Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Memelihara Ikan Garra Rufa

Bagaimana cara memelihara ikan garra rufa yang benar? Garra rufa merupakan ikan air tawar yang biasanya dimanfaatkan untuk keperluan terapi pengobatan penyaki kulit, khususnya pasien dengan psoriasis. Ikan ini dapat memakan kulit yang berwarna kemerah-merahan dengan cara menghisapnya. Oleh karena itu, ikan ini sering disebut pula sebagai ikan terapi, ikan dokter, ikan penggigit, ikan kangal, atau ikan dermatologis kecil.

Ikan garra rufa tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Pasalnya ikan ini bisa bertahan hidup di tempat mana pun asalkan memenuhi persyaratan hidupnya. Untuk lebih jelasnya apa sajakah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat ikan garra rufa, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

cara-memelihara-garra-rufa.jpg

  1. Air

Habitat yang sesuai dengan ikan garra rufa ialah perairan tawar yang memiliki suhu berkisar antara 28-30 derajat celsius. Semakin tinggi temperatur di dalam air, maka ikan ini akan semakin cepat merasa lapar. Sebaiknya sirkulasi air di kolam tersebut tetap terkontrol dengan baik. Jaga pula tingkat keasaman (pH) air supaya stabil di kisaran 6-8.

  1. Kolam

Ikan garra rufa yang telah berusia antara 3-4 bulan bisa dipelihara secara berkelompok di dalam 15-20 ekor sekaligus. Kebanyakan orang menempatkan ikan-ikan ini pada kolam yang berukuran 1,2 x 1,6 x 0,5 m. Sebelum dimasukkan ke dalam kolam ikan, air perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan cara membiarkannya selama 24 jam supaya kotoran-kotorannya mengendap. Jika menginginkan metode yang lebih cepat, Anda bisa memakai tabung filtrasi untuk menyaring kotoran tersebut.

  1. Pakan

Pakan yang bagus diberikan kepada ikan garra rufa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari adalah pelet khusus yang mengandung protein sebanyak 40%. Kandungan protein yang tinggi dimaksudkan agar ikan tidak mudah merasa lapar. Jadi pemberian pakan hanya dilakukan dengan frekuensi 2 kali dalam sehari. Kebutuhan pakan untuk 5.000 ekor ikan garra rufa dalam sebulan sekitar 3 kg. Guna menjaga nafsu makannya, dianjurkan untuk memberikan makanan tambahan berupa cacing beku.

  1. Pembersihan

Supaya kesehatan ikan tetap terjaga, kolam sebagai media pemeliharaan ikan garra rufa juga perlu dibersihkan dengan rutin. Untuk menjaga kebersihannya, kolam harus dilengkapi dengan alat filtrasi. Proses penggantian air yang ideal dilakukan setiap seminggu sekali dengan mengganti setengah volume air kolam dengan air bersih. Sedangkan untuk proses pembersihan kolam secara menyeluruh, Anda bisa mengerjakannya setiap sebulan sekali atau memperhatikan kondisi kolam tersebut.

  1. Perkembangbiakan

Perkembangbiakan ikan garra rufa sebaiknya dibantu dengan metode buatan supaya prosesnya lebih efektif dan efisien. Caranya indukan ikan betina cukup disuntikkan bahan yang mengandung ovaprim. Kemudian ikan-ikan indukan dimasukkan ke kolam pemijahan dengan perbandingan ikan jantan dan ikan betina adalah 1:1 sebanyak 10 ekor atau 5 pasang.

Setelah terjadinya proses pemijahan, ikan betina akan menghasilkan telur kurang lebih 400 butir. Risiko kematian benih biasanya maksimal 10% sehingga telur yang akan berkembang menjadi burayak sekitar 300 ekor. Proses penetasan telur berkisar antara 1-2 hari.

Rabu, 27 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Panduan Lengkap Cara Memelihara Ikan Koi

Apakah Anda membutuhkan panduan memelihara ikan koi? Ikan koi adalah ikan air tawar yang termasuk dalam golongan ikan karper. Ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias karena mempunyai warna dan corak yang sangat menarik dengan gerakan yang lincah sekali. Sejarah mencatat ikan koi sudah dikenal sejak dinasti Chin pada tahun 265 dan 316.

Asosiasi Koi Jepang (Nippon Airinkai) membagi varietas ikan koi yang ada di seluruh dunia menjadi 13 kelompok. Selanjutnya dari 13 kelompok ikan koi tersebut, terdapa 5 kelompok utama antara lain kohaku, sanke, showa, hirarinuji, dan kawarigoi. Nilai seekor ikan koi dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, keseimbangan pola, dan intensitas warna kulit. Dalam pemilihannya, ikan koi yang terbaik ditandai dari warnanya yang cerah, seimbang, dan murni serta memiliki kepala yang lebih besar dan bentuk badannya menyerupai roket.

cara-memelihara-ikan-koi.jpg

  1. Pemilihan Lokasi dan Konstruksi

Habitat alami ikan koi berada di lingkungan perairan yang mempunyai arus deras, sehingga kolam yang dipakai untuk memelihara ikan ini pun harus jernih dan mengandung kadar oksigen yang tinggi. Paling baik, ikan ini dipelihara di dalam kolam yang bisa mendapatkan sinar matahari dan ideal bagi pertumbuhan pakan alami ikan. Agar suhu kolam tidak terlalu berubah secara drastis, bagian tepian kolam sebaiknya ditanami dengan pepohonan yang rimbun.

Ikan koi yang masih berukuran relatif kecil sebaiknya ditempatkan di dalam akuarium. Sedari awal, ikan perlu dipelihara dalam kelompok supaya karakteristiknya berubah menjadi jinak. Hati-hati, ikan ini senang membuat lubang di dasar kolam yang bisa menyebabkan rusaknya akar tanaman air.

  1. Kontrol Kualitas Air

Sebagai media hidup ikan koi, air sangat memengaruhi kesehatan dan tampilan ikan-ikan koi di dalamnya. Kontrol terhadap kualitas air harus dilakukan sebaik mungkin. Kriteria-kriteria air yang cocok digunakan untuk ikan koi di antaranya :

  • Suhu sekitar 24-26 derajat celsius
  • pH berkisar antara 7,2-7,4 (basa)
  • Kadar oksigen minimal 3-5 ppm
  • Kandungan CO2 maksimal 10 ppm
  • Kadar nitrit maksimal 0,2

Sebelum dimasukkan ke dalam bak pemeliharaan, air perlu dideklorinisasi terlebih dahulu melalui pengendapan selama 24 jam dan penyaringan. Khusus untuk kolam pemijahan dan penetasan telur, kondisi air harus stabil. Disarankan memasang aerator pada kolam untuk menjaga ketersediaan oksigen yang terlarut.

  1. Pemberian Pakan

Ikan koi termasuk ikan tipe pemakan di dasar (bottom feeder) dengan kecenderungan omnivora. Artinya ikan ini bisa memakan apa saja seperti pucuk daun dan cacing. Sedangkan untuk pakan buatannya, Anda bisa memberikan ikan ini makanan berupa pelet. Guna mencukupi kebutuhan protein, ikan koi juga perlu diberikan pakan dari campuran bahan nabati dan bahan hewani, serta mulitvitamin dan mineral.

Bagi ikan koi, jenis pakan yang diberikan kepadanya akan memengaruhi tampilan warna ikan tersebut. Contoh pakan yang bagus untuk budidaya ikan ini adalah pakan yang banyak mengandung karotin, rutin, dan astasantin. Bahan makanan yang kaya akan zat-zat ini yaitu wortel mengandung karotin, ganggang, kubis, dan cabai hijau mengandung rutin, serta udang dan kepiting mengandung astasantin.

Jumlah pakan diberikan menurut bobot biomassa (jumlah ikan) di dalam kolam dengan kisaran kebutuhan 3-5% per hari. Sedangkan frekuensi pemberiannya dilakukan sebanyak 2-3 kali setiap hari tergantung kondisi ikan dan media pemeliharaannya. Pakan alami diberikan kepada benih ikan koi sampai bobotnya mencapai 50 gram/ekor.

  1. Persiapan Kolam Pembenihan

Kolam untuk pembenihan/pemijahan sebaiknya dibuat terpisah dari kolam pemeliharaan. Kolam ini perlu dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air yang terpisah. Bagian dinding dan dasar kolam juga wajib diplester, kemudian dikeringkan selama beberapa hari untuk membunuh bibit penyakit.

Kolam pemijahan ini dibuat di lokasi yang tenang, bisa mendapatkan sinar matahari, dan aman dari jangkauan binatang buas. Kolam dibuat dengan ukuran luas sekitar 3-6 m2 yang mempunyai kedalaman 0,5 m. Jangan lupa sediakan pula kolam penetasan telur berbentuk bulat yang berdiameter 1,5-2 m. Satu kolam lagi yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami dengan ukuran seluas 5-7 m2 dan berkedalaman 30 cm.

  1. Pelaksanaan Pemijahan

Indukan ikan koi yang bermutu baik memiliki warna yang cerah dengan pola bervariasi, namun tetap simetris. Bentuk tubuhnya menyerupai torpedo dan mempunyai berat badan minimal 1 kg. Untuk menghemat biaya, disarankan memelihara ikan bakal indukan ini sejak ukurannya sekitar 5-8 cm.

Sebelum dilakukan proses pemijahan, ikan koi perlu dipuasakan selama beberapa hari dan dipisahkan ke dalam wadah yang berbeda. Proses pemijahan ini dapat berlangsung secara alami maupun buatan. Untuk mempercepat terjadinya pembuahan disarankan untuk menyuntikkan ovaprim dengan dosis 0,2 mg/kg berat ikan. Biasanya dalam waktu 10 jam sejak ikan betina disuntik memakai cairan tersebut, ikan bakal mengalami proses ovulasi.

Dalam setiap kali pemijahan, ikan koi betina dapat menghasilkan telur sebanyak lebih dari 75.000 butir. Idealnya, setiap 1 ikan koi jantan dipasangkan dengan 2 ikan koi betina sekaligus agar potensi terjadinya pemijahan semakin tinggi. Sehabis dikeluarkan oleh indukannya, telur-telur ini akan menempel ke substrat yang selanjutnya akan dibuahi olah ikan pejantan. Setelah terjadinya proses pembuahan yang ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung air di permukaan kolam, ikan-ikan indukan harus segera dikeluarkan dari kolam pembenihan.

Kamis, 07 Juni 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Memelihara Kuda Laut di Akuarium

Bagaimana cara memelihara kuda laut di akuarium? Dinamakan kuda laut karena tubuh ikan ini sangat mirip dengan kuda, terutama pada bagian mukanya. Kuda laut termasuk anggota dari suku Syngnathidae. Ada sekitar 32 spesies kuda laut yang tersebar di paerairan tropis seluruh dunia, mulai dari yang berukuran 3 cm hingga 30 cm.

Bagi Anda yang tertarik memiliki kuda laut, Anda bisa mendapatkannya di toko ikan hias. Pilih kuda laut yang kondisinya sehat dan normal. Anda bisa meminta izin kepada penjualnya untuk memberikan makanan pada ikan ini. Kuda laut yang berkualitas bagus ditandai dari gerakannya yang aktif dan doyan makan.

memelihara-kuda-laut.jpg

Kuda laut bisa dipelihara di dalam akuarium. Di bawah ini tips-tips perawatannya :

  1. Sesuaikan Terlebih Dahulu

Sama seperti ikan mas koki, sebelum Anda memasukkan kuda laut ke dalam akuarium, pastikan untuk menyesuaikannya terlebih dahulu. Caranya letakkan kantong plastik yang telah berisi kuda laut ini ke akuarium. Rendam selama 15-30 menit. Setelah dirasakan temperatur akuarium dan plastik sama, Anda bisa segera merilis kuda laut ini.

  1. Jangan Pelihara Dua Jantan Sekaligus

Kuda laut memiliki perangai yang sangat menjaga wilayah kekuasaannya. Jika Anda memasukkan lebih dari satu pejantan ke dalam akuarium, besar kemungkinan mereka akan bertarung. Untuk membedakan jenis kelamin kuda laut, Anda bisa memperhatikan bagian bawah dan depan perutnya. Kuda laut jantan mempunyai kantong anak, sebaliknya si betina justru tidak.

  1. Makanan yang Dianjurkan

Untuk makanan kuda laut yang paling bagus yaitu artemia atau mysid shrimp. Meskipun mulut binatang ini berukuran kecil, namun kekuatan sedotan yang dimilikinya sangat kencang. Pilihan pakan lainnya bisa juga diberikan udang rebon sehingga kuda laut bisa lebih aktif memburu mangsanya.

  1. Pelihara di Akuarium Khusus

Sebaiknya kuda laut dipelihara di akuarium khusus mengingat kebiasaan makannya sangat pelan. Jangan pernah mencampurnya dengan ikan hias yang lain karena dikhawatirkan kuda laut tidak kebagian jatah pakannya. Tetapi bila Anda tetap memaksa menggabungkannya dengan ikan lain, pilih ikan yang gaya makannya mirip dengan kuda laut. Contohnya tangkur mas, tangkur buaya, tangkur mb, tangkur pasir, tangkur kerdil, ikan terompet, ikan piso-piso, ikan goby, ikan mandarin, dan ikan keling.

  1. Jangan Berikan Arus

Di habitat aslinya, kuda laut tinggal di lingkungan perairan yang tenang. Ia biasanya mengikatkan ekornya ke tanaman air karena memang gaya berenang yang dikuasainya sangat buruk. Jadi kalau Anda ingin memelihara ikan ini, jangan pernah memberikan arus air yang kuat di dalam akuarium atau kuda laut tersebut akan stres dan mati.

Kamis, 31 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Catat, Cara Memelihara Kura-kura dengan Mudah!

Butuh panduan cara memelihara kura-kura dengan mudah? Walaupun habitatnya berada di lingkungan air, faktanya kura-kura lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengangkat kepala di udara. Ini dikarenakan kura-kura bernapas melalui hidung, bukan lewat insang seperti pada ikan.

Sesekali kura-kura senang bergerak naik ke daratan atau tempat yang kondisinya kering. Kura-kura juga sangat membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendukung proses metabolisme di dalam tubuh, menjaga stamina yang dimiliki, serta memperkuat lapisan kerapasnya. Sedangkan untuk urusan pakan, Anda bisa memberikannya sesuai dengan jenis kura-kura tersebut.

cara-memelihara-kura-kura.jpg

Berikut ini tips-tips yang perlu Anda perhatikan dalam memelihara kura-kura :

Tampat Pemeliharaan

Tempat pemeliharaan yang paling bagus untuk kura-kura adalah kolam. Setengah bagian kolam merupakan perairan dan sisanya lagi berupa daratan. Namun untuk menghemat biaya, Anda juga bisa menggunakan akuarium yang diisi dengan air setinggi 5-10 cm. Kemudian tambahkan potongan kayu atau gabus sebagai tempat kura-kura untuk bersantai di daratan.

Ukuran tempat pemeliharaan harus disesuaikan dengan ukuran dan jumlah kura-kura yang dirawat. Paling tidak tempat tersebut memungkinkan kura-kura tetap bisa bergerak dengan leluasa. Pemakaian akuarium yang berukuran terlalu kecil tentu akan menghambat gerak-gerik si turtle sehingga tingkat pertumbuhannya pun akan lambat.

Akuarium sebaiknya dilengkapi dengan aerator, filtrasi, dan heater. Bila tidak, Anda perlu mengganti air di dalamnya minimal setiap 3 hari sekali. Akuarium yang tidak dilengkapi dengan heater juga sebaiknya dipindahkan ke area yang mendapat sinar matahari saat pagi hari dan memasukkannya kembali ke dalam ruangan pada malam hari untuk menghindari suhu yang dingin.

Pemberian Makanan

Terdapat begitu banyak jenis kura-kura yang tersebar di seluruh dunia. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Tetapi satu hal persamaannya ialah kura-kura merupakan binatang omnivora. Jadi pemberian pakan harus bersifat variatif, baik sayuran maupun daging-dagingan. Sesekali kura-kura juga perlu diberikan pakan berupa pelet khusus untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Sesuaikan ukuran makanan yang diberikan terhadap usia kura-kura tersebut supaya dapat dicerna dengan lancar. Kura-kura bayi bisa Anda berikan pelet, cumi-cumi, dan putih telur. Sedangkan kura-kura yang sudah cukup besar bisa diberikan daging ayam, ikan, dan udang. Hindari memberikan daun bayam sebab bersifat racun bagi kura-kura.

Sebagai binatang reptil, kura-kura merupakan hewan yang tidak terlalu banyak makan. Anda bisa memberikan makanan sebanyak tiga hari sekali atau pun seminggu sekali. Namun tentu akan lebih baik jika pemberian pakan dilakukan setiap hari agar kura-kura bisa cepat tumbuh menjadi besar.

Penanganan Penyakit

Kondisi lingkungan yang kurang bagus akan menyebabkan kura-kura menjaditidak berselera dalam melahap makanannya. Jika hal ini terus berlanjut, maka cepat atau lambat kura-kura pun akan menderita penyakit. Beberapa penyakit yang seringkali menyerang kura-kura antara lain diare, jamur, dan kulit mengelupas.

Untuk mengatasinya, Anda bisa merendam kura-kura di dalam cairan yang telah ditambahi obat sesuai gejala. Biasanya perendaman ini dilakukan selama 3-7 hari berturut-turut hingga kondisi kura-kura tersebut tampak membaik. Pengobatan penyakit kura-kura secara alami dapat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari saat pagi selama 30-60 menit.

Kamis, 24 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

5 Penyakit Ikan Mas Koki dan Cara Mengobatinya

Apa sajakah penyakit-penyakit yang biasanya menyerang ikan mas koki? Sebagai makhluk hidup, sejatinya ikan mas koki yang Anda pelihara pun bisa terkena penyakit. Potensi mewabahnya penyakit ini akan semakin besar manakala Anda melakukan kesalahan saat merawatnya. Perlu diketahui, kebanyakan bibit penyakit menyebar melalui media air yang tercemar amoniak atau kekurangan unsur oksigen akibat terlalu lama tidak diganti.

Oleh sebab itulah, akuarium yang dijadikan sebagai tempat memelihara ikan koki wajib dilengkapi dengan alat aerator dan sistem filtrasi untuk menciptakan suasana yang bersih dan nyaman bagi ikan yang hidup di dalamnya. Anda bisa mengamati gejala timbulnya penyakit melalui perubahan tingkah laku ikan koki tersebut. Parasit sebagai sumber penyebab penyakit kadangkala juga bisa dilihat secara langsung dengan munculnya lendir, sisik menjadi kasar, atau perubahan warna pada tubuh ikan mas koki. Jika sudah begini, tentu penanganan yang paling tepat akan menyelamatkan ikan-ikan kesayangan Anda.

penyakit-ikan-mas-koki.jpg

Karena ada cukup penyakit yang bisa menyerang ikan mas koki serta gejala-gejala yang ditimbulkannya pun berbeda-beda, maka sebaiknya Anda perlu mengetahui karakteristik dari penyaki-penyakit tersebut.

Penyakit I : Bintik Putih (White Spot)

Penyakit bintik putih disebabkan oleh aktivitas dari protozoa bernama Ichthyophtirius multifilis yang terbilang cukup ganas. Serangan protozoa ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih di sekujur tubuh ikan. Serangan yang terus berlajut mengakibatkan timbulnya selaput putih, sehingga ikan yang merasa gatal akan menggosokkan tubuhnya ke permukaan apapun dan berenang lambat.

Untuk mengobatinya, Anda bisa mengandalkan larutan Methylene Blue 1 % dengan perbandingan 1 gram dalam 100 cc air. Lalu ambil 2-4 cc dari campuran tersebut dan masukkan ke dalam 4 liter air. Rendam ikan yang berpenyakit di dalam campuran ini selama 24 jam secar berulang-ulang hingga ikan sembuh.

Penyakit II : Lernaea (Cacing Jangkar)

Penyebab utama penyakit lernaea adalah parasit yang menempel di badan ikan mas koki dan menusuknya seperti jarum. Parasit ini lambat laun akan menembus tutup insang, bada, sirip, hingga menuju ke mata. Gejala yang ditimbulkannya tampak dari adanya luka yang terdapat di bagian-bagian tubuh yang terserang.

Pengobatan terhadap penyakit lernaea bisa dilakukan memakai Sumition 50EC atau Dipterex dengan dosis 1 cc/m3 air. Bisa juga dengan merendam ikan koki selama tiga hari berturut-turut di dalam larutan formalin dengan dosis 250 mg/100 liter air. Guna membasmi bibit penyakit, jangan lupa rendam pula akuarium di dalam larutan Tetracyclin dengan dosis 250 mg/250 liter air dalam waktu lima jam selama tiga hari terus-menerus.

Penyakit III : Punctata (Bakteri Aeromonas)

Gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas yaitu warna tubuh ikan menjadi suram dan tidak cerah serta kulitnya terlihat mengelepuh. Gaya berenangnya pun tampak lemah sekali layaknya tengah kekurangan oksigen.

Penanggulannya bisa dilakukan dengan memberikan pakan yang telah dicampur Terramicine sebanyak 50 gram/kg pakan ikan. Berikan pakan ini secara berturut-turut dalam waktu tujuh hari. Apabila infeksi penyakit terlihat semakin bertambah berat, sebaiknya ikan tersebut dimusnahkan saja supaya tidak menular ke ikan-ikan yang lainnya.

Penyakit IV : Bakteri Pseudomonas

Bakteri pseudomonas juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang fatal pada ikan mas koki. Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit ini antara lain munculnya luka pada sejumlah bagian badan ikan dan menggerogoti bagian tersebut sedikit demi sedikit sampai habis. Ikan yang terjangkit penyakit ini harus diberikan pakan yang telah dicampur Oxytetracyclin dengan dosis 25 mg/kg pakan selama tujuh hari.

Penyakit V : Jamur (Saprolegniasis)

Jamur saprolegniasis umumnya tumbuh ketika temperatur air di akuarium dalam keadaan dingin. Gejalanya yaitu kepala, tutup insang, dan sirip ikan mas koki terlihat seperti diselimuti kapas. Ikan yang terkena penyakit ini bisa direndam di dalam larutan Malachite Green dengan dosis 3 gr/m3 air selama 15-20 menit.

Selasa, 22 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

4 Makanan Ikan Koki supaya Cepat Besar

Butuh saran makanan-makanan ikan koki supaya cepat besar? Ikan koki merupakan ikan hias air tawar yang cukup digemari oleh para penghobi di Indonesia. Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang membulat sehingga tampak lucu dan menggemaskan. Biasanya ikan mas koki dipelihara di dalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerator dan fitrasi.

Di kalangan penggemarnya, ikan mas koki dikenal memiliki hobi makan yang tak habis-habisnya. Ikan ini sangat rakus hingga semua makanan yang diberikan untuknya pasti habis dilahap. Soal perkara jenis makanannya, ikan koki juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun sebagai pemilik, tentu kita menginginkan agar makanan yang diberikan kepada ikan koki tersebut sanggup memicu pertumbuhannya sehingga lebih cepat besar.

makanan-ikan-mas-koki.jpg

Nah, berikut ini adalah makanan-makanan yang dipercaya dapat mempercepat pertumbuhan badan ikan koki, antara lain :

Makanan I : Pelet

Sudah menjadi rahasia umum kalau pelet dapat merangsang perkembangan tubuh ikan menjadi lebih cepat. Hal tersebut dikarenakan makanan ikan buatan ini mempunyai kandungan gizi yang sangat lengkap. Bahkan beberapa pelet mempunyai fungsi khusus apakah untuk menggemukkan tubuh ikan koki, meningkatkan kecerahan warna, atau membentuk jambul.

Setidaknya ada dua macam pelet yang dijual secara umum yaitu pelet apung dan pelet tenggelam. Pelet apung bagus diberikan ikan koki yang bersifat berdorsal contohnya ryukin, orando, dan demekin. Sedangkan pelet tenggelam cocok sekali untuk ikan koki yang memiliki karakteristik non-berdorsal seperti ranchu dan lionhead.

Makanan II : Cacing Sutera

Bentuknya yang halus layaknya benang sutera menyebabkan cacing ini dinamakan sebagai cacing sutera. Cacing sutera mengandung manfaat untuk merangsang pembentukan jambul serta mempercepat pertumbuhan badan ikan. Mengingat habitat aslinya berada di perairan yang cukup kotor, cacing sutera perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ikan mas koki. Caranya yaitu cuci lah cacing ini menggunakan air mengalir hingga kondisinya benar-benar bersih.

Makanan III : Cacing Darah

Cacing darah biasa disebut juga dengan nama bloodworm. Cacing ini banyak mengandung kadar nutrisi penting yang cukup tinggi terutama lemak, protein, dan mineral. Oleh karena itulah, tidak sedikit para penghobi ikan koki yang menjadikan bloodworm ini sebagai pakan utama bagi ikan kesayangannya. Selain memburunya langsung di alam, Anda juga bisa membeli cacing darah di toko-toko ikan hias terdekat. Biasanya bloodworm ini dijual dalam kondisi beku.

Makanan IV : Kutu Air

Opsi makanan ikan yang penuh nutrisi selanjutnya apalagi kalau bukan kutu air. Ukurannya yang kecil tidak membuat gizi yang terkandung di dalam kutu air sedikit. Bahkan makanan ini mampu mencukupi kebutuhan pakan bagi ikan koki dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan para penghobi menggunakan kutu air untuk diberikan kepada ikan koki anakan. Usahakan pilih kutu air yang masih hidup agar nutrisinya maksimal.

Minggu, 20 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Memilih Ikan Mas Koki yang Benar

Bagaimana cara memilih ikan mas koki yang benar? Sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang penghobi yang berhasil mempunyai ikan mas koki berkualitas tinggi. Selain demi alasan estetika, gengsi sang pemilik juga bakal ikutan naik berkat ikan jagoannya yang sering memenangkan kontes.

Namun faktanya, memilih ikan mas koki anakan yang mempunyai bakat pemenang tidak semudah yang selama ini Anda kira. Walaupun ada begitu banyak pilihan bibit ikan, bukan tidak mungkin jika ikan yang mempunyai bakat pemenang hanya 3-5 ekor saja. Belum lagi risiko ikan yang dipilih ternyata mengidap penyakit atau bentuknya yang memiliki cacat di bagian sirip atau pun ekornya.

cara-ikan-mas-koki.jpg

Kini terbayang kan betapa susahnya menemukan ikan-ikan mas koki yang kualitasnya benar-benar dapat diandalkan? Nah biar Anda tidak kecewa, perhatikan faktor-faktor berikut ini dalam memilih ikan mas koki anakan yang bermutu tinggi :

Bentuk Badan yang Membulat

Ciri-ciri ikan mas koki yang bermutu bagus di antaranya memiliki postur tubh yang cenderung pendek dengan perut yang berbentuk membulat dan ukurannya tidak terlalu besar. Hindari ikan yang mempunyai benjolan pada tulang punggungnya. Untuk jenis ikan koki yang berjambul seperti ikan koki oranda, pilih ikan yang mempunyai benjolan merata dan seimbang.

Mata yang Cerah dan Bening

Salah satu tanda ikan yang kualitasnya baik dapat dilihat dari matanya. Mata ikan mas koki yang bagus berwarna cerah, bening, dan bersinar. Jika dilihat dai sudut pandang atas, mata tersebut tampak menonjol seperti ingin keluar. Apabila Anda menemukan ikan koki dengan mata yang seperti ini, sebaiknya ambil saja karena dijamin kondisinya pasti sehat dan tidak berpenyakit.

Sirip dan Ekor yang Seimbang

Bisa dikatakan bagian sirip dan ekor ikan mas koki menjadi faktor penentu yang utama seberapa besar tingkat keindahan yang dimilikinya. Sebisa mungkin pilih lah ikan mas koki yang mempunyai sirip dan ekor seimbang antara bagian kanan dan kirinya. Selain itu, sirip punggungnya pun harus berbentuk tegak ke atas. Sedangkan sirip ekor yang terletak di belakang dekat anus antara kedua ekornya harus berukuran sama. Begitu pula dengan bagian ekornya lebih baik seimbang dan terbuka.

Warna yang Cerah dan Tegas

Karakteristik ikan mas koki yang bagus selanjutnya mempunyai warna yang cerah dan tidak kusam. Warna tersebut harus terlihat tegas. Kalau merah ya merah, begitu pun dengan putih dan oranye. Di samping karena faktor biologis yakni bawaan lahir, kualitas warna ikan koki juga bisa dirangsang dengan memberikannya makanan tertentu.

Permukaan Tubuh yang Mulus

Perhatikan lah permukaan tubuh ikan mas koki tersebut secara menyeluruh dan dengan seksama. Pastikan seluruh bagian tubuhnya mulus dan tidak memiliki cacat sama sekali. Sekalipun itu bercak kemerah-merahan maupun benjolan di salah satu sudutnya. Sebab, hal tersebut menandakan kalau ikan yang Anda incar sedang sakit. Bila penyakit itu tidak segera teratasi hingga tuntas, dikhawatirkan justru akan menyebar ke ikan-ikan mas koki yang lainnya.

Gaya Berenang yang Lincah

Gaya berenang seekor ikan mas koki juga bisa menjadi pertanda yang jitu untuk menilai kualitasnya. Ikan koki yang normal mempunyai gaya berenang yang lurus dan lincah. Sebaliknya, ikan yang gaya berenangnya menungging atau mendongak ke atas berarti kondisi ikan tersebut sedang tidak sehat. Kemungkinan besarnya ialah ikan koki ini mempunyai masalah pada bagian gelembung renang atau sistem pencernaannya.

Sabtu, 19 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

4 Cara Memelihara Ikan Mas Koki yang Mendasar

Bagaimana cara memelihara ikan mas koki? Di kalangan para penghobi ikan hias, ikan mas koki memiliki tempat tersendiri. Ikan ini diklaim sebagai salah satu ikan hias air tawar yang paling cantik. Tubuhnya yang membulat dengan gerakan renang yang cukup lincah juga membuatnya terlihat menggemaskan sekali. Belum lagi untaian sirip-siripnya yang tampak anggun, dijamin Anda bakalan betah deh berlama-lama memandanginya.

Memelihara ikan ini membutuhkan keuletan yang cukup tinggi. Pasalnya ikan mas koki sangat tidak toleran terhadap kondisi air yang kotor. Ia memerlukan air yang benar-benar bersih serta mengandung oksigen dalam jumlah yang cukup. Selain itu, jadwal pemberian pakan untuk ikan ini juga harus diperhatikan dengan baik. Jika tidak, ikan koki yang mengalami overdosis akan mati.

memelihara-ikan-mas-koki.jpg

Biar tidak ragu dalam memelihara ikan mas koki kesayangan Anda, ikutilah kiat-kiat sebagai berikut :

Pengadaan Akuarium

Sesuaikan ukuran akuarium dengan jumlah dan ukuran ikan mas koki yang akan dipelihara di dalamnya. Lengkapi akuarium ini dengan aerator sebagai peniup udara, sistem filtrasi, dan selang penyedot kotoran. Air yang akan dimasukkan ke dalam tangki wajib didiamkan terlebih dahulu semalaman agar kotorannya mengendap. Usahakan lokasi penempatan akuarium terletak di sudut ruangan yang tidak menerima cahaya matahari langsung untuk mencegah pertumbuhan lumut dan alga di dalamnya.

Perilisan Ikan

Sebelum ikan dirilis ke dalam akuarium, ikan yang masih berada di kantong plastik ini perlu diadaptasikan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk membantu ikan tersebut dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya. Adapun caranya ialah masukkan kantong plastik berisi ikan mas koki tersebut ke dalam akuarium. Rendam selama 15-30 menit. Setelah dirasakan temperatur air keduanya sama, barulah kantong plastik disobek. Lalu biarkan ikan mas koki keluar sendiri dan masuk ke akuarium.

Pemberian Pakan

Ikan mas koki tergolong sebagai ikan yang sangat rakus. Meskipun sudah diberi makanan dalam jumlah yang banyak, ia akan tetap melahap pakan yang ada di depannya. Memang terlihat lucu sih. Namun bila kebiasaan ini terus berlanjut, maka siap-siap saja cepat atau lambat ikan yang kelebihan berat badan tersebut bakalan mati. Sebaliknya, ikan mas koki yang bertubuh ramping justru menandakan kalau kondisinya sehat. Makanan yang bagus untuk ikan ini antara lain cacing sutera dan pelet ikan.

Penggantian Air

Agar kebersihan air di akuarium senantiasa terjaga dengan baik, Anda perlu mengganti airnya secara berkala. Seminggu sekali, setengah volume air perlu diganti dengan yang baru. Sedangkan pembersihan perlu dilakukan ketika kondisi akuarium sudah terlihat cukup kotor. Pencucian akuarium dilakukan dengan menggosoknya memakai garam kasar, kemudian bilas dengan air mengalir hingga bersih dan jemur di bawah terik matahari. Hindari mencuci akuarium terlalu sering karena dapat menyebabkan ikan di dalamnya mengalami stres.

Kamis, 17 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Makanan Ikan Louhan biar Merah, Jenong, dan Cepat Besar

Apa sajakah makanan-makanan yang bagus untuk ikan louhan? Daya tarik utama dari ikan louhan adalah warna tubuhnya kemerah-merahan, adanya corak berbentuk mutiara, dan terdapat jenong pada bagian dahinya. Salah satu upaya untuk menyempurnakan keunikan dari ikan ini dapat dilakukan melalui pemberian pakan yang tepat.

Namun banyaknya produk pakan ikan louhan yang kini beredar di pasaran justru sering mengakibatkan kebingungan. Belum lagi tidak sedikit para produsen yang meracik pakan dengan manfaat yang berbeda-beda. Ada pakan yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan, meningkatkan pigmen warna merah, merangsang terbentuknya pola mutiara, atau pun memperbesar ukuran jenong. Bahkan ada pula produk pakan yang mempunyai 2-3 manfaat sekaligus dalam setiap kemasannya.

makanan-ikan-louhan.jpg

Sebagai penghobi ikan yang cerdas, sebaiknya kita menyesuaikan pakan yang digunakan dengan kebutuhan. Pada dasarnya, dalam satu hari, ikan louhan membutuhkan lemak 3-6%, serat 2-4%, protein 45-70%, dan air 6-10%. Mengingat serat merupakan bahan yang sulit dicerna, maka semakin rendah kandungan serat pada suatu makanan akan semakin baik bagi si flowerhorn ini.

Makanan alami yang cukup efektif untuk mencerahkan warna merah pada tubuh louhan berupa udang-udangan serta bahan alami lain yang mengandung pigmen warna. Begitu pula dengan makanan ikan buatan pabrik, usahakan produk tersebut mengandung udang atau hati sapi. Sedangkan untuk mempercepat pertambahan ukuran louhan bisa dilakukan dengan memberinya pakan yang mengandung protein 45% dan lemak 11%. Lain lagi jikalau ingin ikan louhan kesayangan Anda memiliki kepala yang elastis, disarankan memberinya makanan yang banyak menyimpan protein, vitamin, dan kalsium.

Jadi komposisi makanan yang bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan louhan terdiri atas protein 45-70%, serat 2-4%, lemak 3-6%, serta vitamin dan mineral. Boleh-boleh saja memberikan pakan yang mengandung bahan pemicu warna atau pembesar ukuran jenong louhan, tetapi wajib dipastikan terlebih dahulu kalau pakan terebut memang benar aman dikonsumsi. Sebaiknya hindari lah pemberian makanan yang memiliki hormon perangsang sebab jika takarannya tidak tepat justru akan mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat.

Rabu, 16 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

10 Tips Memilih Anakan Ikan Louhan yang Berkualitas Bagus

Bagaimana tips memilih anakan ikan louhan yang berkualitas bagus? Meningkatnya pamor ikan louhan membuat ikan ini mudah sekali dijumpai di toko-toko yang menjual ikan hias. Mulai dari ikan yang dijual di kisaran ribuan sampai dengan ikan louhan yang berharga jutaan rupiah pun bisa kita temukan. Tentunya bakalan untung besar kalau kita berhasil mendapatkan anakan ikan louhan berkualitas bagus yang dibandrol dengan harga di bawah rata-rata.

Namun pada kenyataannya, para penjual ikan hias tidak seceroboh itu dalam menentukan harga barang dagangannya. Malahan tidak sedikit oknum yang justru mengelabui para pembeli dengan memberi informasi palsu. Jadi dalam pemilihannya nanti, diperlukan kejelian Anda untuk memperhatikan ciri-ciri ikan louhan tersebut dengan seksama. Jangan sampai Anda mengeluarkan uang berlebih untuk seekor ikan louhan yang kualitasnya kacangan.

tips-memilih-ikan-louhan.jpg

Di bawah ini poin-poin yang wajib diperhatikan manakala Anda ingin memilih anakan ikan louhan :

  1. Selalu pilh ikan louhan yang sehat dan fisiknya sempurna. Sebaliknya, jangan memilih bibit ikan yang diselmuti bercak-bercak putih atau pun jamur.
  2. Ambil anakan ikan louhan yang memiliki jenong cukup besar di kepalanya. Hindari membeli louhan yang tidak mempunyai jenong meski harganya murah sebab hanya akan membuat Anda merasa kecewa.
  3. Ikan louhan yang bagus juga ditandai dengan banyaknya motif mutiara yang terlukis di badannya. Tidak masalah apakah motif tersebut berukuran besar atau kecil karena keduanya sama-sama terlihat indah.
  4. Beli lah ikan louhan yang mempunyai garis marking berwarna hitam pekat dan terbentang dari pangkal sirip ekor sampai ke kepala. Semakin unik desain yang terbentuk dari garis marking tersebut, maka kualitasnya akan semakin baik.
  5. Ikan louhan yang ideal memiliki postur tubuh agak bulat, tebal, dan memanjang. Jangan lirik ikan louhan yang kurus atau ukuran badannya terlalu panjang.
  6. Ikan louhan yang berwarna merah sangat disukai oleh kalangan penghobi ikan ini. Sebaiknya warna tersebut menghiasi bagian insang, perut, dan sirip atas. Gradasi warna yang baik adalah merah pekat di tubuh bagian bawah, lalu berangsur-angsur cerah ke atas.
  7. Mata juga bisa menjadi sebuah pertanda apakag mutu seekor ikan louhan termasuk bernilai tinggi atau tidak. Anakan louhan yang bagus selalu memiliki bulatan yang berwarna merah di kedua bola matanya.
  8. Justru ketika ikan louhan mempunyai sifat agresif, ikan tersebut akan sangat diminati. Cara mengetahuinya Anda bisa menaruh telapak tangan di dekat akuarium, lalu menggerakkannya ke kanan dan kiri. Bibit ikan yang bagus bisa dilihat pada ikan yang terus-menerus mengikuti arah gerakan tangan.
  9. Ikan louhan yang agresif pun dapat diketahui dari bentuk siripnya. Usahakan ambil ikan louhan yang memiliki sirip atas berdiri dan tidak menguncup, serta sirip ekor yang mengembang sempurna.
  10. Pilih ikan yang memiliki bentuk tubuh normal dan tidak mengalami cacat sama sekali. Beberapa kelainan fisik pada ikan louhan di antaranya tubuh yang bengkok, kerusakan pada sirip, kalainan tulang punggung, dan sebagainya.

Selamat berburu ikan louhan!

Senin, 14 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Panduan Dasar : Cara Merawat Ikan Louhan

Bagaimana cara merawat ikan louhan yang tepat? Ikan louhan termasuk ikan hias air tawar yang paling banyak dipelihara. Keunikan dari ikan ini adalah bagian dahinya yang menonjol (jenong) serta sisiknya yang membentuk motif tertentu. Semakin jelas ciri khas tersebut, maka nilainya akan semakin meningkat.

Tidak terlalu susah kok untuk merawat ikan louhan. Biasanya media yang dipakai berupa akuarium sehingga bagian samping ikan ini bisa kelihatan dengan jelas. Dijamin deh memasukkan ikan louhan ke dalam akuarium yang ditumbuhi tanaman-tanaman air akan tampak indah sekali. Tertarik mencobanya?

cara-merawat-ikan-louhan.jpg

Simak panduan perawatan ikan louhan di bawah ini!

1. Pemilihan Akuarium yang Pas

Dimensi akuarium yang akan digunakan untuk merawat ikan louhan harus diperhatikan dengan tepat. Idealnya ukuran akuarium adalah sebesar 3/4 kali dari ukuran ikan louhan. Sebagai contoh, ikan louhan yang berukuran 35-45 cm sebaiknya dipelihara di dalam akuarium yang berukuran minimal 200 x 70 x 80 cm. Selanjutnya akuarium tersebut dipasangi pelengkap berupa aerator, heater, termometer, dan filter. Biar akuarium tampak semakin indah, disarankan memasang sistem penerangan memakai lampu TL dengan menyesuaikan intensitas cahayanya.

2. Penataan Akuarium biar Indah

Semua penghobi ikan hias tentu menginginkan akuarium miliknya tampak indah. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah membuat panorama di dalam akuarium mirip seperti habitat aslinya. Caranya yaitu masukkan pasir dan bebatuan ke dalam akuarium, lalu atur sedemikian rupa biar tampak alami. Kemudian tambahkan juga potongan-potongan kayu sebagai tempat persembunyian ikan. Tidak ada salahnya menanam beberapa tumbuhan air sehingga suasana di dalam tangki bakal semakin indah.

3. Pemberian Pakan yang Seimbang

Ikan louhan merupakan ikan karnivora. Selain memberikan pakan alami, Anda juga bisa menggunakan pakan buatan seperti pelet agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Beberapa makanan ikan luhan yang kami rekomendasikan di antaranya cacing tanah, cacing rambut, cacing sutera, cacing darah, kutu air, jentik nyamuk, udang, dan artemia. Berikan pakan dengan dosis secukupnya agar sisanya tidak mengotori akuarium.

4. Pengontrolan Lingkungan Akuarium

Kondisi lingkungan di dalam akuarium harus dijaga dengan baik. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mengontrolnya antara lain suhu air, tingkat keasaman, dan kebersihan air. ikan louhan biasanya tinggal di perairan yang mempunyai pH sekitar 6-8,5. Sedangkan untuk menjaga kebersihan akuarium bisa dilakukan dengan mencucinya secara berkala paling tidak setiap 3 bulan sekali.

Dijamin deh, dengan mengikuti saran-saran perawatan di atas, ikan louhan kesayangan Anda bakal tumbuh optimal.

Sabtu, 12 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Bedakan Ikan Louhan Jantan dan Betina dengan Cara Simple Ini!

Bagaimana cara membedakan ikan louhan jantan dan betina? Amphilophus trimaculatus atau ikan louhan merupakan ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cichlidae di dalam ordo Perciformes. Ikan ini banyak dipelihara di akuarium karena mempunyai warna sisik yang unik dan benjolan di kepalanya yang sangat khas.

Sesuai dengan kondisi habitat aslinya di Malaysia dan Taiwan, ikan louhan dapat tumbuh dengan baik ketika dipelihara di perairan yang memiliki tingkat keasaman 7,4-8 dan suhu air sekitar 30-32 derajat celcius. Ingat, jangan memasukkan ikan ini secara bersama-sama di dalam satu tangki sebab perangainya mirip seperti ikan cupang yang tidak bisa akur satu sama lain.

perbedaan-ikan-louhan.jpg

Tidak terlalu sulit kok untuk bisa mengetahui jenis kelamin seekor ikan louhan. Di bawa ini caranya!

1. Membandingkan Karakter Fisik

Secara garis besar, ukuran tubuh ikan louhan jantan lebih besar daripada si betina pada usia yang sama. Benjolan kepala yang dimiliki oleh pejantan juga jauh lebih panjang dan lebih lebar ketimbang benjolan yang terdapat di kepala ikan louhan betina. Sedangkan ikan louhan betina juga mempunyai semacam vent yang agak menonjol di bagian perutnya. Khusus untuk ikan louhan hasil keturunan dari Cichlasoma trimaculatum, betinanya memiliki bintik hitam di bagian sirip punggungnya.

2. Mengamati Organ Kelamin

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam membedakan jenis kelamin ikan louhan melalui karakter fisiknya, Anda bisa melakukan venting. Venting adalah pengamatan terhadap organ kelamin yang dimiliki oleh seekor ikan louhan. Ikan louhan jantan ditandai dengan adanya alat kelamin berbentuk benjolan yang keluar, sedangkan alat kelamin ikan lohan betina berwujud cekungan. Jika alat kelamin tersebut ditekan secara perlahan, ikan jantan akan mengeluarkan cairan berwarna keputih-putihan dan ikan betina akan mengeluarkan cairan berwarna kekuning-kuningan.

3. Memperhatikan Tingkah Laku

Jika diperhatikan dengan seksama, tingkah laku ikan louhan jantan dan betina juga berbeda lho. Ikan louhan jantan terlihat sangat aktif dengan gerakan yang lincah sekali. Sedangkan ikan louhan betina justru lebih kalem serta lemah gemulai.

Jumat, 11 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

3 Cara Membedakan Ikan Arwana Jantan dan Betina

Bagaimana cara membedakan ikan arwana jantan dan betina? Arowana atau lebih dikenal dengan sebutan ikan arwana adalah salah satu ikan air tawar dalam famili Osteoglossidae. Ikan ini biasa dijadikan sebagai ikan hias berkat kemolekan tubuh yang dimilikinya. Ikan arwana mempunyai struktur kepala yang kokoh dengan bentuk badan memanjang diselimuti sisik besar yang tersusun rapi.

Kedua sirip dada dan sirip perut ikan arwana berukuran kecil, sedangkan sirip punggung dan sirip analnya berada di tubuh bagian belakang. Ikan ini juga memiliki semacam pelat tulang yang berbentuk seperti lidah di lantai bawah mulutnya yang ditumbuhi gigi. Habitat alami arowana terletak di sungai dan danau berair tenang hingga deras. Sebagai karnivora sekaligus predator, tak jarang ikan arwana melompat keluar dari permukaan air untuk menangkap mangsanya.

Perbedaan ikan arwana jantan dan betina terbilang sulit diketahui. Hal tersebut disebabkan ikan ini tidak mempunyai ciri kelamin sekunder khusus, baik jantan maupun betinanya. Namun dengan pembelajaran secara mendalam, cepat atau lambat Anda pun pasti bisa membedakan mana ikan arwana jantan dan mana pula ikan arwana betina melalui karakteristik morfologi, organ reproduksi, dan tingkah lakunya.

cara-membedakan-ikan-arwana.jpg

Metode 1 : Karakteristik Morfologi

Penentuan jenis kelamin ikan arwana secara morfologi dapat dilakukan dengan memperhatikan bentuk kepala, tubuh, dan sirip punggungnya. Kepala arowana jantan berbentuk membulat, ukurannya besar dan kekar, berinsang lebar, serta memiliki rahang yang dalam dan luas. Untuk ikan betinanya mempunyai bentuk kepala yang meruncing, berukuran kecil, dan wujudnya pipih.

Ditinjau dari segi badannya, ikan arwana memiliki tubuh yang memanjang dengan sirip punggung yang panjang dan runcing di ujungnya. Sementara itu, tubuh arowana betina berbentuk membulat yang dilengkapi sirip punggung yang cukup lebar. Warna badan ikan arwana jantan juga lebih cerah dibandingkan dengan si betina.

Metode 2 : Organ Reproduksi

Untuk mengetahui jenis kelamin seekor ikan arwana, Anda bisa melihat organ reproduksinya melalui teknik stripping. Caranya yaitu dengan pengurutan secara perlahan-lahan pada ikan yang berukuran minimal 30 cm dan sedang matang gamet. Setelah diurut, ikan jantan akan mengeluarkan sel sperma yang berwarna keputih-putihan dan ikan betina melepaskan sel ovum yang berwarna kekuning-kuningan.

Kendati metode ini memberikan hasil yang lebih pasti, namun karena sangat riskan harus dilakukan oleh para profesional. Kesalahan sedikit saja dalam mengerjakan stripping tersebut dapat mengakibatkan ikan arwana menjadi sakit dan akhirnya mati. Bagi Anda yang ingin belajar teknik ini, disarankan untuk mecobanya terlebih dahulu kepada ikan murahan.

Metode 3 : Tingkah Laku

Membedakan ikan arwana jantan dengan betina juga bisa dilakukan dengan mengamati tingkah lakunya. Pada umumnya, arowana jantan memiliki gerakan yang indah gemulai lantaran tubuhnya berukuran lebih panjang dan lebih langsing. Di sisi lain, ikan betina yang mempunyai tubuh yang lebih gemuk dan pendek mengakibatkan gerakan badannya terlihat agak kaku.

Kamis, 10 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

5 Cara Merawat Ikan Naga (Palmas) di Akuarium

Bagaimana cara merawat ikan naga? Ikan naga (Polypterus palmas) adalah ikan air tawar yang termasuk dalam keluarga Polypteridae. Para penghobi ikan hias menyukai ikan ini sebab memiliki postur unik dan sirip yang berjumlah cukup banyak. Ikan ini juga senang berenang di dasar air sehingga kelihatan seperti merayap. Sebutan lain ikan ini yaitu ikan palmas.

Sebagai ikan yang berasal dari Afrika Barat, ikan naga tergolong sebagai ikan primitif dan predator. Bentuk kepalanya tidak jauh berbeda seperti ikan gabus yakni sama-sama menyerupai ular (snake head fish). Ikan naga mampu menyerap udara melalui sistem pernapasan yang mirip paru-paru. Ikan ini juga dapat menggunakan sirip dadanya yang kokoh untuk merayap di atas permukaan tanah.

Oleh karena itu, akuarium yang dipakai untuk memelihara ikan naga harus dilengkapi dengan penutup untuk mencegahnya kabur dari tangki. Walau perangainya buas, Anda bisa mencampurkan ikan ini bersama ikan-ikan lainnya asalkan mempunyai postur lebih besar. Sebagaimana ikan purba lainnya, palmas bisa hidup dengan baik di perairan yang mengandung oksigen berkadar rendah.

Secara garis besar, ikan naga mempunyai panjang tubuh maksimal hingga mencapai 30 cm. Beberapa jenis ikan palmas yang lumrah dipelihara antara lain Polypterus palmas, Polypterus delhezy, Polypterus ornatipinis, Polypterus retropinis, Polypterus weeksy, Polypterus palmas polli, dan Polypterus palmas buettikoferi. Ikan naga jantan memiliki sirip anus yang berukuran dua kali lebih lebar daripada ikan betina.

merawat-ikan-naga.jpg

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam merawat ikan naga?

1. Pemilihan Ikan Naga

Ikan naga bisa dirawat di akuarium secara berpasangan atau pun berkelompok. Satu pasang ikan naga terdiri atas 1 jantan dan 1 betina. Sedangkan bila ingin memeliharanya secara berkelompok, masukkan lah 2 jantan dan 3 betina sekaligus. Anda bisa mengetahui jenis kelamin ikan ini melalui ukuran sirip analnya, di mana ikan naga jantan memiliki sirip anal yang lebar dan betina mempunyai sirip anal yang kecil. Ikan naga yang bagus ditandai dari bentuknya yang proporsional dan kondisi tubuhnya tampak sehat.

2. Pengaturan Kondisi Akuarium

Media yang dapat dipakai untuk merawat ikan naga bisa berupa akuarium maupun kolam. Jika Anda ingin memeliharanya di dalam akuarium, gunakan akuarium yang berukuran minimal 100 x 50 x 40 cm agar ikan bisa bergerak leluasa di dalamnya. Setelah itu, pasang alat aerator atau submersible untuk meningkatkan kandungan udara terlarut di dalam air. Untuk membuat habitatnya semakin mirip, tak ada salahnya memasukkan potongan kayu, batu, dan pasir.

3. Pengisian Air Bersih

Sebelum dituangkan ke dalam akuarium, air yang akan dipakai harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan zat kaporit. Air yang digunakan tersebut harus memiliki tingkat keasaman yang berkisar antara pH 6,5-7. Isikan air ke dalam akuarium hingga mencapai ketinggian 25 cm supaya ikan ini tidak mudah meloncat kabur. Jaga temperatur air supaya tetap bertahan di rentang angka 16-27 derajat celcius.

4. Pemberian Makanan

Ikan naga merupakan binatang karnivora. Makanan yang bisa Anda berikan kepada ikan ini misalnya anakan ikan mas, anakan ikan lele, jangkrik, udang, cere, cacing, dan sebagainya. Sesekali boleh juga memberikannya pelet agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Usahakan berikan makanan sebanyak 3 kali dalam sehari dengan dosis yang secukupnya.

5. Pembersihan Akuarium Berkala

Akuarium pemeliharaan ikan naga wajib dibersihkan secara teratur. Setiap seminggu sekali, ganti lah 3/4 volume akuarium tersebut dengan air yang baru. Sedangkan pembersihan menyeluruh dilaksanakan setiap sebulan sekali untuk menjaga kualitas air dan mencegah ikan mengalami stres. Pembersihan dilakukan cukup dengan membasuhnya memakai air mengalir saja.

Rabu, 09 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Memelihara Ikan Sapu-sapu Hias di Akuarium

Bagaimana cara memelihara ikan sapu-sapu hias di akuarium? Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) adalah ikan air tawar yang termasuk dalam keluarga Loricariidae. Dibandingkan dengan ikan sapu-sapu lokal, ikan ini mempunyai warna dan corak yang sangat menarik. Tak heran, ada banyak para penghobi yang memasukkan ikan ini ke dalam akuarium miliknya.

Tahukah Anda, harga seekor ikan sapu-sapu hias bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah berbeda sekali dengan ikan sapu-sapu lokal. Ini dikarenakan ikan tersebut didatangkan langsung dari luar negeri, terutama sungai Amazon dan sungai-sungai di Brazil. Beberapa jenis ikan sapu-sapu yang umum dipelihara di akuarium sebagai ikan hias antara lain hypancitrus zebra, scarlet, leopard, leopard frog pleco, royal pleco, golden royal line pleco, broken line royal pleco, para pleco, king tiger pleco, small spotted cat, big spot hypostomus, xingu peppermint pleco, xingu baryancitrus, violet red pleco, red fin cactus pleco, shinsie pleco, flash pleco, medusa pleco, dan golden nugget pleco.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu ikan yang mudah sekali dipelihara. Mirip seperti ikan lele, ikan ini bisa dipelihara di dalam air dengan kondisi yang bagaimana pun. Ikan ini juga termasuk ikan pendamai sehingga bisa diletakkan di dalam satu tangki bersama ikan-ikan lainnya dengan catatan perbandingan ukurannya tidak terlampau jauh.

memelihara-ikan-sapu-sapu.jpg

Jika Anda tertarik memiliki ikan sapu-sapu, pelajari terlebih dahulu cara pemeliharannya di bawah ini!

Setup Aquarium

Sebagian besar ikan sapu-sapu tidak terlalu membutuhakan aquarium yang berukuran besar mengingat ukuran tubuhnya yang cukup kecil. Meskipun ikan ini mampu bertahan hidup di dalam air yang keruh, tentu Anda menginginkan suasana di aquarium tampak selalu bersih kan? Itulah kenapa Anda perlu melengkapi aquarium dengan sistem aerator dan filtrasi. Bila perlu, Anda juga dapat menambahkan potongan kayu, pipa, dan bebatuan sebagai tempat persembunyian ikan.

Pengisian Air

Air yang akan dituangkan ke dalam aquarium perlu didiamkan terlebih dahulu selama semalaman agar kandungan kaporitnya mengendap di dasar. Pastikan air tersebut mengandung pH sekitar 6-7 dengan temperatur mencapai 24-28 derajat celcius. Masukkan air secara perlahan-lahan sampai memenuhi 3/4 dari volume aquarium.

Variasi Makanan

Ikan sapu-sapu tergolong binatang omnivora. Artinya ikan ini mau memakan apa saja. Anda bisa memberikannya pakan berupa algae, kutu air, infusoria, dan bangkai ikan kecil. Demi alasan kepraktisan, Anda juga boleh memberikan pakan cacing beku dan cacing darah. Bahkan ikan sapu-sapu doyan sekali dengan potongan-potongan mentimun lho.

Pembersihan Tangki

Kekhasan ikan sapu-sapu yaitu hobi menyapu/membersihkan aquarium dengan melahap lumut dan ganggang yang banyak tumbuh di permukaan dinding dan dasarnya. Walaupun begitu, wajib hukumnya bagi Anda untuk senantiasa rutin mencuci aquarium minimal setiap sebulan sekali. Harus dicamkan baik-baik bahwa ikan ini tidak membersihkan aquarium seratus persen, melainkan hanya mengurangi jumlah kotorannya saja.

Penanggulangan Penyakit

Terdapat dua penyakit utama yang sering menyerang ikan sapu-sapu. Pertama yakni white spot yang ditandai dari munculnya bercak-bercak putih di tubuh ikan. Anda bisa mengatasi penyakit ini dengan menjaga kualitas air, memakai air yang benar-benar bersih, dan menggunakan methlyn biru yang sesuai. Sedangkan penyakit yang kedua adalah infeksi bakteri, di mana ciri-cirinya mata ikan berbentuk tidak wajar dan ikan terlihat pasif. Penyembuhan infeksi karena bakteri ini bisa dengan menggunakan tetracyline sesuai dosis yang dianjurkan.

Sabtu, 05 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Ini Dia Cara Memelihara Ikan Belida di Aquarium

Bagaimana cara memelihara ikan belida di aquarium? Ikan belida (Notopetrus chitala) adalah ikan air tawar yang termasuk dalam keluarga Notopteridae dan biasanya dipelihara untuk keperluan hobi maupun konsumsi. Ikan ini biasanya hidup di sungai dan rawa-rawa, serta banyak ditemukan di perairan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di luar negeri, ikan belida sering disebut sebagai knife fish lantaran bentuk fisiknya yang unik mirip sekali dengan pisau.

Di Indonesia, ikan belida tersebar di beberapa daerah seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Sebagai hewan nokturnal, ikan belida tergolong ke dalam ikan predator yang umumnya memangsa katak, ikan kecil, dan udang. Ada tiga jenis ikan belida yang banyak dipelihara oleh para penghobi antara lain clown knife fish, royal clown knife fish, dan platinum clown knife fish.

memelihara-ikan-belida.jpg

Ingin memelihara ikan belida di aquarium? Berikut ini panduan dan tips selengkapnya!

Persiapan Aquarium

Ukuran aquarium yang akan digunakan untuk merawat ikan belida harus cukup besar. Hal ini dikarenakan ikan belida merupakan ikan yang aktif bergerak. Paling tidak Anda bisa memakai tangki yang memiliki dimensi 100 x 60 x 45 cm. Aquarium tersebut kemudian diisi dengan air hingga memenuhi 3/4 dari total volume-nya serta dilengkapi dengan sistem aerator dan filtrasi. Jaga supaya suhu air bertahan di kisaran 25-30 derajat celcius.

Penambahan Ornamen

Buat suasana lingkungan di dalam aquarium mirip seperti habitat alami ikan belida. Anda bisa menambahkan sejumlah tanaman air dan beberapa batang kayu sebagai tempat persembunyian ikan. Berikan juga alas berupa pasir dan bebatuan sehingga kondisi di dalam aquarium terasa seperti di sungai.

Pemberian Makanan

Sebagai binatang karnivora, ikan belida hanya mau memakan pakan yang berjenis daging-dagingan. Anda bisa memberikan ikan yang berukuran kecil sebagai makanan ikan belida sehari-hari seperti anakan ikan mas, ikan mujair, tetapi hindari memberikannya anakan ikan lele sebab memiliki patil yang sangat tajam. Selain itu, Anda juga boleh memberikan makanan seperti potongan udang, jangkrik, kelabang, dan katak.

Pencampuran Ikan

Kendati ikan belida adalah ikan yang ganas, ikan ini bisa dipelihara di dalam satu tangki bersama ikan lainnya. Asalkan ikan tersebut mempunyai postur tubuh yang lebih besar daripada ikan belida dan peringainya juga mirip. Sebagai contoh Anda bisa memelihara ikan belida dan ikan arwana super red di dalam sebuah aquarium. Tetapi jangan pernah mencampurkan ikan belida bersama dengan ikan yang memiliki sifat jinak sebab ikan belida tidak segan-segan menggigit sirip ikan tersebut meskipun ukurannya jauh lebih besar.

Penyembuhan Penyakit

Penyakit yang paling sering menyerang ikan belida ialah penyakit white spot. Penyakit ini biasanya muncul sebagai akibat dari kondisi aquarium yang kotor dan kualitas sumber air yang tidak terkontrol. Anda bisa mencegah munculnya wabah white spot dengan memakai air yang bermutu bagus seperti air ledeng serta memasang perlengkapan sinar ultraviolet. Akan tetapi bila ikan belida kesayangan Anda sudah terkena penyakit ini, penyembuhannya dapat dilakukan dengan menuangkan methlyn biru dengan dosis sesuai anjuran.

Jumat, 04 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Ciri-ciri Ikan Arwana Super Red yang Bagus

Ikan arwana super red merupakan ikan endemik asli Indonesia. Habitat alami ikan ini berada di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum, Kalmantan Barat. Dinamakan super red karena sebagian besar tubuh ikan ini ditutupi warna merah mulai dari sirip, bibir, dan sungut. Menginjak usia dewasa, semua pinggiran sisik ikan arwarna super red juga akan dihiasi warna merah.

Selain lantaran kecantikannyaa, tidak sedikit penghobi ikan arwana yang tergiur dengan khasiat ikan ini. Menurut mitos yang beredar, ikan arwana adalah ikan yang mampu mendatangkan keberuntungan dan melancarkan rezeki. Maka jangan heran kalau harga seekor ikan arwana super red tembus hingga mencapai jutaan rupiah sebab peminatnya memang banyak sekali.

ikan-arwana-super-red.jpg

Jika Anda tertarik memiliki ikan arwana yang berjenis super red, sebaiknya beli ikan arwana anakan yang berukuran minimal 12-15 cm. Pada ukuran tersebut, kualitas suatu ikan arwana lebih mudah diketahui termasuk jenis, warna, dan posturnya. Pastikan pula ikan yang bakal Anda beli dilengkapi dengan microchip dan sertifikat yang resmi.

Berikut ini ciri-ciri ikan arwana super red yang bermutu bagus, di antaranya :

1. Karakteristik Dasar

Pada dasarnya, ikan arwana super red mempunyai ekor yang berwarna merah secara keseluruhan, baik itu merah kekuningan, merah gelap, atau pun merah cerah, serta tidak banyak corak berwarna gelap di setiap tulang ekornya. Pada bagian kumis, bibir, dan sirip dayung ikan ini juga dihiasi dengan warna kuning jingga, pink, atau merah. Sementara sisiknya terlihat mengkilap, bukan berkelir doop.

2. Ciri Fisik

Ikan arwana super red yang berkualitas tinggi memiliki struktur tubuh yang sempurna, sehat, dan tidak mengalami cacat. Bentuk kepalanya terlihat menyerupai sendok dengan mata yang tidak drop/turun dan mulut yang juga tidak cakil alias bentuk bibir bawah lebih maju daripada bibir atas. Postur tubuh ikan ini pun harus gagah serta memiliki sirip dayung yang berukuran panjang dan susunan sisik yang rapi seperti butiran jagung. Ikan yang bermutu bagus juga mempunyai ekor yang lebar, di mana lembaran sirip bagian atas dan bawahnya cukup rapat.

3. Tingkah Laku

Jika dilihat dari tingkah lakunya, ikan arwana super red yang bagus memiliki gaya renang yang baik dan lincah serta tidak miring maupun menungging. Ikan tersebut tampak aktif berenang kesana-kemari, bukan hanya diam saja dan mematung di salah satu sudut akuarium.

4. Mental

Dari segi mental, usahakan pilih arwana tipe super red yang mempunyai mental tangguh. Hal ini bisa dilihat dari ikan yang tidak gampang kaget dan menjauh saat tangan kita mendekatinya. Kenapa jangan memilih ikan arwana yang bermental buruk? Alasannya supaya ikan tidak terlalu reflek dengan keberadaan benda-benda di sekitarnya. Ikan yang mudah kaget kemungkinan besar akan sering menabrak permukaan kaca tangki.

Rabu, 02 Mei 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

5 Tips Penting Memilih Ikan Arwana Anakan

Ingin memilih ikan arwana anakan yang bagus? Ikan arwana adalah ikan air tawar yang termasuk dalam keluarga Osteoglossidae atau juga dikenal bonytongues. Ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias karena mempunyai gerakan yang tenang serta tubuh yang berwarna menarik seperti emas, perak, merah, hijau, dan sebagainya. Di beberapa daerah, ikan arwana disebut pula sebagai ikan kayangan, ikan siluk, ikan kelasa, dan ikan kalikasi.

Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias yang memiliki nilai sangat mahal. Rata-rata harga ikan yang sudah berusia dewasa mampu menembus angka puluhan juta rupiah. Bahkan seekor ikan arwana yang telah memenangkan berbagai perlombaan dan keindahannya sudah diakui oleh para profesional sangguo menembus ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Tidak heran, ada banyak penghobi ikan hias yang kemudian lebih memilih untuk memelihara ikan arwana dari anakannya saja. Selain pertimbangan harga yang lebih murah sekitar ratusan ribu rupiah, merawat ikan arwana anakan pun memiliki risiko yang lebih kecil. Syukur-syukur kalau kita berhasil mendapatkan bibit ikan arwana berkualitas super dengan harga yang miring.

Adapun ciri-ciri ikan arwana anakan yang bagus di antaranya memiliki bentuk badan yang proporsional, postur tubuh tidak bengkok, berwarna cerah, dan perenang yang aktif. Bagian sungut ikan tersebut tegak menghadap ke atas, matanya tidak turun, tutup insang tidak melipat keluar, serta susunan sisiknya teratur dan utuh. Ikan arwana jenis super red dan red tail golden juga biasnya dilengkapi dengan chip dan sertifikat yang resmi.

memilih-ikan-warna-anakan.jpg

Bagaimana proses pemilihan ikan arwana anakan dilakukan? Berikut faktor-faktor yang harus diperhatikan!

Faktor 1 : Kepala

Sejak kecil, kualitas suatu ikan arwana bisa diketahui dari bentuk kepalanya. Anakan ikan arwana yang bagus biasanya ditandai dengan adanya sedikit cekungan mirip sendok (spoon head) pada bagian atas kepala ikan tersebut. Kendati secara umum ikan arwana yang bagus adalah ikan yang mempunyai cekungan kepala, tetapi beberapa penghobi justru ada yang kurang meminatinya. Jadi semuanya tergantung selera pribadi masing-masing sih.

Faktor 2 : Ekor

Saat berenang, ikan arwana terlihat begitu anggun lantaran bagian ekornya yang menjuntai. Itu sebabnya, bentuk ekor ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap bagus tidaknya seekor ikan arwana. Sebisa mungkin pilih ikan yang dilengkapi dengan ekor yang lebar dan tampak mekar saat ikan bergerak. Sebaliknya, hindari membeli ikan arwana anakan yang mempunyai ekor rusak dan tidak sempurna.

Faktor 3 : Bibir

Perhatikan bentuk bibir ikan arwana anakan yang hendak Anda beli. Pasalnya bentuk bibir ini bakalan memegang andil yang besar sekali terhadap mutu ikan arwana ketika beranjak dewasa. Usahakan ikan tersebut mempunyai bibir yang berukuran seimbang antara bibir bagian atas dengan bibir bawahnya. Selain itu, bibir tersebut juga dapat menutup dengan rapat. Bibir ikan arwarna yang indah juga berwarna pink kemerah-merahan, tidak pucat.

Faktor 4 : Sirip

Sirip ikan arwarna rentan sekali mengalami kerusakan, terutama sirip renang bagian depan. Selalu pilih ikan arwarna yang bersirip sempurna dan hindari membeli ikan dengan sirip yang cacat sebab bersifat permanen. Sirip yang berkualitas tinggi juga bisa diketahui dari ukurannya yang panjang dan melengkung rapi, bukan sirip yang keriting atau tidak rapi.

Faktor 5 : Warna

Anakan ikan arwana unggulan biasanya dihiasi dengan warna kehijau-hijauan. Tenang saja, warna tersebut akan berubah menjadi kemerah-merahan saat ikan sudah bertambah dewasa nanti. Warna ikan juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis ikan arwana tersebut. Semakin cerah dan murni warnanya, maka mutu ikan ini akan semakin baik.

Senin, 30 April 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

6 Cara Merawat Ikan Komet di Akuarium

Bagaimana caranya merawat ikan komet di akuarium? Ikan komet (Carassius auratus) adalah ikan air tawar yang populer sebagai ikan hias di kalangan para penggemarnya. Ikan ini mempunyai warna yang menarik seperti putih, merah, kuning, oranye, dan hitam. Gerakannya pun sangat lincah. Sekilas ikan komet memiliki rupa mirip seperti ikan koi sebab keduanya sama-sama termasuk di dalam keluarga Cyprinidae.

Pada dasarnya, ikan komet memiliki warna putih keperakan. Corak berwarna merah yang berbentuk seperti ini selalu menghiasi ikan komet di berbagai sudut tubuhnya. Ada corak yang melekat di bagian punggung ikan, tetapi tak jarang pula corak tersebut menghiasi bagian bawah tubuhnya. Ikan komet jantan akan mengeluarkan cairan berwarna putih kental saat ditekan bagian duburnya. Sedangkan jika bagian dubur ikan komet betina ditekan, maka dari bagian tersebut akan mengeluarkan sel telur berwarna kekuning-kuningan.

cara-merawat-ikan-komet.jpg

Ikan komet merupakan ikan yang mempunyai daya adaptasi yang sangat baik. Ikan ini mudah sekali dipelihara di akuarium, bahkan oleh para pemula sekali pun. Biar makin mantap dalam memberikan perawatan terhadap ikan komet kesayangan Anda, ikuti panduan merawat ikan di akuarium sebagai berikut!

1. Menyiapkan Akuarium

Akuarium yang akan digunakan sebagai tempat pemeliharaan ikan komet harus dipersiapkan dengan matang. Ukuran akuarium wajib disesuaikan dengan jumlah dan ukuran ikan komet yang akan dimasukkan. Selanjutnya, lengkapi akuarium tersebut dengan peralatan standar seperti sistem aerator dan sistem filterasi. Boleh juga menambahkan pasir dan tanaman air supaya ikan merasa betah tinggal di dalamnya.

2. Memasukkan Air

Air yang akan dimasukkan ke dalam akuarium harus benar-benar bersih dan terbebas dari kandungan kimia. Hal ini dimaksudkan supaya warna yang dimiliki ikan tersebut terlihat lebih cerah dan semakin bagus. Oleh karena itu, air perlu diendapkan terlebih dahulu selama semalaman. Setelah itu, air dituangkan secara perlahan-lahan ke akuarium hingga volume-nya memenuhi 3/4 dari total volume akuarium. Jika akuarium sudah diisi dengan pasir, dianjurkan untuk menutupi lapisan pasir tadi memakai plastik agar air tidak terlalu keruh.

3. Melepaskan Ikan Komet

Setelah kondisi air di dalam akuarium jernih, waktunya untuk merilis ikan komet ke dalamnya. Namun sebelum ikan hias benar-benar dilepaskan, ikan komet ini harus diadaptasikan terlebih dahulu. Caranya mudah sekali, cukup dengan memasukkan ikan beserta kantong palstiknya ke akuarium, lalu tunggu selama 15-30 menit. Berikutnya ikan bisa dikeluarkan dari kantong plastik sehingga dapat berenang bebas di akuarium.

4. Memberikan Pakan

Ikan komet tergolong sebagai ikan yang rakus. Ikan ini doyan memakan pakan apa pun dan sama sekali tidak rewel. Anda bisa memberikan pakan berupa cacing pita, jentik nyamuk, hingga roti tawar. Namun biar lebih gampang mendapatkannya, berikan saja pelet ikan yang banyak dijual di pasaran. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara bertahap-tahap, yaitu menunggu sampai pakan sebelumnya habis baru berikan pakan berikutnya. Dengan demikian ikan tetap merasa kenyang dan kebersihan air pun dapat dipertahankan.

5. Mengganti Air

Sebenarnya ikan komet bisa hidup di lingkungan perairan yang kondisinya kotor. Namun sebagai seorang pecinta ikan hias, Anda tentu akan merasa risih apabila kondisi akuarium kepunyaan Anda tampak jorok kan? Itulah kenapa akuarium harus dibersihkan dan diganti airnya secara berkala. Kami sarankan bersihkan akuarium hanya saat kondisinya memang sudah kelihatan kotor atau minimal setiap 3 bulan sekali agar ikan komet tidak merasa stres. Setiap seminggu sekali, air di akuarium perlu diganti cukup setengahnya saja. Sedangkan penggantian air secara keseluruhan dilakukan setiap bulan.

6. Mengatasi Hama

Karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang bagus, tidak banyak hama yang menyerang ikan komet. Salah satu di antaranya yaitu hama kutu jarum. Serangan hama ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak di sekujur tubuh ikan komet dan gerakannya juga terlihat lemas. Untuk mengatasinya, kutu jarum bisa dihilangkan secara manual dengan mencabutnya menggunakan pinset. Pengobatan juga bisa dilakukan dengan menuangkan obat khusus.

Sabtu, 21 April 2018

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Ingin Memelihara Ikan Badut? Baca Tipsnya Dulu!

Bagaimana cara memelihara ikan badut di akuarium? Ikan badut merupakan ikan air laut yang termasuk ke subfamili Amphiprioninae dalam famili Pomacentridae. Julukan badut disematkan sebab ikan ini dihiasi dengan warna-warni yang cerah, mulai dari kuning, jingga, hitam, kemerah-merahan, hingga keputih-putihan. Itulah kenapa banyak sekali orang yang berminat memelihara ikan tersebut.

Panjang rata-rata tubuh ikan badut berkisar antara 8-12 cm, dan bisa ukuran yang maksimal mencapai 18 cm. Di habitat aslinya, ikan badut senang tinggal di anemon laut dan terumbu karang yang terletak di kedalaman kurang dari 50 m. Dikenal sebagai ikan omnivora, ikan badut suka memakan crustacea, parasit, dan alga.

ikan-badut.jpg

Biar tidak salah dalam merawat ikan badut kepunyaan Anda, ikuti tips-tips selengkapnya berikut ini!

Tips 1 : Pelihara Ikan Badut di Air Asin

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, ikan badut adalah ikan yang hidup di laut. Artinya ikan ini tinggal di lingkungan perairan yang mengandung air asin, bukan air tawar atau pun air payau. Walaupun begitu, Anda tetap tidak bisa memasukkan ikan ini di air tawar yang diberi garam karena kandungan mineral dan kadar keasamannya tidak bisa dibuat sama. Oleh karena itu, jika Anda berniat merawat ikan ini, siap-siaplah untuk merogoh kocek demi membeli air laut murni atau Anda bisa mengambilnya sendiri di laut tiap beberapa minggu sekali. Hitung-hitung sambil berliburan ke pantai kan?

Tips 2 : Sediakan Akuarium yang Berukuran Proporsional

Semakin besar ukuran akuarium, maka akan semakin bagus digunakan untuk memelihara ikan badut. Tetapi akuarium yang memiliki ukuran yang jumbo tentu harganya pun bakalan mahal. Jadi Anda bisa membeli akuarium yang berukuran proporsional, yang penting sesuai dengan ukuran dan jumlah ikan badut yang akan dimasukkan ke dalamnya. Idealnya sih, ikan badut dipelihara di akuarium yang bisa menampung 113 liter air asin.

Tips 3 : Kondisikan Habitat Akuarium Mirip Aslinya

Kalau memungkinkan, Anda bisa memasukkan juga anemon laut ke dalam akuarium yang nantinya bakal dipakai oleh ikan-ikan badut sebagai tempat persembunyiannya. Tambahkan pula beberapa terumbu karang yang diletakkan di salah satu sudut akuarium ya. Tidak apa-apa kok mencampurkan ikan badut dengan ikan hias lainnya di dalam satu wadah akuarium, asalkan ikan tersebut bukan lah ikan predator.

Tips 4 : Atur Suasana Lingkungan di Akuarium

Mengingat ikan laut hidup di lingkungan perairan yang cukup dalam, ikan ini terbiasa berada di tempat yang bersuhu agak dingin. Itu sebabnya, Anda perlu mengatur suhu air di kisaran 24-27 derajat celcius dan mempertahankannya. Sedangkan tingkat salinitas yang baik untuk mendukung pertumbuhan ikan yang juga sering dipanggil nemo ini berkisar antara 1.020-1.026. Usahakan lingkungan di dalam akuarium juga bisa mendapatkan cahaya yang cukup.

Tips 5 : Penggantian Air di Akuarium

Bila air jarang diganti, akuarium akan menjadi kotor, jorok, serta dapat meracuni ikan-ikan yang tinggal di dalamnya. Begitu pula sebaliknya, penggantian air yang terlampau sering justru menyebabkan ikan badut mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebaiknya air diganti setengahnya saja setiap seminggu sekali. Sementara itu, penggatian air secara keseluruhan dapat dilakukan setiap sebulan sekali. Akuarium perlu dibersihkan total setiap tiga bulan sekali dengan hanya menggunakan air mengalir tanpa bantuan cairan pembersih apapun.