelah proses pemanenan ikan selesai, sawah harus secepatnya diisi air kembali supaya ikan-ikan yang masih bersembunyi di antara tanaman padi dapat terselamatkan.

Senin, 02 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Tips Budidaya Ikan Kerapu Macan

Biasanya budidaya ikan kerapu macan dilakukan di keramba jaring apung. Di perdagangan internasional, ikan ini sering disebut sebagai brown marbled grouper, blotchy rock cod, carpet cod, dan flowery cod. Ikan kerapu macan banyak dibudidayakan oleh negara-negar di kawasan Asia Tenggara. Harga di dalam negeri sekitar Rp80-100 ribu dan di luar negeri antara $12-17.

Para petani umumnya memelihara benih ikan kerapu macan yang berukuran 8 cm. Harga benih ikan kerapu macan berukuran 4-10 cm berkisar antara Rp3-8 ribu/ekor. Jika dirawat secara intensif, benih-benih ikan ini akan mempunyai bobot hingga 0,5 kg dalam waktu 8-10 bulan. Hati-hati, saat ukurannya sudah cukup besar, ikan kerapu macan memiliki sifat kanibalisme.

budidaya-kerapu-macan.jpg

Di bawah ini tips-tips yang harus diperhatikan dalam membudidayakan ikan kerapu macan, di antaranya :

Tips 1. Pemilihan Lokasi

Lokasi yang paling cocok dipakai untuk memelihara ikan kerapu macan adalah tempat yang terlindung dari angin kencang dan gelombang air laut. Ini berkaitan dengan kebiasaan ikan kerapu yang senang berada di dasar jaring. Jadi apabila jaring sering tersapu oleh ombak yang kuat maka ikan dapat mengalami stres. Kesehatan ikan kerapu macan juga rentan terganggu akibat perubahan salinitas dan air kotor. Misalnya air tawar yang mengalir dari muara sungai/hujan dan limbah cair yang berasal dari tambak maupun pabrik sebisa mungkin harus dihindari.

Tips 2. Pengadaan Benih

Sebelum disebarkan ke kolam pembesaran, benih harus diseleksi terlebih dahulu. Benih yang pertumbuhannya terganggu biasanya memiliki daya tahan yang lemah sehingga gampang terserang penyakit dan pertumbuhannya lambat. Oleh karena itu, benih semacam ini sebaiknya dipisahkan sebab akan menimbulkan kerugian.

Tips 3. Pemberian Pakan

Secara alami, pakan ikan kerapu macan yang bagus adalah ikan rucah. Sayangnya meski berharga murah, ketersediaan ikan ini tidak pasti, memerlukan persiapan khusus, kualitasnya tidak stabil, perlu alat pendingin, dan dapat mencemari lingkungan. Sebagai alternatifnya, Anda bisa memberikan pelet mulai dari masa pendederan ikan. Tambahkan pula vitamin C sesekali ke dalam pelet untuk meningkatkan imunitas dan mencegah stres.

Tips 4. Kontrol Penyakit

Ikan yang terserang penyakit akan mengalami penurunan dalam nafsu makannya. Tingkah lakunya pun berubah menjadi senang berenang di permukaan air. Sehingga pengamatan terhadap kondisi pakan sangat penting untuk mendeteksi adanya serangan penyakit sejak dini.

Sementara itu, parasit yang senang menyerang kerapu macan ialah cacing kulit. Untuk mengatasinya, cobalah merendam ikan ini di dalam air tawar selama 5 menit dan mengganti jaring setiap 2-4 minggu sekali. Sedangkan parasit cacing insang bisa diatasi dengan merendam ikan di dalam air bersalinitas tinggi 60 ppt selama 5 menit.

Dan untuk pengobatan terhadap kutu ikan bisa dilakukan memakai hydrogen poroxide dengan dosis 150 ppm selama 30 menit. Ikan kerapu juga rawan mengalami gangguan sirip busuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Cara menyembuhkannya yakni memberikan antibiotik, ampicilin secara oral sebanyak 5-20 mg/kg berat badan ikan, atau oxolinic acid dengan dosis 10-30 mg.

Minggu, 01 Juli 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Kiat-kiat Budidaya Ikan Manfish

Apakah Anda membutuhkan kiat-kiat dalam membudidayakan ikan manfish? Ikan manfish (Pterophylum scalare) adalah ikan air tawar yang sering dijadikan sebagai ikan hias karena kemolekan rupa dan warnanya. Ikan ini kerap disebut pula angel fish alias ikan bidadari. Bentuk ikan manfish sangat khas yaitu pipih dengan sirip dada yang berukuran cukup panjang.

Tidak terlalu sulit kok untuk membudidayakan ikan manfish karena pada dasarnya ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Ikan ini juga cukup mudah dipijahkan. Biasanya ikan bidadari ini ditempatkan di dalam akuarium, kolam tanah, dan kolam beton.

cara-memelihara-ikan-manfish.jpg

Bagaimana sih caranya membudidayakan ikan manfish? Di bawah ini kiat-kiat dalam pemeliharaannya!

Kiat 1 : Pemilihan Indukan

Ikan manfish yang akan dijadikan sebagai ikan indukan harus berusia minimal enam bulan dan sudah mengalami tingkat kematangan secara gonad. Cukup mudah untuk mengetahui jenis kelamin suatu ikan manfish. Ciri-ciri ikan manfish jantan yaitu bagian atas kepalanya agak menonjol dan tubuhnya berwarna cerah. Sedangkan pada ikan manfish betina memiliki kepala bagian atas yang datar, warnanya lebih kusam, dan posturnya membulat. Biasanya pada umur yang sama, ikan manfish jantan berukuran lebih besar daripada ikan manfish betina.

Kiat 2 : Persiapan Akuarium

Akuarium yang ideal digunakan untuk mengawinkan sepasang ikan manfish memiliki ukuran minimal 60 x 40 x 40 cm. Sebelum diisi dengan air, akuarium perlu dijemur di bawah matahari terlebih dahulu selama 2-3 hari untuk menyucikannya. Setelah itu, isilah akuarium ini memakai air hingga memenuhi 1/3 dari total volumenya.

Lengkapi akuarium dengan aerator dan substrat yang terbuat dari pipa berukuran 2 inci x 10 cm sebagai tempat meletakkan telur. Akuarium yang dipakai untuk mendukung proses pemijahan ikan manfish ini sebaiknya diletakkan di tempat yang tenang dan aman. Bungkus sekeliling dinding akuarium untuk menciptakan suasana yang temaram, serta tutup bagian atasnya menggunakan potongan tripleks atau kardus.

Kiat 3 : Pemberian Pakan

Pakan yang bagus untuk diberikan kepada ikan manfish adalah jentik nyamuk, cacing rambut, dan dapina. Boleh juga sesekali memberikan pakan berupa pelet untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ikan tersebut. Sebelum proses pemijahan dimulai, semua ikan manfish indukan harus dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam.

Kiat 4 : Pemijahan Ikan

Ikan manfish dipindahkan ke akuarium pemijahan pada sore hari sehingga diharapkan proses perkawinannya akan berlangsung pada malam hari. Perbandingan indukan antara ikan jantan dan betina adalah 2:1 sehingga peluang pemijahannya semakin besar. Seekor ikan manfish betina mampu menghasilkan telur dengan jumlah hingga mencapai 200-400 butir.

Kiat 5 : Penetasan Telur

Penetasan telur sebaiknya dilakukan di akuarium lain yang khusus diperuntukkan memperlancar proses ini. Persiapan akuarium penetasan sama seperti akuarium untuk pemijahan. Setelah diisi dengan air bersih, tambahkan 2-3 tetes methilin blue. Kemudian masukkan pipa yang sudah berisi telur ikan ke dalam akuarium penetasan ini. Rata-rata telur tersebut akan menetas setelah berumur kurang lebih 3 hari.

Kiat 6 : Pemeliharaan Larva Ikan

Larva ikan manfish yang baru menetas dari telur tidak perlu diberikan pakan terlebih dahulu karena masih mempunyai cadangan makanan pada kuning telurnya. Cadangan makanan ini biasanya bertahan selama 2-3 hari. Hingga berusia seminggu, larva ikan lalu diberikan pakan berupa kuning telur yang sudah dihaluskan. Barulah ketika umurnya mencapai sepekan, anakan-anakan ikan manfish ini bisa diberi pakan berupa artemia, infusoria, dan rotifera. Perhatikan jangan pernah mengganti air akuarium sebelum ikan-ikan dapat berenang dengan lancar.

Kiat 7 : Pemanenan dan Pendederan

Ikan manfish yang sudah berusia 2 minggu bisa dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ikan yang akan dipanen dan dijual ke pengepul serta kelompok ikan yang akan didederkan. Proses pendederan sebaiknya dilakukan di kolam beton selama 1,5-3 bulan. Pakan yang diberikan selama tahap ini antara lain dapnia, artemia, dan tepung ikan. Dalam waktu 3 bulan kemudian, ikan-ikan manfish yang sudah berukuran cukup besar ini siap dijual sebagai ikan hias yang berharga mahal.

Kamis, 28 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Panduan Budidaya Ikan Garra Rufa

Apakah Anda memerlukan panduan budidaya ikan garra rufa? Ikan garra rufa adalah ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae. Ikan ini sering disebut pula sebagai ikan dokter karena dapat dimanfaatkan sebagai alat terapi, khususnya untuk mengatasi penyakit kulit. Ikan garra rufa bertubuh relatif kecil sekitar 7-13 cm, berbentuk silindris memanjang, bersisik, memiliki sungut sepasang, dan bentuk sirip ekornya bercagak.

Kebanyakan ikan dokter mempunyai warna tubuh kehijau-hijauan, perut berkelir kekuning-kuningan, dan pada pangkal ekornya terdapat bintik-bintik berwarna hitam. Ikan garra rufa bisa bertahan hidup dengan baik dan berkembang biak jika dipelihara di dalam air bersih yang bersuhu 20-25 derajat celsius dan pH sekitar 6,5-7,5. Ikan ini termasuk ikan omnivora yang memakan segalanya dengan cara menghisap pakan tersebut. Pada saat memakan kulit manusia melalui penghisapan, mulut ikan garra rufa juga mengeluarkan enzim dithranol dan anthralin yang diyakini mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

budidaya-ikan-garra-rufa.jpg

Walaupun berasal dari Negara Turki, saat ini ikan garra rufa sudah banyak dibudidayakan oleh para petani lokal. Sehingga Anda tidak perlu lagi mengimpor ikan ini yang justru akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Adapun langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan dokter ini di antaranya :

Langkah 1 : Persiapan Sarana Pemijahan

Sarana pemijahan ikan garra rufa bisa memanfaatkan kolam beton yang berukuran 2 x 3 x 1 m3. Sebelum dipakai, kolam tersebut harus dibersihkan sampai tuntas dengan menyikat dan menyiramnya memakai air mengalir. Setelah kondisi kolam sudah bersih, masukkan lapisan pasir dengan ketebalan mencapai 10 cm lalu tambahkan air sampa ketinggiannya mencapai 80 cm dari dasar kolam.

Pada bagian samping kolam dipasang strimin berukuran 1 x 2 x 0,7 m3 dengan posisi yang menggantung. Strimin ini berfungsi supaya telur yang dihasilkan oleh ikan dokter gampang tenggelam di dasar kolam sehingga tidak dimakan oleh indukannya. Pasang juga aerator untuk menghasilkan gelembung udara guna menjaga kadar oksigen terlarut dalam air.

Langkah 2 : Pemilihan Indukan

Ciri-ciri indukan ikan garra rufa yang berkualitas bagus yaitu bertubuh proporsional, bentuk siripnya normal, dan tidak mengalami cacat. Usahakan pula pilih indukan yang berwarna cerah, sisiknya mengkilap, panjangnya minimal 10 cm, dan telah matang kelamin. Ikan dokter jantan mempunyai spawning tuberles pada kepalanya, memiliki postur tubuh memanjang, dan saat ditekan perutnya menghasilkan sperma. Sedangkan ikan betina memiliki perut membulat, melebar ke arah lateral, dan saat perutnya ditekan terasa lembek.

Langkah 3 : Pemijahan Indukan

Sebaiknya pemijahan dilakukan dengan memasangkan indukan ikan jantan dan betina memakai perbandingan 2:1 bila ukuran tubuh pejantan lebih kecil daripada si betina. Sementara jika ukuran kedua indukan sama, maka perbandingan pasangan ikan yang bakal dipijahkan adalah 1:1.

Dalam waktu 24 jam sebelum proses pemijahan dimulai, kolam dibiarkan tenang sehingga airnya akan lebih jernih. Pemijahan sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar pukul 5 sore. Setiap kolam pemijahan diisi dengan indukan ikan dokter sebanyak 5-10 pasang tergantung ukurannya,

Pemantauan proses pemijahan wajib senantiasa dilakukan untuk mencegah ikan indukan memangsa telur-telur yang ada di kolam. Hal ini dikarenakan setelah proses pemijahan selesai, mayoritas ikan akan merasakan kelaparan yang luar biasa. Maksimal dalam tempo 2 hari sejak terlihat telur-telur ikan di dalam kolam, semua ikan garra rufa indukan harus dikeluarkan dari kolam tersebut.

Langkah 4 : Pemeliharaan Kolam

Walaupun ukurannya sangat kecil, larva ikan garra rufa bisa dilihat dengan mata telanjang, terutama saat larva-larva ikan ini sedang bergerak. Cadangan makanan yang terdapat pada larva ikan ini bisa mecukupi kebutuhan hidupnya paling lama dalam waktu 3 hari ke depan. Setelahnya, Anda bisa memberikan pakan berupa kuning telur rebus yang dihancurkan, rotifera, atau pakan khusus larva ikan yang mengandung protein 40%.

Setelah cukup besar, pakan yang diberikan kepada ikan dokter anakan bisa diganti dengan cacing sutera. Tingkat pertumbuhan anakan-anakan ikan larva ini biasanya tidak seragam ada yang tumbuh secara cepat namun ada pula yang pertumbuhannya lambat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyeleksian ikan pada umur 40 hari untuk mengelompokkan semua ikan dokter ini berdasarkan ukurannya.

Langkah 5 : Pencegahan dan Pengobatan Penyakit

Penyakit yang menyerang si ikan dokter ini mayoritas berasal dari organisme golongan parasit dan non-parasit. Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh aktivitas parasit meliputi white spot, selaput embun, dan sebagainya. Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan mengontrol kualitas air di kolam pemeliharaan.

Ikan yang sudah terkena penyakit harus diobati memakai metode yang tepat. Obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan ikan yang menderita white spot yakni metilin blue dengan dosis 2-4 ml/liter air. sedangkan penyakit selaput embun dapat diatasi memakai blitzicht sejumlah 0,3-0,5 ml/liter air.

Senin, 25 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Budidaya Ikan Rainbow dengan Mudah

Bagaimana cara budidaya ikan rainbow dilaksanakan? ikan rainbow atau ikan pelangi merupakan salah satu ikan asli Indonesia, tepatnya dari Danau Sentai, Irian Jaya. Dinamakan sebagai pelangi (rainbow) karena tubuhnya dihiasi oleh bermacam-macam warna yang cantik sekali. Tubuhnya yang cukup mungil juga membuat gerakan ikan ini sangat lincah sehingga cocok dijadikan ikan hias di akuarium.

Saat ini, ikan rainbow termasuk ikan yang hampir punah. Kendati demikian, pembudidayaan ikan ini dinilai mampu menyelamatkan keberlangsungan hidup ikan rainbow di habitat aslinya. Dengan proses budidaya yang tidak terlalu sulit, prospeknya sangat menguntungkan sebab hasilnya pun melimpah dengan nilai jual yang tinggi. Di luar negeri, harga seekor ikan rainbow dewasa berkisar antara Rp 90-150 ribu.

budidaya-ikan-rainbow.jpg

Dalam membudidayakan ikan rainbow, terdapat beberapa tahapan yag harus dikerjakan antara lain :

Siapkan Ikan Indukan

Ikan rainbow yang akan dijadikan sebagai indukan harus berusia minimal 6 bulan dengan ukuran sekitar 5-7 cm. Pada rentang umur tersebut, biasanya ikan sudah mengalami matang secara gamet sehingga bagus dipakai untuk indukan. Pilih ikan indukan yang mempunyai kualitas paling bagus, terlihat dari gerakannya yang aktif dan kecerahan corak warnanya.

Kemudian ikan ini dimasukkan ke dalam kolam pemijahan dengan perbandingan antara ikan jantan dan ikan betina yaitu 1:1 atau 1:2. Ikan rainbow jantan ditandai dari warnanya yang lebih cerah dan sirip-siripnya berwarna kemerah-merahan. Sedangkan ciri-ciri ikan rainbow betina yakni warna tubuhnya agak pucat, tubuhnya berukuran lebih kecil, dan berbentuk membulat pada bagian perutnya.

Buat Kolam Pemijahan

Kolam yang akan digunakan sebagai tempat pemijahan bisa berupa akuarium, kolam beton, atau bak fiberglass. Ukuran tempat pemijahan yang ideal adalah 80 x 40 x 40 cm. Sementara untuk ukurannya yaitu 2 x 2 m dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Ukuran seperti ini memungkinkan setiap pasangan ikan rainbow bisa mendapatkan setidaknya 10 liter air. Lengkapi kolam pemijahan ini dengan tanaman air, ijuk, atau tali rafia sebagai wadah bagi ikan untuk menempelkan telur-telurnya.

Air yang Berkualitas

Air yang akan digunakan untuk mengisi bak pemijahan harus memiliki kualitas yang bagus. Tanda-tandanya yaitu pH sekitar 7-8 dan memiliki temperatur antara 21-25 derajat celsius. Sebelum dituangkan ke dalam kolam, air tersebut perlu didiamkan terlebih dahulu paling cepat 12 jam supaya kotorannya mengendap.

Pakan yang Bernutrisi

Selama dalam masa pemijahan, indukan ikan rainbow harus diberikan pakan yang mengandung nutrisi yang lengkap. Beberapa rekomendasi pakan hidup yang cocok untuk ikan pelangi misalnya artemia, kutu air, dan cacing sutera. Sekali-kali ikan juga perlu diberikan pelet untuk mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukannya.

Berlangsungnya Proses Pemijahan

Proses pemijahan ikan rainbow biasanya berlangsung pada malam hari. Setelah proses ini terjadi, telur-telur ikan akan melekat pada tanaman air/wadah peletakan telur yang ada di kolam. Jadi tempat-tempat tersebut harus sering diperiksa untuk mengetahui apakah sudah ada telur ikannya atau belum.

Bila jumlah telur sudah cukup banyak, ikan-ikan indukan harus segera dikeluarkan dari kolam pemijahan agar tidak memangsa telur. Pada umumnya, telur akan menetas dalam waktu 5 hari setelah terjadinya pembuahan. Anak-anak ikan pelangi ini masih mempunyai kuning telur di perutnya yang akan menjadi cadangan makannya dalam waktu 5 hari ke depan.

Tahap Pembesaran Benih

Pakan yang diberikan kepada anakan ikan rainbow berupa infusoria dan kuning telur hingga umurnya mencapai 14 hari. Kemudian pakan ikan bisa diganti dengan kutu air dan cacing sutera sampai berusia 30 hari. Setelah sebulan, ikan rainbow kecil ini bisa dikasih pakan pelet yang telah dihaluskan. Selama proses pembesaran, kebersihan akuarium sebagai tempat pemeliharaan ikan rainbow harus senantiasa dijaga.

Senin, 18 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Pembesaran Ikan Nila di Kolam Tanah

Bagaimana cara pembesaran ikan nila di kolam tanah? Pada dasarnya, budidaya ikan nila dapat dilaksanakan di dataran rendah hingga menengah dengan ketinggian mencapai 500 m di atas permukaan laut. Daerah yang paling cocok untuk pemeliharaan ikan ini yaitu tempat yang mempunyai sumber air bersih di sepanjang tahun.

cara-pembesaran-ikan-nila.jpg

Persyaratan Lokasi

Ikan nila bisa dibesarkan di kolam tanah. Tanah yang baik yaitu tanah lempung, bersifat liat, dan tidak berporous. Tanah ini mampu menahan air dengan baik sehingga tidak mudah bocor. Untuk mempermudah pengairan, tingkat kemiringan tanah yang dianjurkan berkisar antara 3-5 persen.

Air yang digunakan harus benar-benar bersih, tidak terlalu keruh, dan tidak tercemar. Setelah banyak mengandung plankton, air yang semula berwarna jernih akan menjadi kehijau-hijauan. Pada kolam tanah, tingkat kecerahan air yang baik sekitar 20-30 cm, dapat diukur menggunakan secchi disc. Sedangkan debit air yang ideal agar suasananya tenang berada di kisaran 8-15 liter/detik.

Persiapan Kolam

Persiapan kolam tanah harus dilaksanakan paling tidak 2 minggu sebelum kolam tersebut diisi dengan ikan nila. Diawali dengan pengeringan, penjemuran selama beberapa hari, pembersihan dari rerumputan, pencangkulan, dan perataan dasar kolam. Perbaikan juga dilakukan pada tanggul dan pintu air agar tidak mengalami kebocoran, serta saluran untuk menjamin kelancaran sirkulasi air.

Untuk memperbaiki tingkat keasaman tanah, dasar kolam perlu diberikan kapur tohor dengan dosis sebanyak 100-300 kg/ha atau kapur pertanian sejumlah 500-1000 kg/ha. Kemudian pupuk kandang juga bisa ditambahkan sebanyak 1-2 ton/ha untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain ditaburkan ke seluruh dasar kolam, pupuk kandang pun dapat diletakkan di pintu pemasukan air supaya tersebar merata.

Pengisian Air

Setelah persiapan kolam selesai, selanjutnya kolam tanah tersebut siap diisi dengan air bersih. Pengisian dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama kolam diisi dengan air sedalam 5-10 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari untuk mendorong terjadinya mineralisasi tanah di dasar kolam. Lalu pengisian air tahap kedua dilakukan dengan menambahkan air hingga kedalaman 75-100 cm. Biarkan kolam tersebut selama 5-7 hari agar fitoplankton tumbuh di dalamnya. Barulah kemudian bibit ikan nila siap dilepaskan.

Fitoplankton merupakan pakan alami ikan nila. Ciri-ciri kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton yaitu warna air di kolam berubah menjadi kuning kehijau-hijauan. Bila diamati dengan seksama, pada dasar kolam juga banyak dihuni oleh organisme air seperti kutu air, jentik-jentik serangga, cacing tanah, anakan siput, dan sebagainya.

Pemeliharaan Ikan

Ketinggian air kolam yang disarankan selama masa pemeliharaan berkisar antara 75-100 cm. Setelah itu, kolam bisa diberikan pupuk kandang secara berkala setiap 2 minggu sekali untuk mempertahankan tingkat kesuburannya. Dosis yang digunakan pada setiap pemupukan sekitar 500 kg/ha dan dibagi menjadi 4 karung. Semua karung ini lantas diletakkan di pintu pemasukan air, 2 karung di sebelah kana dan 2 kurang lagi di sebelah kiri pintu air.

Selain pupuk kandang, kolam ikan nila juga sebaiknya diisi dengan urea dan TSP dengan dosis masing-masing sebanyak 30 kg/ha. Kedua pupuk ini lantas dimasukkan ke dalam kantong plastik yang dilubangi supaya pupuk bisa larut dengan air kolam sedikit demi sedikit. Kemudian kantong plastik ini digantungkan pada sebatang bambu yang dipancangkan di dasar kolam dengan posisi yang terendam sebagian.

Pemberian Pakan

Pakan yang diberikan kepada ikan nila harus memiliki mutu yang bagus dengan ransum harian sebesar 30% dari berat biomassa ikan setiap hari. Makanan yang direkomendasikan berbentuk pelet dengan kandungan protein sekitar 30% dan lemak antara 6-8%. Dosis pemberian pakan harus memperhatikan karakteristik dari ikan nila tersebut.

Minggu, 17 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Budidaya Ikan Koi di Kolam Plester

Bagaimana cara membudidayakan ikan koi di kolam plester? sebagai ikan hias yang memiliki rupa yang sangat eksotis, ikan koi mempunyai penggemar yang cukup banyak. Khusus bagi Anda yang serius memelihar ikan ini, Anda bisa menjadikannya sebagai hobi sekaligus bisnis. Peluang investasi di sektor ini sangat menjanjikan karena setiap tahunnya pecinta ikan koi semakin bertambah dengan harga yang juga kian meningkat.

Ikan koi mempunyai keistimewaan pada warna dan motif pada tubuhnya yang tampak cantik sekali. Gerak-gerik ikan ini juga terbilang sangat gesit. Bahkan ikan koi tak sungkan-sungkan melompat ke atas permukaan air ketika sedang diajak bermain oleh pemilikinya. Tentu saja, hal ini akan menjadi hiburan yang sangat menyenangkan bagi Anda.

Dalam membudidayakan ikan koi, faktor-faktor penting yang harus diperhatikan meliputi kolam, indukan, pakan, dan seleksi. Berikut ini panduang langkah-langkahnya untuk Anda.

budidaya-ikan-koi.jpg

Pembangunan Kolam Pemijahan

Kolam yang dipakai untuk keperluan pemijahan harus dibuat secara khusus. Kolam ini harus dilengkapi dengan pintu keluar masuk air tersendiri. Selanjutnya kolam perlu dilapisi dengan plester supaya mudah dalam perawatannya. Bisa juga melapisi dinding kolam menggunakan vinil agar kebesihan kolam lebih terjamin.

Ukuran kolam pemijahan bervariasi tergantung postur dan karakteristik ikan indukan serta ketersediaan lahan. Paling tidak kolam tersebut mempunyai luas yang berkisar antara 3-6 m2 dengan kedalaman sekitar 0,5 m. Kolam ini sebaiknya dibangun di lokasi yang bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup, suasananya tenang, dan terhindar dari bahaya.

Ada baiknya sediakan pula kolam yang dikhususkan untuk tempat penetasan telur dan perawatan benih (burayak ikan koi). Bentuknya bisa sesuka hati baik itu bulat atau kotak dengan ukuran bentang sekitar 1,5-2 m. Jangan lupa buat juga kolam yang difungsikan sebagai media pertumbuhan pakan alami ikan koi. Pakan alami ini bisa mulai diberikan ketika suplai cadangan makanan yakni kuning telur yang menempel ke benih ikan koi sudah habis. Kedalaman kolam pakan ini di kisaran 6-10 m2 dengan tingkat kedalaman 30 cm.

Pemilihan Indukan yang Unggul

Ikan koi yang akan dijadikan sebagai indukan wajib sudah mengalami matang secara gamet/kelamin dan matang tubuh. Yang dimaksud matang kelamin yaitu induk jantan sudah menghasilkan sperma dan induk betina juga sudah menghasilkan telur. Sedangkan maksud matang tubuh artinya ikan-ikan koi yang dipilih sudah memiliki ciri-ciri yang layak digunakan menjadi indukan yang produktif.

Persyaratan lain dari ikan koi indukan yang berkualitas bagus yakni memiliki bentuk fisik yang prima serta tidak mengalami cacat. Sirip-sirip ikan tersebut juga lengkap dengan susunan sisik yang teratur. Ikan pun terlihat berenang dengan gerakan yang anggun, seimbang, dan tidak loyo.

Ikan koi jantan biasanya sudah matang gamet pada saat umurnya telah mencapai 2 tahun. Sedangkan usia minimal dari ikan koi betina yang akan dijadikan indukan yaitu 3 tahun. Ikan koi betina ditandai dari postur tubuhnya yang berukuran lebih besar daripada pejantan, serta mempunyai perut yang lebih lebar dibandingkan dengan punggungnya. Sedangkan ikan koi jantan memiliki perut yang berbentuk rata dan langsing, serta muncul bintik-bintik berwarna putih ketika sudah siap untuk dipijahkan.

Setiap seekor ikan koi betina sebaiknya dipasangkan dengan 2-3 ekor ikan koi jantan sekaligus agar peluang terjadi perkawinannya lebih besar. Disarankan pilih ikan indukan yang membawa ciri-ciri bagus sehingga akan menurunkan karakteristik tersebut kepada anaknya. Sedangkan bila Anda memasangkan ikan koi yang benar-benar bagus, belum tentu sifat anak-anaknya bakal sesuai dengan si indukannya.

Persiapan Kolam Pemijahan

Kolam yang harus dipersiapkan pertam kali adalah kolam pemijahan. Kolam tersebut perlu dikeringkan dan dijemur selama seminggu di bawah terik matahari langsung. Pada kedua pintu sirkulasi air juga perlu dipasangi dengan saringan yang rapat untuk mencegah telur terbawa hanyut.

Indukan ikan koi biasanya akan bertelur di bawah tanaman air atau benda-benda apa saja yang dapat digunakan untuk menempelkan telur-telurnya. Jadi penting bagi Anda untuk menyediakan sarana khusus yang aman sebagai tempat menempelnya telur ikan koi di dalam kolam. Anda bisa menggunakan kakaban yang terbuat dari anyaman ijuk yang dijepit memakai bilah bambu. Jumlah kakaban yang dipakai bisa disesuaikan terhadap berat ikan betina.

Kakaban tersebut dimasukkan ke dalam kolam setelah terisi dengan air. sebelumnya kakaban perlu docuci dan dijemur terlebih dahulu untuk menghilangkan bibit penyakit yang mungkin melekat di permukaannya. Kolam pemijahan harus diisi dengan air yang selalu mengalir untuk merangsang pasangan ikan koi supaya cepat memijah.

Pelaksanaan Proses Pemijahan

Indukan ikan koi dipindahkan ke kolam pemijahan pada waktu sore dengan maksud agar pemijahan segera terjadi pada malam harinya. Tidak lama kemudian, ikan betina akan berenang mengelilingi kolam dan diikuti oleh ikan-ikan koi jantan di belakangnya. Semakin lama, gerakan ikan-ikan ini akan semakin gesit.

Proses selanjutnya, ikan jantan akan menempelkan tubuhnya di badan ikan betina sembari tetap mengikuti gerakannya. Setelah memasuki tahap puncak pemijahan, ikan betina akan mengeluarkan telur sambil sesekali meloncat ke permukaan air. Ikan-ikan koi jantan yang melihat gerakan ini lantas akan terangsang dan melepaskan sel spermanya. Telur yang sudah terkena sel sperma secara otomatis akan menempel ke kakaban dengan ikatan yang sangat kuat.

Pelaksanaan pemijahan ikan koi ini selesai setelah pagi hari datang. Segera keluarkan semua ikan koi indukan dari kolam pemijahan agar tidak membahayakan telur-telur di dalamnya. Kemudian telur-telur ikan koi ini direndam di dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1:300.000 selama 15 menit untuk mencegah serangan jamur. Setelah itu, semua telur tersebut siap untuk dipindahkan ke kolam penetasan untuk ditetaskan menjdai benih ikan koi yang bermutu baik.

Minggu, 27 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Budidaya Ikan Sepat yang Paling Mudah

Bagaimana cara membudidayakan ikan sepat? Ikan sepat adalah ikan air tawar yang tergolong di dalam marga Trichogaster dan anggota suku gurame-guramean (Osphronemidae). Ikan ini biasanya dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi, kendati tidak sedikit pula yang juga sering dijadikan sebagai ikan hias. Beberapa jenis ikan sepat yang cukup populer di antaranya ikan sepat rawa, ikan sepat siam, dan ikan sepat mutiara.

Ikan sepat tersebar mulai dari Indonesia hingga ke Malaysia dan Thailand. Ikan ini akan tumbuh dengan optimal jika berada di air yang ber-pH sekitar 6,5 sampai 7. Temperatur air yang disukainya berkisar antara 26-28 derajat celsius. Ikan sepat memiliki warna biru muda bercampur violet terang dan kehitam-hitaman, serta mampu tumbuh hingga mencapai panjang maksimal 20 cm.

budidaya-ikan-sepat.jpg

1. Media Pemeliharaan

Pembudidayaan sepasang ikan sepat indukan dapat dilakukan memakai media pemeliharaan berupa akuarium atau kolam. Ukuran media yang dipakai setidaknya mampu menampung air sebanyak 60 liter. Parameter air yang perlu diperhatikan ialah suhu 24-28 derajat celsius serta pH 6-7. Pilihlah ikan sepat indukan yang telah berusia dewasa sekitar 7 bulan dan sudah matang gamet.

2. Pemilihan Indukan

Cara membedakan jenis kelamin ikan sepat tidak begitu sulit kok. Ikan sepat jantan berbentuk lancip memanjang dan mempunyai sirip punggung yang panjang hingga mencapai dasar pangkal sirip ekor. Sedangkan ciri-ciri ikan sepat betina yaitu berbentuk membulat dan pendek dengan dasar pangkal sirip ekor yang rendah. Khusus untuk ikan sepat yang akan dijadikan sebagai ikan hias, pilih indukan yang mempunyai warna cerah.

3. Pemijahan Ikan

Akuarium yang akan dijadikan tempat pemijahan perlu dilengkapi dengan tanaman air sebagai tempat untuk meletakkan telur. Prosesnya dimulai dari ikan sepat jantan yang akan sarang busa/gelembung air sebagai tempat memijah dan menyimpan telur. Setelah telur dikeluarkan oleh ikan betina dan dibuahi dengan sempurna, ikan jantan akan merawat telur tersebut. Mengingat kedua indukan ikan sepat sangat setia dalam merawat anak-anaknya, pemisahan indukan tersebut hanya boleh dilakukan setelah larva ikan berumur seminggu dan sudah bisa berenang.

4. Perawatan Larva

Telur ikan akan menetas lalu berubah menjadi larwa sepat selama kurang lebih 24 jam. Seminggu kemudian, burayak sepat akan mulai aktif berenang, sehingga indukannya harus segera dikeluarkan dari tempat tersebut agat tidak menyerang anak-anaknya. Makanan ikan sepat anakan yang bagus seperti udang renik, cacing sutera, dan pelet khusus.

5. Pembesaran Burayak

Pemeliharaan burayak ikan sepat pada dasarnya tidak terlalu sulit. Sama seperti ikan gurame, ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Perangainya yang jinak juga memungkinkan ikan sepat dipelihara dalam sebuah wadah yang besar secara bersama-sama. Untuk menekan biaya pakan, Anda bisa membuatnya sendiri dengan metode yang pernah kami ajarkan di sini.

Semoga berhasil!

Kamis, 24 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

5 Pilihan Makanan Ikan Lele selain Pelet

Bingung memberikan makanan ikan lele selain pelet? Untuk menekan biaya prosuksi budidaya ikan lele, salah satu caranya ialah melalui pemilihan pakan yang tepat. Suatu pakan bisa dikatakan berkualitas bagus apabila dapat mempercepat pertumbuhan ikan lele. Kendati pelet mempunyai kemampuan yang demikian, sayangnya harga pelet di pasaran terhitung cukup mahal terutama bagi para petani ikan lele dalam skala kecil.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, disarankan untuk melakukan penggantian pakan dari pelet ikan ke pakan lain yang lebih murah tetapi kualitasnya masih setara. Tidak mudah memang menemukan pakan lele dengan manfaat yang demikian. Namun ternyata, ada lho beberapa makanan yang bisa dijadikan sebagai sumber nutrisi alternatif bagi ikan lele.

makanan-ikan-lele.jpg

Jika Anda tertarik, cobalah melakukan serangkaian ujicoba terhadap beberapa saran makanan di bawah ini :

1. Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan limbah yang tersisa dari proses produksi tahu. Daripada terbuang tercuma, tidak ada salahnya Anda memberikan makanan yang kaya akan protein ini ke ikan lele. Campurkan 5 kg ampas tahu, 5 kg dedak halus, 1 kg tepung ikan, 1 liter tetes tebu, 200 ml probiotik, dan 2 sdm ragi tempe. Kemudian aduk hingga bahan-bahan ini tercampur rata. Simpan campuran ampas tahu tersebut di dalam wadah yang tertutup selama 5 hari.

Pakan ini bisa diberikan langsung kepada ikan-ikan lele dengan membentuknya menjadi butiran-butiran dahulu. Sebaiknya berikana makanan ini ke ikan yang sudah berusia di atas 1 bulan dengan ukuran 5-7 cm. Jumlah pakan yang diberikan adalah 5% dari tingkat kepadatan ikan lele setiap pagi atau siang hari.

2. Dedak Bekatul

Dedak bekatul yang biasanya digunakan sebagai makanan bagi unggas pun dapat diberikan ke ikan lele karena mengandung nutrisi yang lengkap. Untuk membuat makanan ikan dari dedak bekatul, caranya campurkan 5 kg dedak bekatul, 5 sdm garam dapur, 5 liter air bersih, dan minyak sayur secukupnya. Penambahan 2,5 kg pelet ikan bersifat opsional untuk menambah daya tarik pakan sehingga ikan lele lebih tertarik melahapnya.

Bahan-bahan di atas kemudian direbus di dalam panci selama kurang lebih 1 jam. Selama proses perebusan, jangan lupa terus mengaduknya supaya tercampur rata dan tidak lengket. Dinginkan hasil rebusan ini selama semalaman. Keesokan harinya, makanan ikan lele ini dibentuk menjadi bulatan agar mudah dalam memberikannya. Pemberian olahan dedak bekatul ini dapat dilakukan dua kali setiap hari pada malam dan siang hari.

3. Kotoran Unggas

Pembudidayaan ikan lele juga dapat dilakukan dengan sistem tumpang sari. Anda bisa meletakkan kandang unggas di atas kolam ikan lele. Hal ini dimaksudkan agar kotoran unggas bisa otomatis masuk ke dalam kolam ikan lele sehingga meningkatkan kesuburannya. Kondisi kolam yang semakin subur ini akan memicu pertumbuhan mikroba-mikroba sebagai makanan alami ikan lele. Unggas yang telah mati juga dapat diberikan kepada ikan lele dengan memotong-motongnya terlebih dahulu.

4. Keong Mas

Keong mas merupakan hama tanaman padi yang banyak dijumpai di area persawahan. Usut punya usut, daging keong mas ternyata mempunyai kandungan lemak, protein, dan mineral yang tinggi. Anda bisa memanfaatkan binatang ini sebagai sumber nutrisi ikan lele yang bagus. Cukup dengan mengeluarkan daging keong mas dari cangkangnya, lalu potong menjadi ukuran yang lebih kecil. Anda bisa memberikan makanan ini kepada ikan lele dalam jumlah yang cukup.

5. Ulat/Belatung

Tahukah Anda, kadar protein yang tersimpan di dalam ulat/belatung terbilang tinggi lho. Jadi Anda bisa menggunakannya untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele. Untuk mengundang tumbuhnya belatung, Anda bisa mengisi wadah dengan ampas tahu dan air. Kemudian tutup dengan daun pisang dan letakkan di tempat yang lembap. Setelah 5-7 hari berlalu, bisa dipastikan di wadah tersebut sudah berkumpul puluhan belatung yang siap Anda berikan ke ikan lele.

Rabu, 25 April 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Kolam Terpal

Apakah kelebihan dan kekurangan dari kolam terpal? Ada banyak media yang dapat digunakan untuk memelihara ikan. Salah satu di antaranya ialah kolam terpal. Pada dasarnya, kolam terpal terbuat dari bahan terpal plastik yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu menampung air dalam jumlah yang cukup sebagai media pemeliharaan ikan.

Biasanya kolam terpal dipakai untuk mengembangbiakkan ikan air tawar. Ikan lele, ikan patin, hingga ikan gurame yang dibudidayakan di dalam kolam ini terbukti tidak berbau tanah sehingga lebih disukai oleh para konsumen. Selain itu, memelihara ikan di kolm terpal juga lebih praktis, pembuatannya relatif mudah, dan biaya yang dibutuhkan dalam pembangunannya pun tidak terlalu banyak. Jadilah kolam terpal kini cukup disenangi oleh para petani ikan lokal.

Lantas apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari kolam terpal?

lebih-kurang-kolam-terpal.jpg

Di bawah ini kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kolam terpal antara lain :

  1. Ikan yang dibudidayakan di kolm terpal tidak berbau tanah sehingga lebih disukai oleh para konsumen. Bandingkan dengan memelihara ikan di kolam tanah atau kolam beton, di mana ikan di dalamnya sering berbau lumpur yang cukup tajam.
  2. Proses pembuatan kolam terpal terbilang sangat mudah. Dengan hanya bermodalkan kayu dan terpal, maka kolam yang layak untuk membesarkan ikan pun siap untuk digunakan.
  3. Karena tahap pembangunannya yang sederhana, pembuatan kolam terpal juga tidak terlalu banyak memakan biaya. Jadi anggaran yang tersedia dapat dipakai untuk memaksimalkan perawatan dari ikan ini.
  4. Kolam terpal merupakan jawabaan bagi daerah-daerah yang tidak memungkinkan dibangunnya kolam tanah atau kolam beton. Misalnya di lingkungan pantai yang mengandung tanah berporous tinggi sehingga menyebabkan tanah tidak bisa menampung air.
  5. Suhu air di dalam kolam terpal lebih stabil. Hal ini dikarenakan adanya lapisan sekam yang terletak di bawah kolam terpal. Sekam padi tersebut mampu mempertahankan tingkat kelembaban tanah dengan baik.
  6. Saat tiba waktunya panen, ikan yang ada di kolam terpal juga mudah ditangkap. Selain karena ukuran ikan yang dipanen biasanya lebih kecil, air di kolam yang hanya mengandung sedikit lumpur turut andil pula terhadap kemudahan pemanenan ikan.
  7. Pembersihan dan pengeringan kolam terpal setelah proses pemanenan selesai lebih gampang dan lebih cepat dilaksanakan. Daripada kolam tanah yang memerlukan waktu 2-7 hari, waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan kolam terpal kembali hanya sekitar 1-2 hari.
  8. Dimungkinkannya kotoran yang menumpuk di dasar kolam terpal untuk disedot membuat kebersihan kolam senantiasa terjaga. Manfaatnya di sampin pertumbuhan ikan lebih optimal, padat tebar benih ikan di kolam tersebut pun lebih tinggi sebab ikan-ikan mau berenang di dasar kolam.
  9. Berkat pemantauan yang intensif, kolam terpal aman dari gangguan hama. Begitu pula dengan penyakit, ikan-ikan yang hidup di kolam ini relatif jarang terkena penyakit. Dengan kata lain kelangsungan hidup ikan yang dirawat di kolam terpal lebih baik.

Sementara itu, kekurangan-kekurangan dari kolam terpal di antaranya :

  1. Sayangnya kolam terpal rawan mengalami kebocoran. Beberapa penyebab bocornya kolam terpal antara lain permukaan benda yang bersudut lancip, kotoran dan makanan ikan yang menumpuk, serta serangan dari binatang pengerat.
  2. Terpal juga gampang rusak apabila terus-menerus menerima terik matahari langsung dan curah hujan yang tinggi. Alhasil terpal pun harus diganti sebelum waktunya.
  3. Rata-rata usia pakai kolam terpal adalah 2 tahun, jauh kebih singkat daripada penggunaan kolam tanah dan kolam beton yang dapat mencapai puluhan tahun.
  4. Ikan yang dipelihara di kolam terpal tidak bisa tumbuh sebesar dan secepat ikan yang dibudidayakan di kolam tanah. Pasalnya, ikan tersebut kekurangan ion-ion penting yang diperlukan oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhannya. Hal ini tidak berlaku apabila petani rutin memberikan bahan mineral tambahan ke dalam kolam terpal.
  5. Kolam terpal kerap mengeluarkan bau yang menyengat. Minimnya bakteri yang berada di kolam terpal mengakibatkan proses pembusukan sisa pakan dan kotoran ikan berlangsung lebih lama.

Jumat, 16 Maret 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

5 Tips Budidaya Ikan Mujair yang Baik

Apakah Anda membutuhkan tips budidaya ikan mujair yang baik? Ikan mujair merupakan ikan air tawar yang biasanya dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi. Karakteristiknya yaitu memiliki badan yang berbentuk pipih dan berwarna abu-abu, hitam, atau cokelat. Dengan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, ikan mujair sangat diminati oleh para petani untuk dibudidayakan.

Media pemeliharaan yang sering dipakai untuk membudidayakan ikan mujair adalah kolam terpal. Selain biayanya relatif murah, pembuatan kolam terpal juga mudah dilakukan karena konstruksinya yang sederhana. Selain itu, pemantauan terhadap kondisi ikan mujair di kolam ini juga lebih gampang.

tips-budidaya-ikan-mujair.jpg

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam beternak ikan mujair :

1. Persiapan Awal

Persiapan awal dilakukan dengan membangun kolam terpal sebagai media pemeliharaan ikan mujair yang utama. Dasar kolam sebaiknya dibuat dengan kemiringan 3-5 persen agar pengelolaan air kolam menjadi lebih gampang dikerjakan. Air yang digunakan harus bersih, tidak tercemar, tidak beracun, dan tidak keruh. Usahakan supaya air di dalam kolam tersebut terus mengalir dengan menyediakan saluran air masuk dan keluar sehingga pertumbuhan ikan mujair lebih cepat. Adapun suhu air yang ideal untuk mendukung kehidupan ikan ini berkisar antara 20-25 derajat celcius.

2. Persiapan Media

Sebelum kolam terpal dipakai, Anda perlu melakukan pengapuran terlebih dahulu untuk mematikan kuman dan penyakit yang ada di dalamnya. Dosis yang digunakan yaitu sebanyak 25-30 gram/m2. Selanjutnya kolam juga harus diberikan pupuk kandang/kompos 50 gram/m2, urea 15 gram/m2, dan TSP 10 gram/m2. Tujuannya ialah meningkatkan produktivitas kolam dan merangsang pertumbuhan tanaman air sebagai makanan alami ikan secara maksimal.

3. Pilihan Pakan

Setelah ikan mujair sudah berukuran cukup besar, ikan perlu diberi pakan tambahan untuk mempercepat pertumbuhannya. Pakan yang umum digunakan berupa tepung ikan 25 persen, tepung kopra 10 persen, dan dedak halus 65 persen. Dalam budidaya ikan mujair secara besar, disarankan pula memberikan pelet yang mengandung protein 20-30 persen dengan dosis sebanyak 2-3 persen dari total populasi ikan di dalam kolam. Pakan tambahan ini diberikan sebanyak 2-3 kali sehari saat pagi dan sore hari.

4. Pemberantasan Hama

Ada cukup banyak hama yang dapat menyerang ikan mujair. Di antaranya yaitu notonecta, larva cybister, kodok, ular, lingsang, dan burung. Untuk mengatasinya, Anda perlu memberikan pagar pelindung di sekeliling kolam guna mencegah hama-hama ini menjangkau area kolam budidaya. Bisa juga dengan memasang perangkap untuk menangkap hama tersebut dan menyingkirkannya ke tempat lain. Agar populasi hama di sekitar kolam menurun bahkan musnah, pastikan Anda membersihkan area kolam secara rutin dan membuang timbunan sampah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hama.

5. Pengentasan Penyakit

Ikan mujair juga tidak bisa terlepas dari potensi terserang penyakit, baik yang ringan dan berbahaya. Pada umumnya, penyakit-penyakit ikan mujair bisa diatasi dengan metode-metode antara lain memberikannya obat sesuai gejala, memisahkan ikan-ikan yang terjangkit penyakit, dan menghindari penebaran benih ikan secara berlebihan. Sedangkan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahannya yakni dengan mengatur kelancaran sirkulasi air kolam, memberikan pakan secukupnya, mengeringkan kolam setelah proses pemanenan, serta mencegah ikan-ikan pembawa bibit penyakit memasuki kolam.

Rabu, 14 Maret 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Dasar-dasar Cara Membudidayakan Ikan Wader

Ikan wader merupakan ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Di Indonesia, ikan ini biasa dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat sensasi kuliner berbahan ikan ini tidak kalah daripada olahan ikan-ikan lainnya.

Permintaan pasar yang tinggi ditambah ketersediaannya yang tidak terlalu banyak mendorong harga ikan wader sekarang semakin mahal. Oleh sebab itu, peluang budidaya ikan ini juga masih sangat terbuka lebar. Apalagi ikan wader dikenal pula memiliki daya tahan yang bagus dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

cara-membudidayakan-ikan-wader.jpg

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan prosedur budidaya ikan wader, Anda bisa mengikuti langkah-langkah dari kami berikut ini :

1. Penentuan Jenis Ikan Wader

Ada beberapa spesies ikan wader yang menguntungkan jika dipelihara karena memiliki harga yang terbilang tinggi. Di antaranya adalah ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) dan ikan wader cakul (Puntius binotatus). Ciri-ciri ikan wader pari antara lain tubuhnya ramping memanjang, berwarna putih keperakan, dan ada garis horisontal warna biru di tengahnya. Sedangkan ikan wader cakul memiliki ciri-ciri yaitu postur tubuhnya gemuk, berwarna abu-abu kehijauan, dan ada bintik dua di pangkal siripnya.

2. Pemilihan Ikan Wader Indukan

Perbandingan jumlah ikan wader yang ideal untuk dijadikan indukan antara pejantan dan betina ialah 1:3. Ikan wader jantan mempunyai tubuh yang lebih ramping, dilengkapi dua lubang kelamin, dan jika di-striping akan mengeluarkan sel sperma. Sementara itu, ikan wader betina memiliki postur tubuh yang membesar di bagian perut, mempunyai tiga lubang kelamin, dan mengeluarkan sel telur saat di-striping. Pastikan Anda memilih hanya indukan yang telah mengalami kematangan secara gonat agar siap untuk dipijahkan.

3. Persiapan Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bibit-bibit kuman dan bakteri yang ada di dalam kolam tersebut. Dengan demikian, rangsangan bau yang dikeluarkan oleh ikan-ikan wader indukan saat akan melakukan pemijahan ini pun tidak mengalami gangguan dan dapat berjalan dengan lancar.

4. Proses Pemijahan Ikan Wader

Ikan-ikan wader indukan kemudian dimasukkan ke dalam kolam pemijahan dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran kolam. Proses pemijahan biasanya berlangsung selama 2 hari terhitung setelah ikan jantan dan ikan betina dipertemukan di kolam yang sama. Setelah proses pemijahan selesai, berikutnya ikan-ikan wader tersebut bisa dikeluarkan dari kolam pemijahan. Proses selanjutnya adalah menunggu telur ikan wader yang dihasilkan tersebut menetas kira-kira dalam waktu 24 jam.

5. Pemeliharaan Larva Ikan Wader

Larva ikan wader yang telah menetas dari telurnya tidak perlu langsung diberi pakan karena masih memiliki cadangan makanan dari indung telurnya. Setelah cadangan tersebut mulai menipis, kurang lebih sekitar 6-10 jam, Anda bisa mulai memberikannya pakan. Pakan yang biasanya digunakan berupa kuning telur rebus dengan takaran menyesuaikan jumlah larva ikan.

6. Pembesaran Ikan Wader

Ketika larva ikan wader sudah tumbuh hingga panjangnya mencapai 2-3 cm, ikan-ikan wader kecil ini dapat dipindahkan ke kolam pembesaran. Selama proses pembesaran, ikan wader diberikan pakan berupa ampas tahu dan pelet ikan. Jangan lupa mengganti separuh volume air kolam setiap 2 minggu sekali untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikan wader baru bisa dipanen setelah rata-rata ukuran tubuhnya telah mencapai 10 cm.

Kamis, 08 Februari 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Budidaya Ikan Bandeng di Tambak

Apakah Anda membutuhkan panduan membudidayakan ikan bandeng di tambak? Ikan bandeng dikenal sebagai bahan makanan yang mengandung kadar protein yang tinggi. Rasa dagingnya yang gurih dan nikmat juga turut mempengaruhi peningkatan permintaan akan ikan herbivora ini saban tahunnya. Tujuan dari usaha pembudidayaan ikan bandeng adalah untuk menghasilkan ikan-ikan bandeng yang berbobot rata-rata 0,6 kg dalam waktu 5 hingga 6 bulan.

budidaya-ikan-bandeng-tambak.jpg

A. Penyediaan Benih Ikan Bandeng

Penyediaan benih ikan bandeng yang paling baik dilakukan dengan sistem pembenihan di kolam-kolam khusus. Di antaranya meliputi kolam pematangan induk, kolam pemijahan, kolam pendederan, dan kolam pembesaran. Berikut ini langkah-langkah dalam menyediakan benih ikan bandeng berkualitas unggul.

Langkah 1. Pemilihan Ikan Indukan

Sudah menjadi rahasia umum kalau sifat indukan akan menurun kepada anakannya. Sehingga Anda perlu memilih ikan bandeng indukan yang bermutu terbaik. Ciri-ciri indukan ikan bandeng yang bagus antara lain sehat, berbentuk normal, kepalanya cenderung kecil, susunan sisiknya rapi, gerakannya lincah, dan berumur sekitar 4-5 tahun.

Langkah 2. Pemijahan Ikan Indukan

Proses pemijahan ini bertujuan untuk mengawinkan indukan ikan bandeng jantan dan betina. Perlu diketahui, proses pembuahan pada ikan terjadi di luar tubuh sehingga diperlukan kolam khusus untuk mendukung keberhasilan tahap ini. Setelah ikan jantan dan betina yang telah matang secara reproduksi dicampurkan di air, terjadilah proses pengeluaran sel sperma dan sel telur yang selanjutnya sel sperma tersebut akan membuahi sel telur.

Langkah 3. Penetasan Telur Ikan

Telur ikan bandeng akan menetas hanya dalam waktu 24-26 jam setelah proses pemijahan. Berikutnya, telur yang menetas ini akan berkembang menjadi larva. Larva ikan bandeng ini masih mempunyai cadangan makanan berupa kuning telur yang menempel ditubuhnya. Sehingga pemberian pakan pada ikan baru mulai dilaksanakan setelah umurnya mencapai 2 hari.

Langkah 4. Pemeliharaan Larva Ikan Bandeng

Kolam untuk pemeliharaan ikan bandeng perlu melalui proses pengapuran dan pemupukan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk memicu pertumbuhan plankton di kolam tersebut sebagai pakan alami larva ikan. Kemudian, larva-larva ikan bandeng yang sudah berumur 9 hari ini dipindahkan ke kolam pemeliharaan. Untuk mempercepat pertumbuhannya, larva ikan bandeng juga perlu diberikan pakan berupa tepung yang mengandung kadar protein 30% dan mineral penting. Pemeliharaan ikan bandeng ini dikerjakan dalam waktu 8 minggu.

B. Pembesaran Ikan Bandeng

Setelah melalui proses pendederan selama 8 minggu, proses selanjutnya adalah pembesaran ikan bandeng. Proses pembesaran ini dilakukan di kolam khusus berupa kolam pembesaran. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dengan tepat!

Langkah 1. Penyiapan Lahan untuk Tambak

Lahan yang telah dipilih sebagai tempat pembesaran ikan bandeng selanjutnya dicangkul dan dibalik untuk membuang senyawa dan gas berbahaya serta untuk memperbaiki struktur tanah. Mengingat habitat ideal ikan bandeng terletak di perairan yang ber-Ph 7 hingga 8, maka tanah juga perlu dikapur dengan takaran yang sesuai. Setelah itu, tanah juga perlu dipupuk agar subur dan mengandung nutrisi yang melimpah. Pengisian air pertamakali dilakukan hingga ketinggiannya 10-20 cm untuk memicu pertumbuhan plankton. Setelah beberapa hari, air kembali dimasukkan ke kolam tersebut hingga memenuhi 3/4 dari total volume kolam.

Langkah 2. Pemindahan Larva Ikan Bandeng

Larva ikan bandeng sudah mulai boleh dimasukkan ke kolam pembesaran apabila jumlah plankton sudah cukup banyak. Hal ini ditandai dengan warna air kolam yang berubah menjadi kehijau-hijauan sedalam 30-40 cm. Proses pemindahan harus dilakukan secara hati-hati dan pada waktu yang tepat. Pastikan ikan-ikan bandeng anakan ini bisa beradaptasi dengan baik sehingga risiko tingkat kematiannya bisa diperkecil.

Langkah 3. Pemberian Pakan yang Benar

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, bandeng merupakan ikan herbivora. Secara alami, ikan ini memakan lumut, ganggang, dan klekap. Namun untuk mempercepat pertumbuhannya, Anda juga perlu memberikan pakan buatan yang mengandung protein tinggi sekitar 25-30 persen. Pemberian pakan dilakukan 3-5 kali sehari sebanyak 5-7% dari berat ikan. Beberapa pakan alternatif yang kami rekomendasikan contohnya tepung kedelai dan bungkil kacang tanah.

Senin, 05 Februari 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Panduan Budidaya Belut di Dalam Drum

Butuh panduan untuk membudidayakan belut di dalam drum? Belut (Monopterus albus) merupakan ikan air tawar yang memiliki bentuk tubuh memanjang dan menyerupai ular. Selain karena rasanya yang enak, belut disukai karena mengandung gizi yang banyak.

Di balik harganya yang relatif mahal, ternyata belut cukup mudah untuk dibudidayakan. Bahkan proses pemeliharaan belut bisa dilakukan dengan menggunakan drum-drum bekas. Tentu saja peluang bisnis ikan ini masih terbuka lebar mengingat permintaan pasar akan belut semakin meningkat.

budidaya-belut-dalam-drum.jpg

Langkah 1 : Persiapan Media Pemeliharaan

Sesuai judul di atas, media pemeliharaan yang dipakai kali ini untuk membudidayakan belut adalah drum. Selanjutnya drum diisi dengan jerami setinggi 50 cm di lapisan yang paling dasar, lalu mikro organisme starter sebanyak 1 liter, kemudian kompos setebal 5 cm, serta lapisan teratas berupa campuran lumpur kering setinggi 25 cm dan pupuk TSP sejumlah 5 kg. Setelah media-media tadi tersusun semuanya, berikutnya masukkan air ke dalam drum hingga mencapai ketinggian 15 cm dari permukaan media teratas.

Langkah 2 : Penanaman Eceng Gondok

Drum sebagai tempat pemeliharaan belut juga perlu ditanami dengan eceng gondok. Tumbuhan ini berguna sebagai tempat persembunyian belut agar terhindar dari stres. Selain itu, eceng gondok juga berguna untuk menjaga kestabilan suhu udara di dalam drum yakni sekitar 26-28 derajat celcius. Selanjutnya media pemeliharaan belut ini didiamkan selama 2-4 minggu sembari menunggu eceng gondok tumbuh serta dipenuhi oleh jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik.

Langkah 3. Pemasangan Shading Net

Shading net merupakan atap non-permanen berupa jaring-jaring penutup. Shading net berfungsi untuk menghalangi pancaran sinar matahari sehingga intensitasnya berkurang. Penghalang ini dipasang dengan jarak tertentu di atas kolam sehingga tidak mengganggu proses perawatan belut ke depannya.

Langkah 4. Perilisan Bibit Belut

Bibit belut yang dipakai harus berasal dari tempat yang jelas agar kualitasnya bisa diketahui. Bibit dipilih yang memiliki kondisi sehat, normal, dan lincah. Di dalam setiap drum, kita bisa memasukkan bibit belut sebanyak 200 ekor.

Langkah 5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan dilakukan minimal sekali per hari terutama pada saat sore hari. Pakan yang diberikan wajib dalam kondisi hidup contohnya anakan ikan mas, ikan cetol, bekicot, keong, belatung, ikan wader, ikan impun, cacing tanah, dan udang. Sesekali boleh memberikan pelet dengan dosis 5% dari total bobot yang diharapkan untuk memacu pertumbuhan belut-belut yang dipelihara. Ingat, belut mempunyai sifat kanibalisme sehingga Anda harus memastikan belut-belut yang dipelihara selalu merasa kenyang agar tidak saling memangsa satu sama lain.

Langkah 6. Peningkatan Nafsu Makan

Ada kalanya beberapa belut kehilangan nafsu makannya atas sebab tertentu. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa memberikan ramuan temulawak (Curcuma xanthorhiza). Caranya ialah tumbuk temulawak sebanyak 200 gram sampai halus. Kemudian campurkan dengan air sejumlah 1 liter. Cairan temulawak ini lantas dituangkan ke dalam drum.

Langkah 7. Penjagaan Kondisi Drum

Mengingat belut termasuk binatang yang cukup sensitif terhadap habitatnya, Anda perlu mengkondisikan lingkungan di dalam drum supaya tetap ideal dihuni oleh belut. Usahakan tingkat keasaman air di dalam drum selalu berada di kisaran pH 5-7. Begitupun ketika cuaca terik, disarankan untuk menciptakan hujan buatan memakai selang air.

Langkah 8. Pemanenan Belut

Proses panen belut biasanya bisa dilakukan pada waktu 3-4 bulan pemeliharaan. Hindari memanen belut ketika umurnya sudah mencapai 10 bulan sebab sifat kanibalismenya sudah kian ganas. Pemanenan dilakukan dengan menangkap belut-belut dari drum pemeliharaan untuk selanjutnya dipindahkan ke tong distribusi khusus. Selanjutnya, belut-belut ini siap dijual ke para pengepul atau langsung ke konsumen.