Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Lengkap Pembenihan Ikan Gurame

Seribu Cara Lengkap Pembenihan Ikan Gurame - Ikan Gurame merupakan komoditi ikan konsumsi yang sudah marak di budidayakan baik di Negara Indonesia maupun di negara-negara lain. Terdapat puluang bisnis yang sangat menguntingkan di dalam budidaya ikan gurame kita dapat menghasilkan keuntungan yang besar. dalam pemijahan ikan tahunan ini. Karena ikan ini dikenal dagingya yang gurih dan juga manfaatnya yang banyak bagi kesehatan. Berikut adalah langkah-langkah budidaya ikan gurame :

 Langkah-Langkah Budidaya Ikan Gurame :



Pengeringan kolam

Sebelum proses pemijahan persiapan kolam perlu di lakukan adalah kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan kolam pemijahan sebaiknya dilakukan selama 2 – 3 hari. Maksud dan tujuan pengeringan kolam ini adalah untuk:
  • Membunuh bakteri jahat dan sumber penyakit yang terdapat pada kolam.
  • Menghilangkan nitrit yang ada di dasar kolam,
  • Memberikan suasana baru bagi induk ikan gurami yang akan dipijahkan, karena tanah yang kering akan memiliki bau yang khas saat terendam air yang akan merangsang induk ikan untuk memijah, dan  menumbuhkan kelekap (plankton) di pinggir-pinggir kolam sebagai persediaan pakan bagi induk gurami, dan induk siap dimasukkan ke kolam pemijahan.
Pembersihan

Pembersihan kolam di lakukan bertujan untuk menghilangkan rumput liar dan juga mempermudah dalam pembuatan sarang ikan pada nantinya budidaya berlangsung.
Pengisian air kolam
Pengisian air kolam ini dilakukan dengan ketinggian 70 – 100 cm, sehingga gurami memerlukan perairan yang airnya relatif dalam bagi pergerakannya tersebut.
Membuat kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang,
Memasang kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang serta tidak jauh dari sosog, dibuat para-para dari bambu untuk meletakkan ijuk, sabut kelapa atau bahan sejenis yang dapat dijadikan sarang oleh induk gurami untuk memudahkan induk gurami membuat sarang dan meletakkan telur.
Seleksi Induk
Gurame yang akan dijadikan induk berumur kurang lebih 4 tahun dengan berat 2 – 3 kg untuk jantan, dan umur minimal 3 tahun dengan berat 2 – 2,5 kg untuk betina Masa produksi optimal induk betina berlangsung selama 5 – 7 tahun.
Ciri-ciri fisik induk jantan dan betina pada ikan gurame :
  • Induk gurame jantan : dahi menonjol (nonong), dagu tebal (lebih menonjol), perut meruncing, susunan sisik normal (rebah) gerakan lincah.
  • Induk gurame betina : dahi lebih rata (tidak ada tonjolan), dagu tidak menebal, perut membundar, susunan sisik agak terbuka, gerakan agak lamban.
Kriteria kualitatif
  • Warna badan berwarna kecoklatan dan bagian perut berwarna putih keperakan atau kekuning-kuningan.
  • Bentuk tubuh pipih vertikal.
  • Hasil pembesaran benih sebar yang berasal dari induk ikan kelas induk dasar.
  • Kesehatan anggota atau organ tubuh lengkap, tubuh tidak cacat dan tidak ada kelainan bentuk, alat kelamin tidak cacat (rusak), tubuh bebas dari jasad patogen, insang bersih, tubuh tidak bengkak/memar dan tidak berlumut, tutup insang normal dan tubuh berlendir
Kriteria kuantitatif
  • Umur : Jantan (24-30 bulan) dan betina (30-36 bulan)
  • Panjang standar : jantan (30-35 cm) dan betina (30-35 cm)
  • Bobot badan : jantan (1,5-2,0 kg)dan betina (2,0-2,5 kg)
  • Fekunditas : 1.500-2.500 butir/kg (betina)
  • Diameter telur : 1,4-1,9 mm (betina)
Pemijahan
Gurame dapat bertelur sepanjang tahun, meskipun produktivitas yang lebih tinggi, terutama di musim kemarau. Hal yang harus diperhatikan untuk pemijahan pada padat penebaran, tata letak sarang, panen telur dan media pemijahan serta kualitas air. Betina ditandai dari bentuk kepala dan rahang serta bintik-bintik hitam pada sirip kelopak.

Jantan tua ini ditandai dengan adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal terutama selama musim pemijahan dan tidak adanya bintik-bintik hitam pada kelopak sirip dada. Sedangkan induk betina ditandai dengan kepala datar, rahang atas dan bawah tipis dan bintik hitam pada kelopak sirip dada.

Padat penebaran induk 1 ekor / 5 m2 dengan perbandingan Jantan dan Betina adalah 1: 3-4. penebaran induk di kolam pemijahan dapat dilakukan secara berpasangan (sesuai rasio) dalam terisolasi atau komunal (satu kolam diisi beberapa pasangan). Betina dapat menghasilkan telur 1500 hingga 2500 butir / kg induk.

Sarang ditempatkan 1-2 m dari bahan sarang hingga kedalaman 10 -15 cm dari permukaan air. Sarang dipasang horizontal sejajar dengan permukaan air dan menghadap bahan sarang.

Bahan tempat sarang ditempatkan pada permukaan air dapat tenunan kasar dari bambu atau bahan lain diatur sedemikian rupa sehingga induk ikan dengan mudah mengambil sabut kelapa/ijuk untuk membuat sarang. Nesting dapat berlangsung selama 1 sampai 2 minggu tergantung pada kondisi dan lingkungan.

Pemeriksaan sarang yang sudah mengandung telur bisa dilakukan dengan menyentuh dan kocok perlahan sarang atau menusuk sarang menggunakan tongkat / kawat dan ayunan. Sarang yang sudah berisi telur ditandai dengan minyak / telur dari sarang ke permukaan air.

Sarang yang sudah berisi telur diangkat. Telur dipisahkan dari sarang dengan membuka sarang dengan hati-hati. Karena mengandung minyak, telur akan mengapung di permukaan air. Telur yang berwarna kuning terang di pisahkan dari telur yang berwarna keruh kuning karena telur tersebut tidak akan menetas.

Kualitas media pemijahan adalah suhu 25-30 C, pH 6,5 - 8,0, tingkat perputaran air 10-15% per hari dan kolam ketinggian air 40-60 cm.
Penetasan Telur
Padat tebar telur 4 sampai dengan 5 butir/1cm2 dengan ketinggian air 15 - 20 cm. Kepadatan dihitung per satuan luas permukaan wadah sesuai dengan sifat telur yang mengambang.  Untuk mempertahankan kandungan oksigen terlarut, di dalam media penetasan perlu ditambahkan aerasi kecil tetapi harus dijaga agar telur tidak teraduk.

Kualitas air media penetasan yang baik adalah suhu 29 - 30 oC, nilai pH 6,7 - 8,6 dan bersumber dari air tanah.  Bila air sumber mengandung karbondioksida tinggi, nilai pH rendah atau mengandung bahan logam (misalnya besi), sebaiknya air diendapkan dulu selama 24 jam. Telur akan menetas setelah 36 - 48 jam.
Pemeliharaan Larva
Setelah telur menetas, larva dapat terus dipelihara di corong penetasan/waskom sampai umur 6 hari kemudian dipindahkan ke akuarium.  Bila penetasan dilakukan di akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan.

Selama pemeliharaan larva, penggantian air hanya perlu dilakukan untuk membuang minyak bila minyak yang dihasilkan ketika penetasan cukup banyak.  Sedangkan bila larva sudah diberi makan, penggantian air dapat disesuaikan dengan kondisi air yaitu bila sudah banyak kotoran dari sisa pakan dan “ Faeces “.
Pemeliharaan larva di akuarium dilakukan dengan padat tebar 15 - 20 ekor/liter. Pakan mulai diberikan pada saat larva berumur 5 sampai dengan 6 hari berupa cacing Tubifex, Artemia, Moina atau Daphnia yang disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Kualitas air sebaiknya dipertahankan pada tingkat suhu 29 - 30 o C, nilai pH 6,5 - 8,0 dan ketinggian air 15 - 20 cm.
Pendederan
Pemeliharaan benih pada pendederan I sampai dengan V dapat dilakukan di akuarium atau kolam.  Di akuarium dilakukan sama seperti halnya pemelihaaran larva tetapi perlu dilakukan penjarangan.

Sedangkan di kolam perlu dilakukan kegiatan persiapan kolam yang meliputi pengolahan tanah dasar kolam, pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air dan pengkondisian air kolam.
  • Pengolahan tanah dasar kolam dapat berupa pembajakan, peneplokan dan perbaikan pematang kolam. 
  • Pengeringan dilakukan selama 2 - 5 hari (tergantung cuaca).

Sabtu, 30 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal


Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal - Sangat menarik bagi petani karena pasar terus. berkembang Pemerintah juga secara agresif memberikan dukungan melalui penelitian dan kampanye unggul benih lele.
Sehingga berbagai pusat muncul dari budidaya ikan lele di sejumlah daerah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, budidaya ikan lele tidak bisa dilakukan hanya kegiatan subsisten saja. Lele dapat hidup dalam kepadatan tebar tinggi dan rasio terhadap pertumbuhan yang baik. Dan ternyata lele juga mempunyai segudang manfaat ikan lele untuk kesehatan tubuh kita.
 
 Oleh karena itu, budidaya ikan lele akan mendapat manfaat lebih jika dilakukan secara intensif.

Memilih bisnis ternyata tidak menjadi modal sesuatu yang besar. Banyak peluang binis besar, Anda bisa mendapatkannya dari sesuatu yang tampak sepele contoh budidaya ikan lele. Ikan berkumis masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis.

Bahkan, ketentuan yang dijanjikan cukup besar. Gerai supermarket besar tenda di kios-kios pinggir jalan membutuhkan pasokan lele dalam jumlah besar secara teratur.

Lele adalah salah satu macam ikan tawar yang sudah dibudidayakan secara menyeluruh dan komersial oleh masyarakat Indonesia, khususnya di pulau Jawa:
  1. Bisa dilakukan di bidang budidaya sumber daya air yang terbatas meskipun jumlah tebar benih tinggi,
  2. Mudah dikendalikan oleh masyarakat,
  3. Pemasaran ini mudah, dan Venture modal yang dibutuhkan relatif rendah (tergantung pada ukuran dari biaya pakan),
  4. Selain itu, lele memiliki kandungan gizi tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan perairan darat lainnya.

Kelebihan Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. lahan yang digunakan berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi Lebih Produktif. keuntungan dari kolam terpal adalah terhindar dari hewan pemangsa ikan, hewan piaraan, ikan terlihat lebih cerah, dan ular sawah.

Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk pemanenan dan dapat mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai usia ikan. dapat dijadikan peluang usaha skala kecil dan besar, Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam. Lahan yang digunakan regular tidak berubah karena bukan kolam galian.
  • Menghindari dimangsa hama seperti ikan dan ular bidang liar.
  • Dilengkapi dengan volume air yang berguna untuk memfasilitasi perubahan air dan tanaman dan untuk memfasilitasi penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan. 
  • Dapat digunakan sebagai peluang usaha kecil dan besar, 
  • Menghasilkan kualitas lele yang lebih tinggi, terlihat lele tampak bersih, dan seragam.
  • Penggunaan lahan tidak berubah karena tidak penggalian kolam renang atau kolam semen.

Cara Awal Pengisian Air dan Bibit

1. Konstruksi kolam
Tahap utama dalam budidaya ikan lele adalah wadah budidaya baik kolam tanah maupun kolam terpal dan kali ini adalah cara budidaya ikan lele di kolam terpal. Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.

Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan berangsung dewasa. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air berwarna hijau. air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air. 
2. Pemilihan Benih Unggul

Benih unggul dapat kita lihat dengan cara memperhatikan Ciri-ciri Sebagai Berikut :
  • Benih Terlihat aktif Melakukan oksigenasi;
  • Gesit, Agresif Dan cerah;
  • Ukuran Terlihat Sama Rata;
  • Warna Sedikit Lebih Terang;
3. Penebaran Benih
Siapkan benih 1000 lele dumbo/sangkuriang ukuran 1,5-2 inci". Untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m. jika budidaya yang di lakukan dalam kuota yang besar maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan sesuai ketentuan diatas. Bibit yang baru dibeli jangan segera dimasukkan ke dalam wadah atau kolam untuk budidaya, tapi harus melalui tahap peredaman yang dapat menyesuaikan benih ikan dengan air di kolam habitat untuk ikan di budidaya. Baca Juga Manfaat ikan tuna

Langkah-langkah sebagai berikut :
  • Siapkan Bak / Ember;
  • Masukan air kolam yang akan di jadikan budidaya ikan kedalam ember/bak;
  • Masukan Benih Lele yang akan Di tebar;
  • Diamkan Selama Kurang lebih selama 30 Menit (tujuan agar benih ikan melakukan penyesuain dengan air kolam bakal budidaya) dan untuk menghilang stres ikan setelah di pindahkan dari habitat penangkaran dan akan masuk kehabitat baru.;
  • Setelah 30 menit benih dapat di tebar ke dalam kolam baik kolam tanah maupun kolam terpal.
Penebaran benih baik lakukan pada pagi atau malam hari karena di waktu pagi atau malam hari kondisi air relatip stabil.

Setelah lele berumur lebih dari 20 hari, lele perlu disortir dengan menggunakan bak penyortir berukuran 9 -12 cm. 
Alasannya dilakukan sortir karena, ikan lele yang lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan karena kalah cepat dengan yang lebih besar dan dapat memperlambat laju pertumbuhan ikan sebagian. Oleh karena itu, sejak awal kita harus menyiapkan dua kolam ukuran yang sama dengan tujuan untuk memisahkan ikan yang sudah di lakukan sortir.

Apabila tidak mempunyai lokasi yang cukup luas kita dapat menyiapkan kolam untuk ikan hasil sortir lebih kecil dari kolam budidaya. karena hanya ikan yang kecil saja yang di pindahkan ke kolam hasil sortir (kolam kecil untuk ikan yang kecil) dan kolam yang besar kita gunakan untuk ikan yang besar.
4. Pengaturan Kualitas air 
Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka perlu tambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga). 
Warna air yang terbaik bagi ikan lele berwarna hijau menunjukkan bahwa kualitas air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka air jernih.

Dan air akan berubah merah ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen.
5. Kedalaman air 
Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat ikan menjadi terlalu panas. Tentunya ini akan membuat ikan menjadi kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan menambahkan air telah surut kembali ke posisi yang telah ditentukan. 
Selain itu perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas / talas, dan eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman peneduh, selain itu juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. tingkat air kolam 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga). 
6. Tingkat Kejernihan Air 
Pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. pakan alam lele di malam hari menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini juga didukung dari bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar mulut. Fungsi ini berguna untuk meraba makanan. 
Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin, yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup air berlumpur tersebut. 
Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan sembarangan air ke dalam kolam. 
Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau.

7. Pakan
Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul 07:00 pagi, 17:00 dan 22:00. Makanan tidak selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali, tergantung pada kebutuhan ikan akan makan. 
Dalam proses pakan budidaya ikan diberikan dengan menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi yang di butuhkan ikan protein minimal 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral. .
Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan oleh ikan. akan menyebabkan amonia beracun. 

Tips : Pakan Alami Juga Bisa Di Berikan Seprti Kroto Semut Rangrang pakan ini akan lebih efektif dan efisien jika kita tau dan disini cara budidaya kroto untuk pakan ikan yang baik dan benar itu akan sangat menguntungkan bagi budidaya ikan lele.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit 
Hama dan penyakit tidak bisa dianggap remeh karena sangat mempengaruhi baik volume produksi. maupun tingkat keberhasilan dalam budidaya ikan. Hama biasanya binatang yang berang-berang, burung pemakan ikan, kucing, dll Adapun penyakit seperti virus dan bakteri. 
Pencegahan adalah dengan menggunakan semacam penghalang sehingga tidak ada hewan liar yang masuk ke kolam dan makan benih lele. Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang banyak tersedia di toko perikanan, tergantung pada jenis penyakit yang menjangkit ikan lele. 
9. Panen 
Setelah Kurang lebih selama 90 hari, ikan akan dipanen. Pemanenan dilakukan dengan menyortir dengan memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi (dijual) ukuran biasanya 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pembeli, maka ukuran yang lebih kecil dipelihara kembali.

10. Selamat Mencoba !!!

Jumat, 22 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Jitu Pembenihan Ikan Lele Dumbo


1001 Cara Jitu Pembenihan Ikan Lele Dumbo Satu komoditas yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan ini berasal dari benua Afrika dan pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1984. Karena memiliki banyak keuntungan, menyebabkan, termasuk ikan lele dumbo yang paling mudah diterima masyarakat. 
Keuntungan ini termasuk pertumbuhan yang cepat, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tak heran, jika kepentingan umum dalam budidaya lele dumbo sangat besar.

Philum Chordata, Kelas Pisces, Kelas Telestei, Ostariophysi Bangsa, Bangsa Anak Siluridae, Suku Claridae, Marga Clarias gariepinus dan jenis Clarias.
Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, pipih kepala, tidak bersisik, memiliki 4 pasang kumis, mulut besar, warna abu-abu menjadi hitam. Lele dumbo ditemukan di rawa-rawa dan sungai di Afrika, terutama di dataran rendah sampai sedikit payau. Ikan ini memiliki alat bantu pernapasan tambahan yang disebut abrorescent, sehingga mereka dapat hidup di air oksigen yang rendah.

Cara-cara yang Harus di Lakukan Pada Saat Pemijahan Lele Dumbo

Lele dumbo termasuk ikan karnivora, tetapi pada usia remaja lebih omnivora. Induk lele dumbo sudah dapat dibudidayakan setelah usia 2 tahun dan dapat bertelur sepanjang tahun.
  • Tanda-tanda Betina tua: tubuh pendek, ada dua lubang berbentuk bulat genital.
  • Tanda induk jantan: tubuh lebih panjang, memiliki bentuk memanjang lubang seks.
1. Sediakan Wadah Media Pemijahan
  • Menyiapkan Bak Pemijahan Bak digunakan hanya dengan ukuran 1 x 1,5 m - 2 x 3 m dengan tinggi 0,6-0,8 mtr, sebelum digunakan pertama kali dicuci dengan larutan KMN04 (Kalium Permanganat) dengan dosis 1 sendok teh dicampur dengan 3 liter air atau 5 g / m3 air, setelah itu larutan dibuang dan dibilas dengan bak air bersih.
  • Menyiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur Ijuk Serat yang digunakan adalah serat halus sudah dipisahkan dari kasar, sebelumnya dicuci serat sebelumnya dan direndam dalam larutan Kalium Permanganat dan dijemur.
  • Menyiapkan air Pemijahan bak diisi dengan air hingga 30-40 cm, air yang digunakan adalah air jernih, bebas dari kotoran dan zat-zat yang mengandung bahan kimia seperti air klorin, tawas, air sabun, dll
2. Siapkan lele induk
  • Merawat lele Induk Pemijahan induk harus diberi pakan yang baik untuk menghasilkan bibit yang baik. Induk Lele setiap hari diberikan pakan daging bekicot, siput, ikan rucah / pelet. makan dilakukan pada pagi dan sore hari dengan dosis 10% dari berat total tubuh induk dipertahankan. 
  • Khusus untuk pelet, tingkat protein yang diberikan di atas 30%. Induk memegang kolam dekat bak harus mudah untuk menangkap pemijahan, induk sebaiknya induk jantan dan betina ditempatkan terpisah
3. Memilih induk lele siap Pijah

Ciri-ciri Betinayang siap Pijah

  • Perut itu membesar dan lembut saat disentuh
  • Anal dan organ genital terlihat merah
Ciri-ciri induk jantan siap Pijah
  • Organ Genital (alat kelamin) memerah dan meruncing, panjang luar pangkal sirip ekor.
4. Proses Pembenihan Ikan lele Dumbo
  • Isi bak dengan pemijahan air jernih dan bebas dari bahan kimia hingga ketinggian 30-40 cm.
  • Masukkan serat yang sudah disiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur untuk menutupi 80% dari permukaan air.
  • Masukkan lele induk yang telah dipilih / terpilih dalam rasio 1: 1 berat (artinya jika menggunakan betina seberat 1 kg, maka induk jantan juga harus 1 kg).
  • Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang menandai pertama terjadi kejar-kejaran antara perempuan dan laki-laki di sekitar serat. Pemijahan terjadi ketika telur perempuan dan laki-laki sperma induk eject, terjadi pembuahan sel telur oleh sperma.
  • Amati pagi hari, jika telur telah melekat pada serat, induk ikan segera dipindah dan kembali ke pemeliharaan induk kolam.
5. Proses Inkubasi Telur
  • Siapkan seperti penetasan telur, membersihkan tangki pertama dengan Kalium Permanganat.
  • Isi bak air bersih hingga ketinggian 20-30 cm.
  • Amati telur, setelah 24-28 jam telur akan menetas, tergantung pada suhu air, semakin tinggi suhu air, semakin cepat telur menetas. Ikan larva penetasan telur hasil masih sangat kecil dan lemah, tubuh transparan dan bila dilihat dengan mikroskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur yang tidak dibuahi akan membusuk, sedangkan telur yang telah dibuahi berwarna kuning transparan. 
  • Untuk memperbesar kualitas berhasil penetasan telur, harus didukung dengan aerasi menggunakan aerator yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat oksigen yang terlarut didalam air.
6. Pemeliharaan Larva
  • Setelah usia telur kurang lebih 73 jam 3 hari selesai menetas, serat ijuk secara berangsur dinaikkan dari penetasan telur.
  • Kondisi larva ikan yang baru menetas masih sangat lemah, larva ini tidak memerlukan pakan tambahan dengan isi kuning keluar. Isi dari kuning telur akan habis setelah 4 hari menetas hari 5-6 setelah pemijahan, untuk mempertahankan angka kematian yang tinggi, aerasi masih melekat.
  • Memberikan umpan larva
Setelah isi kuning keluar, segera diberi makanan tambahan dari luar. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran bukaan mulut. Mengingat pencocokan makanan tambahan adalah makanan alami atau pakan hidup plankton, satu atau kutu air yang lebih dikenal sebagai Daphnia sp. 
Makanan bentuk lain dari cacing rambut / cacing sutra / tubifek dapat diberikan setelah usia 11 hari. Pemberian larva pakan semacam ini diberikan adlibitum. Jika semua pakan di atas tidak tersedia, penyediaan yang telah direbus kuning telur dapat juga diberikan, mengingat pada saat pagi dan sore dengan dosis 1 poin menjadi 5.000 larva.
Usia ; jika benih telah mencapai 1 bulan, diberikan pakan pelet  dapat digiling atau di blender dengan dosis 3-5% dari berat total benih yang dipelihara untuk mendapatkan ukuran benih 5-8 cm setelah pemeliharaan diperlukan untuk 45 hari, untuk mendapatkan ukuran benih 8-12 cm saat pemeliharaan yang diperlukan adalah 60 hari. Jika kita menjaga bibit telah mencapai ukuran di atas, benih siap untuk dibawa ke kolam pembesaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan benih diperlu adalah kualitas air. Rentang direkomendasikan kualitas air adalah:

  • Suhu                        = 22-30 0C,
  • PH                           = 6,5-8,5,
  • Oksigen terlarut      = 3 ppm,
  • Ketinggian air         = 25-30 cm,
 Penggantian wadah air pemeliharaan mutlak harus dilakukan dengan pandangan kondisi air, ketika terlalu tebal dan kotor, air harus diganti.
Penggantian mekanik air adalah air yang berkurang secara bertahap, meninggalkan sekitar ¼ nya, lalu tambahkan air baru sampai kedalaman air normal.

Kamis, 21 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Dahsyat Pembenihan Lele Sangkurian

1001 Cara Dahsyat Pembenihan Lele Sangkurian  - Kesuksesan dalam beternak adalah tujuan semua kalangan petani ikan baik ikan konsumsi maupun non konsumsi demi keberlangsungan dari ternak itu sendiri. semakin terjamin keberlangsungan dari siklus produksi pada peternakan yang kita bina, maka akan semakin memberikan rasa aman kepada pasar.


Jika pasar sudah merasa terjamin dengan stok, maka harga akan stabil dan tentu saja akan menumbuhkan usaha-usaha baru dibidang peternakan, penjualan dan budidaya ikan lele sangkuriang ini. faktor penentu keberlangsungan ialah ketersediaan bibit. indukan yang bermutu tinggi yang dapat menghasilkan produksi yang produktif.
Kita bisa saja membeli anakan atau bibit kepada para pemijah, namun tidak ada salahnya melakukan pemijahan sendiri. pemijahan sendiri memiliki beberapa keunggulan dibandingkan membeli diantaranya adalah terjaminnya mutu dan kualitas larva. Namun memijahkan tidak semudah membesarkan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi yang baik tentang hal ini.
Berikut ini kami paparkan cara melakukan pemijahan yang bisa dilakukan. Sebelum melakukan pemijahan ada baiknya dilakukan persiapan terlebih dahulu, agar hasil yang didapat maksimal. berikut hal-hal yang perlu di perhatikan sebelum melakukan pemijahan:

Seleksi indukan yang baik.
Ciri bahwa indukan lele sudah siap untuk meminjah adalah calon induk terlihat mulai berpasang pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Usahakan Indukan lele yang akan dipijahkan memiliki syarat-syarat berikut:
    Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
    Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
    Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.
    Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
     Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.
    Frekuensi pemijahan bisa satu bulan sekali,
Persiapkan Bak / piber pemijahan.

Bak / piber  pemijahan adalah faktor terpenting, karena akan digunakan lele sangkuringa untuk bertelur, jadi kolam haruslah disesuaikan dengan kebutuhan. berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
    Bak / piber
    Luas bervariasi, minimal 2 x 1,5 m.
    gunkan 2 atau 3 bak 
 Penanganan Indukan.
Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu ± 60%.  Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk lele, karena kandungan lemaknya tinggi.

Jika menggunakan cacing sutra sebagai pakan, pemberian cacing sutra harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan. Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan letakan ijuk-ijuk di dasar bak pemijan yang bertujuan agat telur-telur dapat merekat dan tidak acak-acakan.setelah telur terlihat menepel di ijuk-ijuk segara pindahkan indukan kekolam tapi hanya pejantanya saja.
Setelah larva berumur seminggu, Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati. 
 Penanganan Larva.
Dari proses pemijahan akan dihasilkan larva ikan yang harus dibesarkan dalam tahap pembenihan ikan lele selanjutnya. Pisahkan larva dari induknya. Kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva harus terjaga. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen. Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29oC. Pada suhu dibawah 25oC, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.
Apabila terjadi perubahan suhu, usahakan tidak terjadi secara ekstrim. Perubahan suhu kolam sebaiknya tidak berfluktuasi lebih dari 1oC. Banyak larva yang tidak mentolerir suhu yang berubah-ubah.

Hal penting lainnya adalah menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari kotoroan dan sisa pakan dengan spons. Kotoran ikan dan sisa-sisa makanana dapat menimbulkan racun amonia yang bisa mengakibatkan kematian larva. Larva masih membawa persediaan makanan dalam dirinya, jadi tidak perlu diberi pakan hingga 3-4 hari.

Setelah persediaan makanannya habis, larva harus segera diberi pakan. Pakan bisa berupa kuning telur yang telah direbus. Ambil bagian kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 liter air bersih. Larutan tersebut cukup untuk 100.000 ekor larva.
Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera (Tubifex sp.). Cacing ini bernilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang baru tumbuh. Pakan berupa cacing ini meringankan perawatan, karena bisa hidup dalam air dan tidak mengotori kolam.

Sehingga meminimalkan resiko keracunan akibat sisa pakan yang membusuk. Cacing sutera diberikan hingga larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu, diberi pelet yang berpua tepung.
Pendederan benih
Pendederan adalah suatu tahapan untuk melepas benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Proses pendederan merupakan salah satu tahapan penting dalam pembenihan ikan lele. Tempat pendederan biasanya berupa kolam kecil dengan pengaturan lingkungan yang ketat. Tahapan ini diperlukan karena benih ikan masih rentan terhadap serangan hama, penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrem. Benih ikan didederkan hingga siap untuk ditebar di kolam budidaya yang lebih luas.
a. Persiapan kolam pendederan
Kolam pendederan untuk pembenihan ikan lele bisa berupa kolam tanah, kolam semen atau kolam dari terpal. Tidak ada patokan luasan yang disarankan untuk kolam pendederan. Namun lebih baik tidak terlalu luas, sehingga lebih mudah dikontrol, misalnya ukuran 2×3 atau 3×4 m dengan kedalaman kolam 0,75-1 meter.

Kolam tersebut juga harus memungkinkan di pasangi peneduh seperti paranet, untuk mengurangi intensitas terjadinya kematian benih terkena sinar terik matahari di musim kemarau yang terlalu panas. Dalam menyiapkan kolam pendederan, perhatikan dengan seksama saluran masuk dan keluar pintu air.

Gunakan jaring yang halus agar benih tidak bisa melintas saluran air dan tidak ada hama dari luar yang terbawa masuk ke kolam. Lakukan pengeringan kolam sebelum digunakan. Lebih baik apabila kolam dijemur untuk menghilangkan bibit penyakit yang mungkin tersisa dari aktivitas sebelumnya. Khusus untuk jenis kolam tanah yang akan digunakan untuk pembenihan ikan lele, lakukan pengolahan tanah dan pemupukan dasar kolam. baca juga manfaat ikan salmon

Pengisian air kolam untuk pembenihan ikan lele, hendaknya dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal isi kolam dengan kedalaman 20-30 cm. Hal ini mengingat benih ikan masih sangat kecil, apabila kolam terlampau dalam benih tersebut akan kesulitan untuk berenang ke atas dan mengambil oksigen dari udara. Setelah benih membesar tambahkan kedalaman kolam secara bertahap, sesuaikan dengan ukuran benih ikan.
b. Memindahkan benih kekolam
Benih ikan lele sudah bisa dipindahkan ke kolam pendederan setelah berumur 3 minggu dihitung sejak menetas di tempat pemijahan. Atau, kira-kira berukuran panjang 1-2 cm. Kepadatan tebar benih lele berkisar 300-600 ekor per m2. Benih ikan yang masih kecil sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.

Oleh karena itu, memindahkan benih ikan ke kolam pendederan perlu kehati-hatian. Caranya, Gunakan wadah atau ember plastik, kemudian isi dengan dari kolam asal hingga penuh. Ambil benih ikan gunakan jaring yang halus, lalu masukkan ke dalam wadah tadi.Setelah wadah terisi penuh, angkat dan pindahkan wadah tersebut ke kolam pendederan.

Kemudian miringkan, sehingga air dalam wadah menyatu dengan air kolam pendederan. Diamkan sejenak dan biarkan benih ikan berenang keluar dengan sendirinya dari dalam wadah.

c. Pemberian pakan larva ikan lele
Ketika benih masih berukuran 1-2 cm, gunakan tepung pelet yang memiliki kadar protein lebih dari 40 persen, karena pada umur tersebut benih lele membutuhkan banyak protein untuk perkembangan. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pelet jenis PSC atau pakan udang DO-A.

Pemberian pakan jenis ini harus teliti, karena pakan akan tenggelam dan menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan akan membentuk amonia yang berbahaya bagi benih ikan. Selanjutnya benih ikan bisa dipindahkan ke kolam pendederan benih.

Apabila ikan sudah mencapai ukuran 2-3 cm berikan pakan F999 atau PF1000, atau jenis pelet yang berbentuk butiran kecil. Berikan pakan ini setidaknya hingga benih berukuran 4-6 cm. Pada prinsipnya, ukuran pakan harus disesuaikan dengan bukaan mulut benih ikan. Pakan diberikan dengan frekuensi 4-5 kali sehari.

Waktu pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi, siang, sore dan malam hari. Karena ikan lele jenis binatang nokturnal atau aktif dimalam hari, hendaknya porsi pemberian makan pada malam hari lebih besar. Lamanya proses pendederan berkisar 5-6 minggu atau hingga benih ikan lele berukuran 5-7 cm.
d. Panen pembenihan ikan lele 
Pembenihan ikan lele memakan waktu 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm. Cara pemanenan dilakukan dengan mengeringkan air kolam pelan-pelan hinga ikan berkumpul pada titik yang dalam atau saluran kemalir.

Kemudian ambil ikan dengan jaring yang halus. Lakukan pengambilan ikan dengan hati-hati, karena benih tersebut masih rentan apabila mengalami luka pada permukaan tubuhnya. Tampung benih ikan dalam wadah yang telah diisi dengan air dari kolam yang sama agar ikan tidak mengalami stres.

Hal terakhir namun penting dalam pembenihan ikan lele, adalah menyiapkan pembeli bagi benih yang sudah siap panen. Karena apabila waktu panen terlambat karena benih belum ada pembelinya, peternak harus menanggung biaya pemeliharaan ekstra. Pada ujungnya, semakin lama panen tertunda akan semakin tipis marjin yang akan diterima peternak.

Rabu, 20 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Nila Menurut Para Ahli

978 Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Nila Menurut Para Ahli - Ikan nila merupan ikan konsumsi yang sangat bermasyarakat dan juga sudah di budidayakan secara komersil ikan ini juga mempunyai manfaat ikan nila bagi kesehatan tetapi sebagian orang karena tekstur dagingnya yang banyak duri akan tepapi terdapat peluang bisnis dalam budidaya ikan nila.

Spesies ikan ini tergolong ikan yang mudah berkembang biak meskipun di area yang sempit sekalipun, jadi tidak terlalu sulit untuk budidaya ikan nila ini. ada banyak macam jenis ikan nilayang dapat di budidaya.

 Pembesaran ikan nila dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa sistem pemeliharaan, yaitu :
  • Kolam air tenang (KAT)
  • Kolam air deras (KAD)
  • Karamba jaring apung (KJA) di waduk/danau
  • Karamba di sungai/saluran irigasi
A. PEMBESARAN DI KOLAM AIR TENANG (KAT)

1. Konstruksi Kolam
  • Bentuk petakan tidak perlu segi empat
  • Luas petakan kolam (500-1000) MPematang kolam kokoh, kedap air dengan Iebar 50 cm
  • Saluran pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang berseberangan
  • Saringan terbuat dari kawat, bambu atau jaring/hapa yang diletakkan pada saluran pemasukan dan pengeluaran
  • Kedalam kolam berkisar antara (0,5-1,5) m
  • Parit keliling atau diagonal dengan kedalaman antara (20-50) cm dengan Iebar berkisar antara (50-200) cm. 
2. Persiapan Pemeliharaan
  • Penjemuran kolam sampai tanah dasar menjadi retak-retak selama 4-7 hari
  • Pemberian kapur tohor dengan dosis 25-50 g/M2
  • Pemupukan dasar berupa pupuk organik dengan dosis 250-500 g/m2 dan pupuk anorganik seperti urea 15 g/ M2, TSP 10 g/ M2, dan NH4NO315 g/M2, untuk menumbuhkan plankton. Pupuk yang digunakan ditebarkan secara merata di dasar kolam.
3. Padat Penebaran Benih

    I 5-10 ekor/  M2 ukuran 8-12 cm atau bobot  ±15-20 g/ekor

4. Pemberian Pakan
  • Selain pakan alami yang tersedia di kolam, diberikan juga pakan tambahan (pellet) dengan kadnugan protein minimal 28%
  • Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari
  • Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5% dari bobot biomassa ikan perhari tergantung dari umur dan bobot ikan
5. Pengelolaan Air

    Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, sumur atau air hujan
    Kondisi air yang ideal memiliki temperatur 28-30 C, pH (7-8,5), debit air ±5 Udetik/1.000 M2

6. Produktivitas

    Ukuran panen sebesar 200-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-6 bulan
     Produksi yang dihasilkan 1-2 Kg/M2/MT

B. PEMBESARAN DI KOLAM AIR DERAS (KAD)

1. Konstruksi Kolam

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita yang kita lakukan adalah menerapkan semua ketentuan yang ada di bawah ini :
  • Bentuk kolam segi empat atau oval
  • Volume kolam 1 30 m3
  • Kolam terbuat dari pasangan bata/batu (beton)
  • Kedalaman air berkisar antara 1-1,5 m
  • Saluran air pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang bersebrangan
  • Kemiringan dasar kolam sekitar 1% 
  • Saringan pada saluran pemasukan dan pengeluaran terbuat dari kawat atau besii tahan karat
2. Padat Tebar Benih

Pada bagian tebar benih kita lalukan dengan padat tebar 75-100 ekor/Mdengan ukuran 20-30 g/ekor. karena ikan jenis ini termasuk ikan yang suka bergerobol dan akan menjadikan mereka menjadi nafsu makan bertambah.

3. Pemberian pakan

Ikan nila bukan termasuk ikan yang rakus jadi pemberian pakan cukup dengan frekuensi sebagai berkut :
  • Jumlah pakan yang diberikan 3-5%/bobot biomas perhari
  • Frekuensi pemberian pakan 3 kali perhari yaitu pagi, siang dan sore hari
4. Produktivitas

    Bobot ikan hasil panen 600-800 g l ekor dengan lama pemeliharaan 5-6 bulan
    Produksi yang dihasilkan 30-50 Kg/M3/MT
    Volume kolam ± 30 M3

C. PEMBESARAN DI KERAMBA JARING APUNG (KJA)

1. Wadah Budidaya

Kerangka

    Bahan                : kayu tahan air, bambu atau besi yang di cat anti karat
    Ukuran              : 7 x7 M2
    Bentuk              : persegi

Pelampung

    Bahan                : styrofoam, drum
    Bentuk               : silindris
    Volume              : 200 L (0,2 M3)
    Jumlah               : minimal 8 buah per jaring

Tali jangkar

    Bahan                : polyetylena (PE)
    Panjang             : 1,5 kali kedalaman perairan
    Jumlah               : 5 utas perjaring
    Diameter            : 0,75 inchi

Jangkar

    Bahan                : besi, blok beton, batu
    Bentuk               : segi empat
    Berat                  : minimal 40 Kg/buah
    Jumlah               : 5 buah/jarring 6

Jaring

    Bahan                      : polyetylene (PE 210 D/12)
    Ukuran mata jaring : 1 inchi
    Warna                      : hijau
    Ukuran jaring          : (7 x 7 x 2,5) M3

2. Padat Penebaran Benih

    50-70 ekor/ M3 dengan ukuran 30-50 g/ekor

3.  Pemberian Pakan
  • Selain pakan yang tersedia diperairan umum (waduk/danau), harus diberi pakan tambahan buatan dengan kandungan protein minimal 28%
  • Frekuensi pemberian pakan minimal 2-3 kali/hari yaitu pagi, siang dan sore
  • Jumlah pakan yang diberikan 3-5% perhari/bobot biomas
4. Produktivitas
Bobot ikan yang dihasilkan 250-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-4 bulan (10-15 Kg/m3/MT) atau 2 500 glekor dengan lama pemeliharaan 6 bulan (20-30 Kglm3/MT)
D. PEMBESARAN DI KARAMBA
1. Wadah Budidaya
  • Bahan dasar kayu atau bambu
  • Ukuran karamba dapat bervariasi tergantung pada luas dan kedalaman perairan. Untuk saluran irigasi atau sungai kecll umumnya berukuran (2 x 1 x 1) m3, sedangkan untuk sungai sungai berukuran besar atau danau berukuran (4 x 2 x 2) m3‘
  • Pemasangan karamba untuk perairan sungai atau saluran irigasi yang ukurannya kecll dan dangkal dapat diletakkan tenggelam di dasar perairan.
  • Pemasangan karamba untuk perairan sungai yang cukup lebar dan dalam atau perairan danau/waduk dengan kedalaman lebih dari 2 m, maka petakan karamba memerlukan pelampung agar posisi karamba terapung
  • Pelampung yang digunakan antara lain drum atau styrofoam. 
2. Persiapan Pemeliharaan
  • Pembuatan karamba dari bambu atau kayu
  • Untuk karamba yang diletakkan setengah terapung di permukaan air harus dilengkapi dengan pelampung
  • Agar karamba tidak hanyut terbawa arus maka diikat dengan tali yang diikatkan pada pasak di tepi sungai atau memakai jangkar. Untuk karamba yang diletakkan di dasar aungai atau saluran, diikatkan pada (minimal) 4 buah kayu/bambu yang di dekat petakan
  • Pada sisi bagian atas karamba dibuat pintu berukuran (50x50) cmz dan diberi kunci (gembok) yang berfungsi untuk memasukkan benih/pemberian pakan dan panen
3. Padat penebaran Benih

Padat tebar benih dapat di lakukan dengan ketentuan yaitu 30-40 ekor/M3ukuran 75-100 nrnm/nkn karena ikan nila termasuk jenis ikan yang hidupnya menggerombol jadi tidak masalah kepadatan tinggi.

4. Pemberian Pakan
  • Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein minimal 28%
  • Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5%/bobot biomass/hari.
  • Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore.

Selasa, 19 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Mudah Budidaya Ikan Gurame Se Asia

101 Cara Mudah Budidaya Ikan Gurame Se Asia - Gurame adalah jenis ikan yang banyak dikonsumsi. Protein dan tekstur daging lembut. Ikan jenis ini juga untuk kepentingan restoran dan juga untuk kepentingan se asia. 

Budidaya ikan Gurame sangat menjanjikan dengan pasar atau bahkan harga yang stabil terus meningkat. Sementara pasokan ikan gurame yang tidak cukup banyak. 
Terutama ikan gurame, petani ikan gurame masih cukup sedikit. sedangkan kebutuhan meningkat. Apalagi sekarang banyak restoran atau restoran yang menyediakan dan melayani ikan gurame panggang dan berbagai penawaran lainnya. 
Begitu juga di pasar-pasar tradisional dan pasar modern banyak jual ikan gurame disiapkan untuk konsumsi. 
Harga ikan gurame relatif lebih mahal dibandingkan ikan lainnya membuat banyak orang memilih untuk bertani ikan gurame. Usaha ikan gurame dapat dilakukan sesuai dengan kondisi modal,meskipun hanya denga modal yang pas-pasan kita masih bisa melakukan budidaya ikan gurame. 
Oleh karena itu, budidaya ikan gurame terbuka bagi siapa saja baik itu kelas bawah dan kelas atas sekalipun.

Cara Mudah Budidaya Ikan Gurame Se Asia

1. Konstruksi Kolam 
Kolam adalah sarana utama yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik dan harus memperhatikan kondisi lingkungan dan tenaga kerja. Jenis kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan gurame adalah kolam tanah, kolam semen dan kolam terpal, serta dapat dilakukan menggunakan keramba jaring apung. 
Siapkan area seluas 5 m × 10 m untuk budidaya . 
Kolam yang akan digunakan terlebih dahulu harus kering permukaan tanah sudah retak-retak. Hal ini bertujuan agar mikroorganisme dan kuman jadi mati. setelah pengeringan, digemburkan permukaan tanah, sehingga amonia hilang. 
Setelah pengeringan pengapuran adalah untuk menyeimbangkan pH tanah dan menghilangkan mikroorganisme patogen. Jenis yang digunakan adalah kapur dolomit atau. Pengapuran dilakukan dengan ditebar secara merata di atas permukaan kolam.

Dosis yang diperlukan tergantung pada keasaman tanah. Semakin asam tanah tinggi semakin banyak kapur yang dibutuhkan. 
Setelah itu, pemupukan yang digunakan adalah pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dapat digunakan sebagai pupuk kandang atau kompos. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi organisme seperti plankton dan air kutu. Hewan atau tumbuhan yang berguna untuk makanan ikan gurame alami. baca juga manfaat ikan mas
Kolam siap untuk pengisian air. 
Mengisi air kolam harus dilakukan secara bertahap isi dengan air sampai penuh untuk memungkinkan biota kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Sesudah air kolam dipenuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan karena tumbuh juga lumut dan tumbuhan lainya . Setelah satu minggu, benih ikan gurame baru siap ditebar. 
Bagi Anda yang tidak memiliki cukup lahan untuk membudidayakan ikan gurame dengan menggunakan kolam terpal. gurame pada dasarnya membutuhkan air yang cukup, dengan menciptakan kolam terpal Anda dapat membuat dilahan sempit sekalipun. Asalkan Anda perawatan, ikan gurame masih akan tumbuh dengan baik. 

Pergantian Air harus dilakukan setiap 1 minggu sekali karena air akan mengurang dan akan keruh karena penguapan dan juga sisa pakan dan kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam. maka perlu di lakukan pengurangan serta penambahan air kolam sebanyak 30 % agar sirkulasi air tetap terjaga.
2. Penebaran Bibit Ikan 
Setelah persiapan kolam lengkap maka saatnya untuk penebaran benih. sebelum Penebaran benih dilakukan terlebih dahulu benih ikan dimasukkan ke dalam ember atau bak dan isi ember tersebut dengan air dari kolam yang akan di Tebari , diamkan selama sekitar 20 menit sehingga benih ikan perlahan-lahan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan air akan kemudian menjadi habitat di kolam. 
Setelah membiarkan selama sekitar 20 menit perlahan benih ikan di tebarkan kedalam kolam. dan umumnya menyebarkan benih berukan 5-7 cm. 
3. Pakan
Gurame adalah spesies ikan pemakan tumbuhan (herbivora) .Akan tetapi ketika ukuran benih ikan Gurame Besar bersipat karnivora, dan oleh karena itu jenis pakan yang diberikan pada saat ukuran benih ikan kecil dalam bentuk kutu air (Daphnia), cacing sutra. Sifat dari ikan gurame herbivora yang terjadi ketika dewasa. 
Makanan pokok dari ikan gurame dalam bentuk pelet yang dapat diatur gizi, tapi di daerah yang agak sulit untuk mendapatkan pelet, daun alternatif yang sangat baik untuk ikan gurame makanan 2 kali sehari, pagi dan sore hanya cukup untuk pelet 30% kadar protein pakan sedikit lebih baik demi sedikit ikan gurame tidak diklasifikasikan sebagai ikan rakus.

Selain pelet makanan untuk ikan gurame dapat ditambahkan. Daun dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame. 
Berbagai jenis suplemen pakan yang biasa diberikan kepada ikan gurame adalah sebagai berikut: 
  • Daun talas / daun talas daun Sente 
  • Daun singkong 
  • Daun kangkung 
  • Daun ubi jalar 
  • Daun pepaya 
  • Tauge: tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda labu 
  • Pakan buatan, jagung, dedak, dan ampas tahu. Direbus dan kemudian cincang. 
Pakan teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan ikan tumbuh lebih cepat. Pada budidaya ikan gurame. menghindari makan berlebihan, jika ada makanan yang tersisa maka itu akan menjadi output pemicu penyakit dan stres. limbah makanan mengandung sejumlah amonia yang merupakan racun bagi ikan gurame. Selain makan jumlah dan frekuensi hal-hal lain yang biasa yang perlu diperhatikan adalah kualitas air. 
4. Perawatan 
Untuk perlakuan yang sama seperti perlakuan lainnya dalam budidaya ikan. seperti, memeriksa kuota air, suhu dan pH air, dan pada malam hari hindarkan ikan dari cahaya yang sifatnya terlalu terang seperti senter, ikan tidak boleh terkena cahaya yang berlebihan, karena cahaya dapat menyebabkan ikan stres dan berakhir dengan kematian.

Senin, 18 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Ampuh Budidaya Ikan Guppy


10 Cara Budidaya Ikan Guppy - Dari semua jenis ikan hias, para penggemar peternakan, tanpa diragukan lagi, ikan guppy adalah yang paling populer, paling dikagumi, berharga dan favorit menjadi petani, baik pemula, maju dan komersial. Tidak ada ikan akuarium yang memiliki banyak jenis selain ikan guppy.
Tidak ada ikan di penangkaran telah dibesarkan dengan sukses dari dataran danau-danau, ikan biasa-biasa saja, dalam keadaan liar, dengan ratusan spesies ekor mewah berwarna-warni dan eksotis sekarang ada yaitu ikan guppy.
 
 
Banyak penggemar sudah mulai melakukan budidaya ikan guppy hanya untuk bersenang-senang, dan sekarang telah menemukan jati diri mereka dan benar-benar terpesona akan keindahan ikan guppy, melalui pembiakan selektif, mereka telah mengembangkan berbagai ikan mewah dan benar-benar unik.

10 Cara Budidaya Ikan Guppy

Guppy atau ikan Poecilia reticulata adalah ikan yang mudah berkembangbiak. Habitat ikan guppy asli di danau dan sungai air yang tenang. Ikan ini juga dapat bertahan hidup di air payau yang memiliki kandungan garam tinggi.
Guppy yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Masuk ke Indonesia pada tahun 1920 sebagai ikan akuarium. Lalu pergi ke alam liar dan berkembang biak dengan cepat. Ikan Guppy dapat ditemukan di hampir semua air tawar di Indonesia.
Guppy Ikan populer sebagai ikan akuarium karena keindahan warna dan bentuk sirip. Terutama ikan jantan, karena hanya jantan yang memiliki sirip yang indah. Sedangkan ikan betina cenderung tikar dan kusam. Sama seperti ikan cupang.
Budidaya ikan Guppy tidak memerlukan infrastruktur yang mahal. Cukup dengan peralatan sederhana, kita dapat melakukan perkembangbiakan ikan ini. 
Berikut ini Adalah Langkah-Langkah Budidaya Ikan Guppy.
1. Peralatan budidaya ikan guppy
Berikut adalah peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain :
  1. wadah / tempat, 
  2. Aerator 
  3. Tanaman air. 
Wadah untuk akuarium pemijahan ikan guppy bisa, seperti semen, atau bak plastik dan akuarium kaca.

Wadah atau tempat yang diperlukan untuk budidaya ikan guppy setidaknya empat fungsi, yaitu :

  1. Pemisahan indukan 2 tempat, 
  2. Pemijahan 1 tempat dilakunya perkawinan, 
  3. Penetasan 1 tempat untuk penetasan, 
  4. Pembibitan 1 peliharaan larva.
Ukuran luas wadah dapat bervariasi budidaya ikan guppy, disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Sedangkan ketinggian wadah minimal 30 cm, kecuali untuk tempat pembibitandiperlukan lebih tinggi dari 50 cm.
2. Proses Pemilihan Indukan Ikan Guppy
Perbedaan jantan dan betina dapat dilihat dari penampilan fisiknya. betina guppy ikan bentuk lebih bulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai. 
Sementara ikan jantan memiliki warna yang kontras dan bercahaya, tubuh lebih langsing dengan sirip menjumbai. 
Betina ukuran tubuh ikan yang umumnya lebih besar daripada pejantan. Indukan siap untuk pemijahan setidaknya usia 4 bulan. Warna dan bentuk ikan guppy sangat ditentukan oleh faktor genetik. Untuk mendapatkan hasil yang baik Pilih indukan unggul. 
Selain itu, petani juga dapat mencoba untuk memilih indukan guppy yang ideal untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.
3. Pemisahan Indukan
Sebelum pemijahan/pembenihan, pejantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. pejantan dan betina ikan guppy ditempatkan dalam wadah yang terpisah. Wadah diisi dengan air dan diganti setiap 1-3 hari. Pergantian air tidak perlu semua, hanya menghabiskan sepertiga dari air dan tambahkan air baru.
Berbeda dengan proses Perkawinan pada umumnya, pemisahan dilakukan sambil di beri makan yang bermutu tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan banyak sperma untuk pembuahan. Berikan makanan seperti daphnia atau moina sebanyak 2 X sehari. Hal ini memungkinkan percepatan bila proses pemijahan berlansung.
4. Proses Pemijahan ikan guppy
Sebelum pemijahan berlangsung kita harus menyiapkan wadah terlebih dahulu, wadah pemijahan diisi dengan air bersih yang telah diendapkan minimal 24 jam. Air hingga kedalaman 25 cm pemijahan. 
Pemijahan padat penebaran wadah tidak lebih dari 30 individu / 100 liter air. Untuk ukuran akuarium lebar 1 x 0,5 meter, cukup untuk menampung 10 pejantan dan 20 betina ikan guppy. 
Jika memungkinkan menyediakan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat ikan bercumbu. pemijahan ikan dapat dilakukan satu-satu atau dalam jumlah besar. Pemijahan dianjurkan karena lebih cepat, lebih ekonomis dan praktis. Komposisi pemijahan antara pejantan dan ikan betina biasanya 1: 5. Tapi jika Anda ragu semua perempuan dibuahi, komposisi dapat diubah 1: 2. Masukkan induk betina pertama di pagi hari. 
Kemudian pada sore hari bisa menempatkan induk jantan. Pada pemijahan, tidak semua ikan bertelur pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan berlanjut selama 4-7 hari. Perempuan segera dipisahkan dibuahi ke dalam wadah penetasan.
5. Proses Penetasan Benih
Penetasan wadah diisi dengan air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi tidak terlalu kuat agar tidak mengganggu larva ikan. Kualitas air harus dijaga dengan mengganti air dengan air yang baru ketiga setiap 1-3 hari. Feeding untuk membendung setiap 2 hari dalam bentuk daphnia atau moina.
Embrio tumbuh dalam perut sampai siap untuk dilahirkan. Panjang kehamilan, mulai dari pemijahan sampai kelahiran berlangsung 3-4 minggu.
Ciri-ciri ikan guppy hamil dapat dilihat setelah 2 minggu proses pemijahan. Tanda daerah gelap di bagian bawah anus terdapat tanda bercak kelahiran dan perut sedikit meningkat. Jika tidak ada karakteristik hamil, mengambil indukan untuk pembibitan kembali.
Ikan guppy betina memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga perempuan bisa hamil sampai 1-3 kali dalam satu konsepsi. Waktu yang diperlukan dari pertama kehamilan kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu. baca juga manfaat ikan salmon
Dalam satu kelahiran, ikan guppy dapat menghasilkan 3000-10000 telur akan tetapi telur belum tentu semua menetas sempurna. Remaja harus segera dipindahkan ke pendederan benih. Jika tidak, mungkin kelaparan orang tua makan.
6. Pendederan Benih
Kolam harus ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada ikan guppy. Biasanya mereka menggunakan akuarium berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pembibitan.
Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk berlindung. Berikan aerasi di akuarium. Isi akuarium dengan air sampai 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.
7. Pemberian Makanan 
untuk ikan yang baru menetas tidak perlu di berikan makan tambahan terlebih dahulu karena masih terdat sisa makan yang masih menempel di perunya selama kurang lebuh 3-5 hari. Setelah itu, benih dapat diberikan makanan tambahan berupa Artemia ikan (udang-organisme) atau kutu air (Daphnia dan moina) yang telah disaring. Setelah lebih dari 20 hari, dapat di beri kuning telur rebus dan cacing sutra.
8. Ikan Siap Di Piara Dalam Akuarium 
Ikan yang sudah berumur 20 hari dapat dibedakan antara pejantan dan betina. Hanya ikan jantan yang dijual sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina yang digunakan sebagai idukan dan istirahat di kadang-kadang. Ikan Guppy bisa dikatakan matang dan mampu bersaing dengan kawanan setelah usia satu bulan.
Keberhasilan budidaya ikan guppy ditentukan oleh jumlah kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan menarik sebagai ikan hias akuarium. Pria memiliki sirip yang lebar dan warna yang menarik. 
9. Penjualan Ikan 
Ikan dapat di pasarkan di pasar ikan hias atau melalui media online dan lain-lain untuk mendapat penghasilan dari budidaya ikan hias Ikan Guppy.
10. Selamat Mencoba

Minggu, 17 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Patin di Keramba


Budidaya Pembesaran Ikan Patin di Keramba - Keramba merupakan salah satu tempat pemeliharaan ikan yang cukup populer. Pemanfaatan sungai, waduk, dan embung untuk keramba berarti juga upaya lain untuk mengoptimalkan manfaat perairan umum untuk budidaya ikan.

Bahan untuk membuat keramba dapat berupa bambu bilah, kayu, atau kawat peternak ikan umumnya menggunakan bambu sebagai kerangka pembuatan keramba dengan ukuran yang bermacam-macam (bervariasi) banyak keuntungan yang di dapat jika ikan patin di budidaya di keramba. pada pembesaran model ini   ikan patin dapat merasakan hidup seperti di habitat aslinya (alami) meskipun tidak mutlak sama dengan demikian aktivitasnya tidak terlambat. keuntungan lain pembesaran ikan patin di keramba adalah sebagai berikut :
Ikan patin yang di besarkan di keramba akan terhindar dari gangguan hama maupun ganguan lainya yang sering menimbulkan kerugian dalam kegiatan usaha.

Pengawasan terhadap pertumbuhan ikan dan dan kesehatan ikan dapat dilakukan dengan mudah sehingga setiap di temukan gejala yang tidak menguntungkan dapat segera di tanggulangi.

Kebutuhan oksigen dapat terpenuhi bagi ikan karena pergantian air terjadi setiap saat dengan demikian laju pertumbuhan dan kesehatan ikan dapat mencapai optimal. Sisa makan dan kotoran hasil dari aktivitas dapat segera hanyut terbawa aliran air sehingga tidak menimbulkan penyakit dan kekhawatiran terhadap tingginya kadar amoniak  maupun zat racun lainya yang akan menghambat lajupertumbuhan. pemanenan ikan dapat di lakukan dengan mudah sehingga menghe,at waktu dan tenaga.

235 Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Patin di Keramba :

A. Pemilihan Lokasi
Selain ditempatkan di sungai, keramba juga dapat di tempatkan di danau atau waduk berdasarkan letaknya di dalam perairan (sugai, waduk, dan danau) keramba menjadi tiga jenis yaitu keramba yang di letakan di dasar perairan, keramba yang diletakan di bawah permukaan air, dan keramba yang diletakan diatas permukaan air.
1. Keramba di Dasar Peraiiran
Dalam prakteknya keramba di dasar perairan ini di bagi menjadi dua jenis yaitu keramba yang di letakan di dasar perairan dan keramba yang  di tanam di dasar perairan keramba di dasar perairan ini umumnya di gunakan di daerah perairan yang sempit dan tidak terlalu dalam seperti pada sungai-sungai kecil atau saluran yang lebarnya tidak lebih dari dua meter.

Keramba ini lebih cocok di letakan di sungai yang aliranya deras sehingga tadak mudah terbawa arus air bila dasar perairanya keras pembangunan keramba tidak perlu di bangun dasar keramba lagi karena dasar tersebut dapat di jadikan alas.
Keramba tipe ini di bangun dengan cara menanamkan ujung-ujung kerangka keramba kedasar perairan maupun ketebing sungai matau saluran air.

Oleh karena itu perlu di perhatikan bahwa ukuran kerangka keramba yang di buat harus lebih besar misalnya, ukuran keramba yang di inginkan adalah  3 m x 2 m x 1 m maka kerangka keambanya harus mempunyai ukuran 3 m x 2,40 m x 1,2. kerangka keramba yang tertanam di dalam adalah sepanjang 20 cm bidang permukaan keramba sebelah atas di usahakan berada 20 cm di bawah permukaan air untuk keramba yang seluruhnya di tanam di dasar perairan lebih tepat di gunakan pada sungai-sungai atau saluran air yang dangkal dengan dasar yang keras.

Bagi lingkungan sekitar penempatan keramba dengan cara di tanam secara keseluruhan sangat menguntungkan karena tidak mengganggu aliran air dan tidak menyebabkan terjaringanya samapah yang terbawa arus air.

2. Keramba di Bawah Permukaan Air
Keramba di bawah permukaan air sedikit berbeda dengan keramba yang di letakan di dasar perairan bagian atas keramba di bawah permukaan air tidak menonjol apalagi nongol ke permukaan air sebaliknya, bagian dasar tidak di tanam seperti keramba di dasar perairan keramba jenis ini lebih cocok di letakan di perairan yang agak dalam tetapi tidak bisa di letakan di perairan yang dasar sekali karena perairan yang seperti ini miskin oksigen agar lebih aman posisi di usahakan tetap berada 20 cm di bawah permukaan air.
Untuk memperhatikan posisi keramba agar tetap berada 20 cm di bawah permukaan air (tidak mengapung ke bagian atas) pada badan keramba perlu di tambahkan pemberat seperi batu, besi atau bahan lain yang mempunyai berat yang cukup. kalau arus perairan tersebut agak deras (misalnya di sungai) maka pada setiap sudut keramba di lengkapi dengan jangkar. hal ini untuk menjaga agar kekramba tidak hanyut cara lainya adalah mengikatkan keramba itu pada sebatang pohon yang kuat.
 3. Keramba Pada Permukaan Air
Keramba yang mengambang di permukaan air terutama di gunakan di danau atau waduk yang berair dalam perbedaan yang mencolok terletak pada posisi keramba terhadap permukaan air yaitu sepertiga bagian atasnya berada di atas permukaan air sedangkan dua pertiga lainya di dalam air.
Keramba jenis ini juga di lengkapai dengan pemberat dari batu atau besi jumblah pemberat itu harus di atur agar sepertiga bidang permukaan bagian atas dari keramba dapat timbul di permukaan air bila pemberat terlalu berat maka keramba akan tertarik kebawah hal ini tidak berpengaruh negatif namun sebaliknya bila pemberat itu terlalu ringan maka bagian yang muncul ke permukaan semakin tinggi keadaan seperti ini berbahaya bagi keselamatan ikan.
Keramba yang mengambang di permukaan air ini juga mempunyai resiko apabila keramba di letakan di sungi yang arusnya agak deras maka di khawatirkan akan terkena hantaman benda-benda yang hanyut bersama arus akibatnya ketenangan ikan akan terganggu dan dinding kerambapun cepat rusak. Untuk mennnghindari hal ini keramba pada permukaan air sebaiknya di letakan di perairan yang relatif tanang dan bebas dari benturan benda yang terbawa arus air.
Agar keramba tidak mudah hanyut terbawa arus maka pada setiap sudut keramba perlu di ikatkan jangkar. lebih aman lagi bila keramba itu di ikatkan di pohon atau di buatkan semacam tambatan.

B. Penebaran Benih 

Ada peritmbangan khusus mengenai ukuran, berat, dan jumlah benih ikan patin  yang akan di tebarkan di keramba. pertimbangan yang paling utama tergantung pada arus air tempat keramba di letakan dan juga bahan keramba yang di gunakan.
Faktor arus air akan menghambat gerakan ikan patin di dalam keramba sedangkan bahan keramba perlu di tingkatkan agar benih tidak mudah lolos.

Oleh karena itu beneih patin yang di tebarkan di keramba harus berukuran relatif besar supaya kuat melawan arus dan tidak mudah meloloskan diri. Secara umum berat awal individu yang akan di tebarkan di keramba lebih dari 50g.

Hingga kini belum ada literatur yang menyebutkan angka pasti untuk kepadatan penebaran ikan patin di keramba masih beradasarkan perkiraan.
Kepadatan penebaran secara umum di keramba di tentukan oleh tingkat intensitas usaha. apabila ikan dalam intensitas usaha. apabila ikan di usahakan dalam intensitas penuh dengan lama pemeliharaan satu tahun maka kepadatan penebaran sekitar 5 Kg /  M2 Total produksi setelah masa pemeliharaan satu tahun di tarrgetkan mencapai 50-60 Kg /  M2  hal ini berlaku untuk semua jenis ikan.
Penetuan ukuran benih yang di tebarkan tergantung pada lama waktu yang di rencanakan semakin besar ukuran benih patin yang disebarkan maka waktu pemeliharaan semakin singkat. perlu di ingat penebaran benih patin yang berukuran kecil kurang mampu mempertahan kan hidupnya di aliran air yang deras.
Sebagai aturan yang yang di anjurkan dan baik ukuran bibit yang di tebarkan dalam keramba bagusnya memiliki ukuran yang sama (seragam) sehingga kemampuanya untuk mencari makanan akan merata sama. dengan demikian pertumbuhan ikanpun akan cenderung serentak besar.

C. Pemberian Pakan dan Pakan Tambahan
Salah satu faktor utama yang menetukan keberhasilan budidaya ikan patin dalam keramba adalah pakan yang memadai kebutuhan nutrisi ikan patin selama masa budidaya berlangsung pada pemeliharaan sistem keramba. secara alami makanan ikan dapat di peroleh dari aliran air yang mengandung mikro organisme, kutu air lumut dan ganggang. dengan demikian untuk memacu pertumbuhan patin tidak bisa hanya mengandalkan pakan alami saja untuk itu ikan perlu di berikan pakan tambahan pelet.

Pelet untuk ikan patin yang di pelihara di keramba adalah pelet yang mengandung protein 25-30% rasuman pelet yang di berikan sebanyak 2-3 % dari total berat ikan perhari setiap dua minggu atau paling lama ssetiap satu bulan bobot ikan patin di timbang kembali untuk menyesuaikan jumlah pakanya.

Agar lebih aman dan tidak stress penimbangan di lakukan dengan cara pengambilan sampel ikan sebanyak 10 - 25 % saja hasil penimbangan ikan sampel merupakan tolak ukur untuk pemberian pakan berat rata-rata setiap harinya.

Hasil kali berat rata-rata dan jumlah individu ikan akan di peroleh berat total ikan di dalam keramba. penebaran pakan di lakukan secara sedikit demi sedikit agar pakan tidak banyak yang hanyut terrbuang.

jatah pakan di berikan 3-4 kali dalam sehari, di mulai pagi, siang, sore dan malam hari. pada malam hari pemberian pakan di bedakan sedikit lebih banyak dari yang lain.

D. Pengontrolan 
Patin yang dipelihara di karamba relatif aman. walau seperti itu tindakan pengontrolan tidak boleh ditinggalkan tetap harus ada langkah pengontrolan, terutama untuk karamba yang berada pada perairan berarus deras atau perairan yang banyak bahan hanyutan. Pengontrolan karamba di perairan berarus deras Iebih ditekankan pada upaya pencegahan agar karamba tidak terbawa arus.

Oleh karena itu, tambatan (ikatan) karamba perlu diamati, barangkali perlu diperbaiki atau diperkuat ikatannya.

Apabila perairan itu mengandung banyak bahan-bahan hanyutan maka perlu dibersihkan sesering mungkin. Karena Sampah yang menutupi sisi jari-jari karamba ini akan mengurangi banyaknya volume air yang masuk ke dalam karamba sehingga sirkulasi air akan terlambat yang dapat  memicu laju pertumbuhan ikan patin.

Karena berada di dalam sungai yang mengali kemungkinan terjadi endapan pasir atau lumpur di karamba bisa terjadi.

Secara berkala, endapan ini diangkat, terutama setelah hujan deras atau banjir. Apabila bahan karamba terbuat dari bilah bambu atau papan maka dinding bagian dalam tidak perlu dibersihkan karena organisme yang turrrbuh menempel merupakan pakan yang baik bagi ikan patin. Salah satu upaya untuk menghindari banyaknya endapan lumpur atau pasir di dalam karamba, sebaiknya karamba diletakkan di sungai dengan pola zig zag. 
lkan patin yang dibesarkan di karamba sebaiknya tidak terlalu sering ditangguk (ditangkap dengan serok). Penangkapan ikan di karamba hanya boleh dilakukan pada saat melakukan sampling berat untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan. Biia terlalu sering ditangkap, dikhawatirkan ikan patin akan stres dan selanjutnya mempengaruhi Iaju pertumbuhannya.
E. Pemanenan
Seperti halnya pembesaran patin di media lain, pemanenan di karamba pun dilakukan jika bobot ikan sudah mencapai ukuran pasar. Para pemilik karamba umumnya memanen ikan setelah dipelihara selama 6-12 bulan. Pemanenan ikan patin pada jenis karamba di dasar perairan dapat dilakukan di tempat karena karamba tersebut dibangun secara permanent dan pennukaan airnya juga tidak terlalu dalam.

Pemanenan dapat dilakukan menggunakan serok jaring atau bisa juga dengan cara menangkap langsung dengan tangan. Namun, cara panen dengan penangkapan ikan secara langsung tidak disarankan karena akan mengakibatkan tangan terluka.

Pemanenan ikan patin dapat di mulai melalui jalan pintu pemanenan yang terletak di bagian tengah atasvpermukaan karamba. Pada jenis karamba di bawah maupun karamba di permukaan air, pemanenan ikan dapat dilakukan setelah karamba tersebut ditarik ke tepi perairan.

Ikan hasil dapat segera di letakan dalam jaring yang sudah di sediakan di lokasi air yang mengalir untuk mengurangi terjadinya ikan stetres. jika kondisi ikan sudah tidak brutal Iagi, ikan patin hasil panenan tersebut segera dipasarkan.

Sabtu, 16 September 2017

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng

Cara Ampuh Dan Mudah Budidaya Ikan Mas

357 Cara Ampuh Dan Mudah Budidaya Ikan Mas adalah salah satu ikan konsumsi yang  juga untuk kepentingan msyarakat banyak. Ikan ini adalah ikan yang memiliki tekstur daging lembut, lezat dan mudah untuk olah menjadi berbagai jenis makanan. 


Ikan Mas  adalah jenis ikan yang paling populer dibandingkan dengan berbagai jenis ikan air tawar. lainya, Selain itu, ikan ini telah lama dibudidayakan.


Dari hasil silang ikan mas dengan jenis baru dan banyak jenis lainnya. Untuk budidaya ini tidak sulit karena ikan sudah sangat populer di masyarakat.
Berikut adalah langkah-langkah pertanian ikan mas : 
1. Kolam 
Seperti pada budidaya ikan lainya pembangunan kolam yang digunakan adalah dinding beton dan dasar pada kolamnya adalah tanah dengan ukuran 10 mx 5 mx 1,5 m. akan tetapi untuk ukuran dapat juga berfariasi tergantung lahan yang kita miliki kemudian kolam di lakukan pengeringan yang berfungsi untuk menghilangkan hama dan kuman / mikro organisme yang terkandung dalam kolam ikan budidaya. 
Pengeringan dilakukan selama 3-7 hari sampai dasar kolam benar-benar kering (biasanya sampai retak-retak tanahnya). jika terjadi karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan karena itu tidak dapat mengeringkan kolom dengan maksimal itu bisa dilakukan dengan cara alteratif dengan cara pemupukan dan pengapuran. 
Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis yang digunakan adalah kapur dolomit. Pengapuran dilakukan dengan ditebar secara merata di atas permukaan kolam. karena ada genangan air tidak dapat kerig karena curah hujan yang tinggi maka di berikan sedikit dosis yang lebih dari ukuran kolam kita dari ukuran kolam diatas dapat di gunakan kapur dolomid kurang lebih 3-4 kantong. 
Pemupukan juga di lakukan. menggunakan kombinasi pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik dapat pupuk kandang atau kompos, tujuan pemupukan tambak dilakukan agar dapat tumbuh hewan air dan tumbuhan air di dalamnya. pemupukan dilakukan guna untuk menyediakan nutrisi bagi organisme seperti fitoplankton, kutu air dan cacing. sebagai pakan ikan alami selama ikan dalam penyesuaian dengan lingkungan di dalam kolam. 
2. Mengisi Air Kolam 
Pengisian air kolam dapat di lakukan setelah semua langkah di atas terpenuhi, air dapat di isikan kedalam kolam dengan kapasitas 40-60 cm, karena kondisi populasi plankton sangat ideal untuk makanan alami dan bahan terlarut cukup rendah. Pada awal budidaya, biasanya selama satu minggu situasi air masih setabil. kemudian akan dilakukan penambahan dan pengurangan air sehingga pH dan untuk menjaga asaman setabil. 
Suhu air juga sangat penting bagi kehidupan ikan, suhu air mempengaruhi kehidupan ikan. Suhu yang ideal untuk budidaya adalah 50-310 derajat C. Jika suhu berfluktuasi drastis, bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan embrio ikan. Suhu air dipengaruhi oleh radiasi matahari, suhu udara, cuaca, dan lokasi 
Untuk kolam, kedalaman air yang ideal adalah 60-150 cm. Air terlalu dangkal menyebabkan perubahan suhu terlalu cepat dan besar. Jika air terlalu dalam mengakibatkan perbedaan mencolok dalam suhu. 
3. Tebar Benih
Beberapa orang mungkin sering meremehkan waktu tebar Benih ikan. waktu yang baik digunakan adalah di pagi dan sore hari dan ketika benih akan de tebar terlebih dahulu di lakulan pereda stres dengan cara :
  • Siapkan Ember Atau Bak ;
  • Ambil air dari kolam calon budidaya Pembesaran;
  • Masukan Kedalam Ember/bak ;
  • Masukan Benih ikan Kedalam ember yang terisi air dari kolam budidaya diamkan selama kira-kira 1 jam dengan tujuan untuk penyesuaian ikan dengan air calon habitatnya;
  • Setelah itu tebarkan benih kedalam kolam;
Untuk mendapatkan kualitas hasil budidaya di sarankan benih yang di tebarkan mempunyai ukuran yang sama agar laju pertumbuhan juga berjalan seragam.

Benih Unggul

Untuk menentukan benih ikan bagus dapat di lihat dari ciri-ciri sebagai berikut :
  • Ukuran Benih seragam;
  • Ikan terlihat aktif dan agresif;
  • Warna ikan terlihat lebih crah;
Benih yang kurang bagus biasanya :
  • Tidak Aktif 
  • Warna terlihat lebih kusam
  • Jarang Melakukan Pergerakan 
Jika kriteria di atas sudah terpenuhi kemungkinan sukses budidaya lebih besar.
4. Pakan 
Pakan ikan tidak dilakukan pada hari pertama dan kudua setelah tebar karena di kolam masih mengandung banyak makanan alami seperti plankton, ganggang dan kutu air dan lain-lain. baru masuk ketiga hari kita dapat mulai memberikan pakan pelet, sebelum pelet di berikan kepada ikan terlebih dahu kita rendam pelet tersebut dengan air hangat kenapa begitu karena pelet tersebuta akan mengembang dan jika langsung di berikan kepada ikan maka pelet akan mengembang di dalam perut ikan kemungkinan akan dapat menimbulkan kematian, pelet ikan utama yang memiliki protein 20%, 15% karbohidrat dan 20% lemak. 
Agar kebutuhan gizi ikan terpenuhi dengan baik dan perkembagan ikan berjalan sesuai dengan target. pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi pada pagi, siang, dan malam karena ikan mas adalah tidak termasuk ikan kanibal.
5. Pengolahan Air 
Pengolahan Air perlu dilakukan karena merupakan faktor keberhasilan budidaya ikan. setiap 15 hari perlu dilakukan pengurangan dan penambahan air sebayak 50% untuk menjaga kondisi air setabil. Periksa keasaman dan pH air setiap perubahan air akan mempengaruhi laju pertumbuhan ikan. di sarankan juga untuk budidaya ikan lebih baik dilakukan pada air yang mengalir karena ikan mas membutuhkan sirkulasi air yang bagus "jika air tidak mengalir dalam kolam kita dapat memberikan tambahan kincir atau aerator"